PAKET 1
SOAL TRY OUT SASTRA
TAHUN PELAJARAN 2009/2010
Teks untuk soal nomor 1 s.d. 3
Cermati penggalan novel berikut!
(1) Wahai jantung hatiku, cahaya mataku! (2) Batapakah sampai hatimu meninggalkan aku seorang diri dengan nasibku yang malang ini? (3) Jika siang tiadalah lain yang kupikirkan, melainkan engkau dan untungku yang celaka ini. (4) Bekerja yang lain tiada dapat, karena pikiranku selalu melayang. (5) Walaupun badanku ada di sini, tetapi nyawaku tiadalah jauh daripadamu. (6) Wajah mukamu senantiasa terbayang-bayang di mataku. (7) Jangankan bekerja, sedangkan makan dan minum tiada ingin, karena nasi dimakan rasa sekam, air diminum rasa duri.
Sitti Nurbaya, Marah Rusli
1. Watak tokoh aku pada penggalan novel tersebut adalah ....
A. penyayang
B. pemalas
C. perayu
D. baik
E. setia
2. Peristiwa sebagai akibat perbuatan tokoh aku tersebut terdapat pada kalimat nomor ....
A. (1) dan (3)
B. (2) dan (5)
C. (3) dan (6)
D. (4) dan (7)
E. (5) dan (6)
3. Amanat yang terdapat pada pengalan novel tersebut adalah ...
A. Hendaknya menjaga kesetiaan kepada kekasih.
B. Janganlah berlarut-larut dalam perasaan merindu.
C. Tidaklah baik selalu membayangkan kekasih hati.
D. Berhati-hatilah bila mencintai seseorang.
E. Lakukanlah yang terbaik yang bisa kita lakukan.
Teks untuk soal nomor 4 s.d. 6
Cermati penggalan novel berikut!
(1) Selalu saja napasku tiba-tiba terasa sesak. (2) Sudut-sudut mataku terasa hangat berair. (3) Setiap kali aku terkenang pesan ibu. (4) Pesan berisi permintaan yang beliau ucapkan dengan terbata-bata. (5) Tubuh ringkih terbujur lunglai tanpa daya di atas pembaringannya. (6) Dalam kondisi sekarat.
”Air Pembenci”, H. Bainie Basri, Horison – Edisi II 2007
4. Pembuktian watak tokoh aku, sayang kepada ibu terdapat pada kalimat nomor ....
A. (1), (2), dan (3)
B. (1), (3), dan (6)
C. (2), (4), dan (5)
D. (3), (4), dan (6)
E. (4), (5), dan (6)
5. Pendeskripsian watak tokoh yang digunakan pengarang adalah melalui ....
A. pikiran tokoh
B. lingkungan tokoh
C. pandangan tokoh
D. perbuatan tokoh
E. fisik tokoh
6. Latar suasana pada penggalan novel tersebut adalah ....
A. haru
B. sendu
C. sedih
D. sahdu
E. rindu
7. Cermati teks drama berikut!
JUMENA : Kau mau memberitakan kepada saya bahwa Euis sedang
mengandung?
JUKI : Akang sudah tahu?
JUMENA : Setiap awal bulan saya bisa memastikan Euis akan mengatakan hal
yang sama pada saya.
JUKI : Dan Akang tetap tidak percaya?
JUMENA : Tiga kali yang pertama saya percaya, tapi setelah itu saya bentak
setiap kali dia mengatakan kemungkinan itu.
JUKI : Sekarang pun Akang masih tetap tidak percaya?
JUMENA : Saya suaminya, Juki, saya lebih tahu. Bahkan saya tahu juga tahu
kesehatan paru-parunya.
Sumur Tanpa Dasar, Arifin C. Noer
Ciri drama yang terdapat pada kutipan tersebut adalah ....
A. latar tempat dan penokohan
B. dialog dan pelaku
C. tema dan latar tempat
D. latar tempat dan plot
E. pelaku dan plot
Teks untuk soal nomor 8 s.d. 11.
Cermati penggalan hikayat berikut!
Setelah genap empat puluh hari empat puluh malam, maka air mandi pun diarak oranglah dengan segala bunyi-bunyian dan bekas 21) air mandi itu sekaliannya emas bepermata. Maka Sang Sapurba dua laki istri pun mandilah diseri pancapersada itu. Maka baginda laki istri pun mandilah diseri pancapersada itu, dimandikan oleh Bat. Setelah sudah mandi, maka Sang Sapurba pun bersalinlah kain selengkap tubuh, lalu memakai pakaian derpata darmani namanya dan tuan putri Wan Sendari pun memakai kain buru dimani. Kedua baginda memakai dengan selengkap pakaian kerajaan. Maka kedua laki istri pun duduk di atas peterana yang keemasan di atas singgasana kerajaan. Maka gendang nobat pun 22) dipalu oranglah. Setelah sudah tabal, 23) maka segala para menteri, hulubalang sekaliannya menjunjung duli baginda. Telah itu nasi santapan pun diangkat orang. Maka baginda kedua laki istri pun santaplah. Setelah sudah santap, maka Bat membubuh panca upacara 24) di telinga raja kedua laki istri. Setelah itu maka Sang Sapurba sudah jadi raja di Palembang itu.
21) bekas = tempat
22) gendang nobat = bunyi-bunyian yang (seharusnya) alatnya 9 buah
24) panca upacara = sejenis perhiasan
Sang Sapurba Turun di Bukit Siguntang Mahameru
8. Salah satu karakteristik yang menonjol pada naskah sastra Melayu Klasik yang terdapat
pada kutipan hikayat tersebut adalah ....
A. penggunaan kata maka yang diulang
B. isi cerita tentang raja yang lalim
C. tentang raja dan para menterinya
D. menggunakan bahasa Melayu
E. bercerita tentang keluarga raja
9. Amanat yang terdapat dalam kutipan hikayat tersebut adalah . . .
A. Sudah selayaknya para menteri mengabdi kepada pemimpin.
B. Jangan campur adukkan urusan pribadi dengan urusan negara.
C. Hendaknya penobatan pemimpin dirayakan bersama rakyat.
D. Jadilah warga masyarakat yang tahu menghormati pemimpinnya.
E. Hendaknya warga masyarakat memperhatikan pemimpinnya.
10. Perbuatan yang kurang lazim dalam kehidupan masyarakat saat ini yang tampak
pada kutipan hikayat tersebut adalah ...
A. Mengadakan upacara penobatan bagi pemimpin.
B. Mengarak air mandi dengan iringan bunyi-bunyian.
C. Mengenakan pakaian berhiaskan emas permata.
D. Memandikan pemimpin sebagai tanda penghormatan.
E. Mengenakan pakaian kebesaran setelah penobatan.
11. Maksud kalimat yang dicetak miring, setelah sudah santap, maka Bat membubuh
panca upacara 24) di telinga raja kedua laki istri pada kutipan hikayat tersebut adalah ...
A. Setelah bersantap, Bat memasangkan perhiasan ke telinga baginda berdua.
B. Setelah bersantap, baginda mengenakan pakaian berhiaskan emas permata.
C. Sudah selesai bersantap, telinga baginda berdua diberi emas permata.
D. Selesailah bersantap, maka Bat memberi emas permata di telinga baginda.
E. Baginda sudah bersantap, maka Bat memberi permata di telinga baginda.
12. Cermati penggalan hikayat berikut!
(1) Timbul niat jahat dalam hati nahoda untuk memiliki Putri Cahaya Kairani serta harta benda Marakarma. (2) Marakarma ditolaknya ke dalam laut. (3) Seekor ikan nun menaruh kasihan pada Marakarma dan membawanya ke Negeri Palinggam Cahaya di mana kapal itu singgah. (4) Marakarma dipelihara Nenek Kabayan. (5) Dari cerita Nenek Kabayan, tahulah Marakarma bahwa Putri Mayang Mengurai adalah saudara perempuannya. (6) Dengan mengubah bunga, Marakarma dapat berhubungan dengan istrinya Putri Cahaya Kairani. (7) Putri Cahaya Kairani datang ke istana dan menceritakan segalanya. (8) Nahoda kapal lalu ditangkap dan disalangkan di tepi pantai. (9) Maka, semua orang bersuka cita.
Hikayat Marakarma
Kalimat pendukung watak Marakarma yang baik hati dan setia kepada istri terdapat
pada nomor ....
A. (1), (3), (5), dan (7)
B. (2), (5), (7), dan (8)
C. (3), (4), (6), dan (9)
D. (4), (5), (7), dan (8)
E. (6), (7), (8), dan (9)
Teks puisi berikut untuk soal nomor 13 dan 14
Cermati puisi berikut!
Dari Seorang Guru
kepada Murid-muridnya
Apakah yang kupunya, anak-anakku
selain buku dan sedikit ilmu
sumber pengabdian kepadamu
Kalau di hari Minggu engkau datang ke rumahku
aku tahu, anak-anakku
kursi-kursi tua yang di sana
dan meja tulis sederhana
dan jendela-jendela yang tak pernah diganti kainnya
semua padamu akan bercerita
tentang hidupku di rumah tangga
Ah, tentang ini tak pernah aku bercerita
Depan kelas, sedang menatap wajah-wajahmu remaja
- horison yang selalu biru bagiku –
karena kutahu, anak-anakku
engkau terlalu bersih dari dosa
untuk mengenal ini semua
Hartoyo Andangjaya
13. Maksud/isi puisi tersebut adalah . . . .
A. pengabdian seorang guru
B. ungkapan hati seorang guru
C. kehidupan seorang guru
D. pesan guru kepada murid
E. kerendahan hati seorang guru
14. Makna lambang, - horison yang selalu biru bagiku – adalah . . . .
A. sebuah cakrawala kehidupan anak remaja
B. kehidupan anak-anak yang haus akan ilmu
C. perjalanan kehidupan seorang guru yang kelam
D. kehidupan anak-anak yang masih polos dan tenang
E. pandangan seorang guru terhadap kehidupan remaja
15. Cermati penggalan novel berikut!
”Tetapi, “ kata orang tua itu pula, ”menurut adat dunia, hendaklah intan itu diikat dengan emas juga, supaya elok di pandang mata. Ini pun Syam, karena adikmu Salwiah itu sudah haji, patutlah yang menjadi suaminya haji pula.”
”Oleh sebab itu,” katanya pula, ”sudah kurundingkan dengan ibumu mana yang baik. Simpulan mufakat kami akan meyuruh engkau pergi ke Mekkah. Percobaan Setia, Suman Hs.
Nilai budaya yang terdapat dalam penggalan novel tersebut adalah ...
A. bermusyawarah dalam mengambil keputusan
B. mencarikan pasangan untuk anak yang sepadan
C. menjodohkan anak dengan pilihan orang tua
D. orang tua memegang adat dalam perjodohan
E. menggunakan perhiasan agar enak dilihat
16. Cermati kalimat berikut!
Berteduh pada pohon kamboja berkembang
Penulisan kalimat tersebut ke dalam aksara Arab Melayu yang tepat adalah . . .
A. بر تدوح ڧد ڧواحون كمبوج بركومباڠ
B. بر تدوح ڧداڠ ڧواحون كمبوج بركمباڠ
C. برو تدوح ڧد ڧوحون كمبوج بركمباڠ
D. بر تدوح ڧد ڧواحون كمبوج بروكمباڠ
E. بر تدوح ڧد ڧوحون كم بوج بركمباڠ
17. Cermati kalimat berikut!
ن كسباران ٳتولح كونٽي كموناڠان دان كباحغي أ
Perbaikan penulisan kata yang salah (digarisbawahi) adalah ....
A. كمناڠان
B. كمناڠانا
C. كمناڠنا
D. كميناڠان
E. كمناڠاأن
18. Cermati kalimat berikut!
سدون فون لبيح ترحيبور كرن . . . مڠوسير كجنوحن ستلح سحرين . . . دي كنطر
Kata-kata yang tepat untuk melengkapi teks tersebut adalah ....
A. سدڠ - تيدور
B. دلم - بكرج
C. دفت - بكرج
D. بلوم - تيدور
E. دلم - تيدور
19. Cermati kutipan hikayat berikut!
لا لودي سم بوتٽ ٱكن فون ٳتو دان دي جون جوڠ ٽ. بح سرڠغ بيوماٽم
Kalimat aksara Latin yang tepat untuk kutipan hikayat tersebut adalah ...
A. Serangga Bayu menyembuhkan lalu disambutnya puan itu dan dijunjungnya.
B. Serangga Bayu menyembah dan disambutnya akan puan itu dan dijunjungnya.
C. Serangga Bayu menyembah lalu disambutnya akan puan itu dan dijunjungnya.
D. Serangga Bayu menyembah lalu disebutnya akan puan itu dan dijunjungnya.
E. Serangga Bayu menyembur lalu disambutnya akan puan itu dan dijunjungnya.
20. Cermati kutipan hikayat berikut!
شحدان فدسواتوحري برتٽالح رجاغغك كفد من تريٽ إتو٫ײحي من تركو٫بغي من
جلن ٽ مك دفت أڠكومنحان حتي مو برسحبت دڠن بوروڠ حن تودان برغأول
د مي كيأن لماث؟
Maksud kalimat pada kutipan tersebut adalah . . .
Maksud kalimat pada kutipan hikayat tersebut adalah ...
A. Suatu hari raja gagak bertanya kepada mentrinya tentang bagaimana caranya agar dapat bersahabat dan bergaul dengan burung hantu yang jahat.
B. Suatu hari raja gagak bertanya kepada mentrinya tentang bagaimana caranya dia dapat bersahabat dan bergaul dengan burung hantu begitu lama.
C. Suatu hari raja gagak bertanya kepada mentrinya karena ingin tahu cara bersahabat dan bergaul dengan burung hantu yang jahat itu.
D. Suatu hari raja gagak bertanya kepada mentrinya yang telah berhasil membina persahabatan dan pergaulan dengan burung hantu.
E. Suatu hari raja gagak bertanya kepada mentrinya yang telah mengajarkan cara bersahabat dan bergaul dengan burung hantu
21. Cermati kutipan puisi berikut!
Kepadamu Kusampaikan
Kepak merpati terbang di jaring mentari
. . . .
Kepak gagak terbang di jaring mentari
Hitam-hitam bagai awan memendam duka yang dalam
Sungguh, dik, hidup mesti begini
Tentang kasih, maut menagih
Memendam, di dasar hati, antara kau dan aku
Slamet Sukirnanto
Larik bermajas yang tepat untuk melengkapi puisi tersebut adalah ...
A. Layar melambai berwarna putih bagus sekali
B. Awan putih mewarnai langit yang berseri
C. Layar putih bersih berkibar ditiup angin
D. Putihnya awan mewarnai langit bagus sekali
E. Putih-putih bagai berlayar mega megah abadi
Teks untuk soal nomor 22 dan 23.
Cermati kutipan puisi berikut!
Nyanyian Seorang Petani
Berilah kiranya yang tebaik bagiku
tanah berlumpur dan kerbau pilihan
biji padi yang manis
Berilah kiranya yang terbaik
air mengalir
hujan menyerbu . . . . (22)
Bila masanya buahnya kupetik
ranumnya kupetik
. . . . (23)
Abdul Hadi W.M.
22. Kata berima yang tepat untuk melengkapi larik (22) pada puisi tersebut adalah ....
A. tanah air
B. kolam alir
C. jalan air
D. sawah alir
E. sungai banjir
23. Larik yang tepat untuk melengkapi bagian rumpang (23) pada puisi tersebut adalah ....
A. kasih-Mu abadi
B. cahaya-Mu terangi
C. rakhmat-Mu kuraih
D. anugerah-Mu kunanti
E. berkah-Mu kucari
Teks untuk soal nomor 24 dan 25.
Cermati kutipan cerpen berikut!
Namanya Kembang Srigading. Aku tahu tanpa bertanya. Novelnya akan ada di samping bantalku. Ada namaku di novel itu. Benar-benar ada, lho, hingga rasanya kepalaku menggembung karena bangga. Cinta kan seperti undian yang tidak bisa ditebak sebelumnya dan baru kita ketahui bila permainan dimulai. Beberapa bulan kemudian kulihat novel ini membanjiri toko buku. Orang-orang mulai membicarakannya. . . . dan diterjemahkan dalam beberapa bahasa asing.
Aku dan Seorang Penulis Novel, Yuni Kridtianingsih
24. Peristiwa itu (yang dicetak miring) tidak sesuai dengan konteks. Kalimat perbaikan yang sesuai dengan kutipan cerpen tersebut adalah ...
A. Kalau kebetulan aku pergi ke toko buku dan melihat ada novel itu aku sudah cukup merasa senang.
B. Aku akan melakukan yang terbaik yang aku bisa sehingga terciptalah novel pertamaku ini.
C. Teman-temanku meledekku habis-habisan tapi aku jamin itu hanya refleksi dari perasaan iri.
D. Srigading yang namanya kupakai dalam novelku merasa kurang senang, bahkan marah.
E. Novel ini memiliki muatan lokal pelestarian budaya daerah yang belakangan ini menjadi sorotan.
25. Kalimat peristiwa yang sesuai untuk melengkapi cerpen tersebut adalah ....
A. Setelah itu Kembang Srigading tetap mengetik di tempatku
B. Aku tidak menyangka aku bisa menulis cerita yang digemari masyarakat
C. Beberapa media massa melakukan bedah buku terhadap novel terbaruku itu
D. Terakhir-terakhir malah kudengar novel itu mendapatkan penghargaan sastra
E. Aku mengikuti terus tulisan-tulisan di koran yang mengupas novel baruku itu
26. Cermati data buku berikut!
Korrie Layun Rampan dalam kumpulan cerpen Tarian Gantar menyajikan cerpen bernuansakan adat istiadat. Ia sudah menulis banyak judul cerpen maupun tulisan lain. Pengarang yang sarat dengan pengalaman membuat cerita-ceritanya kaya akan muatan.
Nasib tokoh ”aku” dalam Kewang Key Dilang Putri, nasib ”Inur” dalam Eheng, dan Jemina dalam cerpen Tarian Gantar misalnya, memperlihatkan hubungan antara manusia dengan lingkungannya. Ceritanya memiliki nilai antropologi dan sastra.
Kalimat resensi yang menyatakan keunggulan adalah . . .
A. Dalam Tarian Gantar memperlihatkan relasi yang tidak terputus antara manusia dan lingkungannya, selain itu ceritanya pun memiliki nilai antropologis dan bernilai sastra tinggi.
B. Tarian Gantar berisi kumpulan cerpen yang berisikan hubungan manusia dengan lingkungannya dan cerpen ini bernuansakan adat istiadat, memiliki nilai antropologi dan sastra.
C. Kumpulan cerpen karya Korrie Layun Rampan sangat bagus untuk dibaca karena bernilai antropologis dan bernilai sastra tinggi meskipun kita melihat ada nasib pelaku pada beberapa cerpen.
D. Meskipun ada kemiripan nasib pelaku dalam beberapa cerpen di dalam Tarian Gantar tidak membuat ceritanya tidak bernilai, cerita-cerita diisi dengan muatan budaya, sastra, dan bermuatan lingkungan.
E. Buku kumpulan cerpen Tarian Gantar ini perlu dibaca, sayang jika dilewatkan begitu saja. Ceritanya memiliki nilai antropologis dan sastra, memperlihatkan hubungan antara manusia dengan lingkungannya.
27. Cermati kutipan drama berikut!
(1) Yoso : Aneh, ... kenapa bulu romaku merinding seperti ini, ya?
(2) Joko : . . . .
(3) Sri : Tidak, ... tidak! (menjerit histeris).
(4) Anto : Sri kenapa ... kenapa kau Sri? (semua menenangkan Sri).
(5) Sri : Aku, ... aku mendengar ada suara merintih, sepertinya suara itu
datangnya dari arah sana.
(6) Andi : Sudah, sudah kalian hanya terbawa oleh rasa takut kalian sendiri.
Lihatlah, bukankah tempat ini hening dan penuh ketenangan?
Shobir Poer
Kalimat yang tepat untuk melengkapi teks drama tersebut adalah ...
A. Aku sudah bilang, tempat ini kotor dan dingin.
B. Sekarang bantu aku mengangkat mayat ini.
C. Hi! Ada darah di mana-mana. Aku takut!
D. Jangan, jangan tinggalkan aku sendiri di sini!
E. Kau benar, aku juga merasakan begitu, Yoso.
28. Cermati kutipan esai berikut!
Seperti halnya Mangunwijaya, Rendra juga menulis sejumlah sajak yang ”mengacu” pada kisah Multatuli untuk menyuarakan penderitaan rakyat miskin di alam kemerdekaan. Sajak-sajak yang pada 8 November 1990 batal dibacakan di TIM karena dilarang aparat Orde Baru itu, mengingatkan kita pada Multatuli yang dihadang Gubernur Jenderal di Batavia. Multatuli alias ”aku yang menderita” kehilangan jabatannya karena bersimpati terhadap orang miskin (rakyat Lebak) dan mengkritik kolonial. Di zaman Orde Baru, Rendra kehilangan kesempatan, membacakan sajak tersebut karena bersimpati terhadap orang miskin dan mngkritik penguasa. Jauh sebelumnya bahkan, di tahun 1978-1979, Rendra mendekam di penjara karena kritik-kritiknya terhadap Orde Baru.
Masalah yang diungkapkan dalam kutipan esai tersebut adalah ....
A. kritik terhadap penguasa negri
B. suara penderitaan rakyat miskin
C. sajak-sajak penderitaan rakyat
D. akibat mengritik penguasa
E. keberanian Multatuli dan Rendra
Teks berikut untuk soal nomor 29 dan 30.
Cermati kutipan kritik berikut!
(1) Seno Gumira Ajidarma adalah pengarang terkemuka Indonesia dalam generasi yang lebih muda dengan Goenawan Mohamad dan Darmanto Yatman. (2) Selama ini, karya-karya Seno dianggap penuh dengan persoalan sosial dan politis. (3) Cerpen-cerpennya seperti Saksi Mata, Pelajaran Mengarang, Sepotong Senja untuk Pacarku, dan lain-lain acap kali dibahas dari dimensi sosial dan politik karena dianggap sarat dengan persoalan sosial-politik. (4) Tulisan pendek ini mencoba membahas sebuah novelnya berjudul Kitab Omong Kosong dari perspektif yang lain, yakni lebih menitikberatkan pada persoalan budaya. (5) Sejauh mana Seno memanfaatkan, mengolah, dan membongkar mitos wayang (dalam hal ini Ramayana) untuk melontarkan gagasan dan pandangannya berkaitan dengan realitas sosial, politik, dan budaya yang dialami dalam situasi kekinian.
29. Kalimat yang menunjukkan kritik terhadap karya sastra dalam kutipan tersebut terdapat
pada nomor ....
A. (1)
B. (2)
C. (3)
D. (4)
E. (5)
30. Unsur intrinsik cerpen yang dikritik pada kutipan kritik tersebut adalah ....
A. tema
B. amanat
C. latar
D. alur
E. penokohan
Teks berikut untuk soal nomor 31 s.d. 34.
Cermati kutipan puisi berikut!
Banyak yang Tinggal
Banyak yang tinggal di gedung beratap beton
Menimbun rongsokan berton-ton
Banyak yang tinggal di emper-emper sempit dipeluk langit
Menjumputi remah-remah hidup yang pahit
Banyak yang tinggal di tenda-tenda
Menunggu kemelut reda
Aku tinggal di awang-awang
Ah, hanya bisa nyawang
Rembang, November 2006
A. Mustofa Bisri
31. Maksud puisi tersebut adalah ...
A. Masih ada kemiskinan dan penderitaan.
B. Kemiskinan dan penderitaan.di mana-mana
C. Melihat kemiskinan dan penderitaan.
D. Mengatasi kemiskinan dan penderitaan
E. Terharu melihat kemiskinan dan penderitaan.
32. Makna lambang kata beton pada larik Banyak yang tinggal di gedung beratap beton
adalah ....
A. kegagahan
B. keperkasaan
C. kekuatan
D. kemegahan
E. kekuasaan
33. Amanat tersirat yang ingin disampaikan penyair adalah ...
A. Bersama-sama kita mengentaskan kemiskinan dan penderitaan.
B. Para penguasa janganlah menindas rakyat kecil dan korban bencana.
C. Saling tolong-menolonglah kita dalam membantu yang kesusahan.
D. Marilah kita peduli pada kemiskinan dan penderitaan di sekitar kita.
E. Jangan biarkan mereka terus-menerus dalam kemiskinan dan penderitaan.
34. Nilai moral yang terdapat pada larik, /Aku tinggal di awang-awang/Ah, hanya bisa
nyawang/ adalah ...
A. Seseorang yang berada entah di mana merasa prihatin melihat kemiskinan dan penderitaan di negerinya.
B. Ketidakberdayaan seseorang dalam menyelesaikan masalah kemiskinan dan penderiataan selain hanya memperhatikan dari jauh.
C. Kemiskinan dan penderitaan yang terjadi hanya dapat dilihat dari kejauhan dan sulit diatasi karena adanya keterbatasan dana.
D. Kepedulian seluruh warga masyarakat terhadap kemiskinan dan penderitaan masih sangatlah diperlukan.
E. Pengentasan kemiskinan dan penderitaan rakyat merupakan tanggung jawab seluruh warga masyarakat.
35. Cermati kutipan novel berikut!
Dalam pada itu tak sunyi-sunyinya anak perahu tadi menyebut-nyebut nama Allah. Ada kalanya perahu itu tersandung kepada batang kayu yang hanyut dibawa arus, yang tiada timbul sampai ke permukaan air, hingga perahu itu senget dan berayun, bagaikan hilang rasa samangatku.
Percobaan Setia, Suman Hs.
Makna ungkapan anak perahu pada kutipan novel tersebut adalah ....
A. teknisi
B. penyelam
C. nakhoda
D. anak buah
E. penumpang
36. Cermati kutipan novel berikut!
”.... Sebagai seorang kawan, yang wajib berat sama memikul dan ringan sama menjinjing, apabila jauh dari tanah air, sewajibnyalah saya engau beri tahu, apakah yang menyusahkan hatimu sekarang, sehingga banyak perubahanmu daripada yang biasa?”
Di Bawah Lindungan Ka’bah, Hamka
Makna peribahasa wajib berat sama memikul dan ringan sama menjinjing pada kutipan novel tersebut adalah ....
A. beratnya penderitaan orang, lebih berat yang mengalami
B. seberat apa pun masalah tetap harus kita jalani
C. jangan menanggung sendiri masalah yang dihadapi
D. hadapi segala sesuatu dengan penuh tanggung jawab
E. suka duka, baik buruk sama-sama ditanggung
Teks berikut untuk soal nomor 37 s.d. 40.
Cermati kutipan berikut!
(1) Malam telah larut. (2) Aku terbangun di atas kasur di dalam kamar. (3) Hatiku terasa robek dan aku merasa amat nista dan kecil dalam keluarga orang tuaku ini. (4) Mengapa Ramanda tiada pernah memaafkan diriku? (5) Alangkah dosa diriku. (6) Alangkah tidak adilnya Ramanda dan betapa sakit hatiku sekarang. (7) Kuhamburkan tangisku di sana. (8) Kumohon ke hadapan Tuhan berkah serta maaf. (9) Kutangisi Prahasto yang belum memahami arti dunia ini yang sebenarnya, istriku Pratiwi, anak manusia yang telah menjadi korban kedengkian Ramanda selama ini.
Keris, Purnawan Tjondronegoro
37. Pendukung latar suasana sedih terdapat pada kalimat nomor ....
A. (1), (3), (4), dan (7)
B. (2), (4), (6), dan (8)
C. (3), (6), (7), dan (8)
D. (4), (6), (7), dan (9)
E. (5), (6), (8), dan (9)
38. Pendukung sikap orang tua yang otoriter terhadap anak terdapat pada kalimat nomor ....
A. (1), (3), (4), dan (6)
B. (2), (4), (6), dan (8)
C. (3), (4), (6), dan (9)
D. (4), (6), (7), dan (9)
E. (5), (7), (8), dan (9)
39. Pendukung sifat aku orang yang lemah dan tiada berdaya terdapat pada kalimat nomor ....
A. (1), (3), (5), dan (7)
B. (2), (4), (6), dan (8)
C. (3), (4), (6), dan (9)
D. (3), (6), (7), dan (9)
E. (4), (6), (8), dan (9)
40. Nilai budaya dalam cerita tersebut yang hingga kini masih lazim kita jumpai di
masyarakat adalah ...
A. Ketergantungan anak yang sudah berumah tangga kepada orang tua
B. Campur tangan orang tua di dalam kehidupan rumah tangga anaknya.
C. Ketidakberdayaan seorang menantu di hadapan mertuanya.
D. Seorang anak kecil yang menjadi korban ambisi orang dewasa.
E. Memohon ampun dan berkah kepada Tuhan saat ditimpa kemalangan.
Selamat mengerjakan!
PAKET 2
SOAL TRY OUT SASTRA
TAHUN PELAJARAN 2009/2010
Teks untuk soal nomor 1 s.d. 3
Cermati penggalan novel berikut!
(1) Ayahku patuh kepada Umi.
(2) Ini mungkin disebabkan oleh tidak ada lagi orang yang lebih tua yang patut lebih disegani di rumah itu. (3) Atau memang karena wibawanya. (4) Memang ada kakek. (5) Tetapi ceritanya lain. (6) Dan kepada kakek sesungguhnya pun ayahku segan. (7) Dan begitu pula sebaliknya, Umi menyantuni adiknya, seperti santunan itu hanya miliknya sendiri. (8) Dan tidak akan ditemukan di tempat lain.
Bako, Darman Moenir
1. Pembuktian watak tokoh Umi, orang yang berwibawa dan dermawan pada penggalan
novel tersebut terdapat pada kalimat nomor ....
A. (1) dan (5)
B. (2) dan (4)
C. (3) dan (7)
D. (4) dan (6)
E. (5) dan (8)
2. Peristiwa sebagai akibat perbuatan tokoh Umi tersebut terdapat pada kalimat nomor ....
A. (1) dan (7)
B. (2) dan (5)
C. (3) dan (4)
D. (5) dan (7)
E. (6) dan (8)
3. Amanat yang terdapat pada pengalan novel tersebut adalah ...
A. Bantulah orang yang sedang mengalami kesusahan.
B. Hendaknya di antara kita dapat saling menghargai.
C. Janganlah melupakan kebaikan orang kepada kita.
D. Berbuat baiklah selalu kepada siapa saja.
E. Hendaknya kita dapat memberikan contoh baik.
Teks untuk soal nomor 4 s.d. 5
Cermati penggalan novel berikut!
”Tetapi, “ kata orang tua itu pula, ”menurut adat dunia, hendaklah intan itu diikat dengan emas juga, supaya elok di pandang mata. Ini pun Syam, karena adikmu Salwiah itu sudah haji, patutlah yang menjadi suaminya haji pula.”
”Oleh sebab itu,” katanya pula, ”sudah kurundingkan dengan ibumu mana yang baik. Simpulan mufakat kami akan memberangkatkan engkau pergi ke Mekkah. Percobaan Setia, Suman Hs.
4. Watak tokoh orang tua pada penggalan tersebut adalah ....
A. bijaksana
B. penyayang
C. materialis
D. sombong
E. penolong
5. Pendeskripsian watak tokoh yang digunakan pengarang adalah melalui ....
A. pikiran tokoh
B. lingkungan tokoh
C. pandangan tokoh
D. perbuatan tokoh
E. ucapan tokoh
6. Cermati kutipan novel berikut!
Ia berhenti sebentar, mengusap matanya lalu ia berkata lagi, ”Besok menjelang hari keempat puluh, Kang. Engkau tahu? Kita hendak mengadakan selamatan sebagai sedekah kiriman, dan seluruh kampung hendak kami undang. Mereka telah menolong kami sejak engkau pergi lantaran mereka cinta kepadamu.”
Mereka berdua lalu melangkah meninggalkan pusara ayahnya.
Pulang, Toha Mohtar
Latar suasana pada penggalan novel tersebut adalah ....
A. haru
B. sendu
C. sedih
D. sahdu
E. rindu
7. Cermati teks drama berikut!
Andika : Bukan itu, Gun! Sekarang ini yang aku perlukan hanyalah sebuah
kacamata. Aku tersiksa dengan minus mataku setiap saat. Sementara tabunganku sendiri tidak cukup untuk membeli sebuah kacamata.
Gun : Dika, kenapa tidak kamu ceritakan saja ke orang tuamu?
Andika : Tidak, Gun! Pada suatu saat kamu akan tahu kehidupan keluargaku.
Aku tidak ingin orang tuaku merasa susah. Kamu perlu ketahui, aku
sekolah di SMA ini hanya ingin meraih beasiswa, Gun.
Karakter tokoh Andika adalah ....
A. hemat dan rajin
B. tekun dan sabar
C. ulet dan tabah
D. sabar dan tabah
E. baik dan rajin
Teks untuk soal nomor 8 s.d. 12.
Cermati penggalan hikayat berikut!
Maka bertitahlah raja, ”Hai Dimnah, di manakah engkau selama ini?”
”Ampun, Tuanku, beribu ampun,” jawab Dimnah, ”adalah patik yang hina ini senantiasa jua duduk di pintu balairung Tuanku, menanti-nantikan kalau-kalau ada sesuatu perkara yang dapat patik jadikan jalan akan berkhidmat kepada Tuanku, baik dengan diri maupun dengan harta dan pikiran. Bukankah, kata patik kepada diri patik, di penghadapan raja senantiasa timbul berbagai-bagai perkara, dan masakah di antara perkara yang banyak ragamnya itu tidak ada agak sebuah yang perlu tenaga seseorang yang tiada berharga sebagai patik ini sekalipun? Tuanku pun lebih mengetahui bahwa sekali-kali orang, yang bagaimana rendah dan hinanya pun, ada perlunya juga kepada raja dan negeri. Ranting yang kering yang tercampak di jalan raya pun terkadang-kadang ada gunanya, sekurang-kurangnya penggaruk gatal di tempat yang tiada tercapai oleh tangan. Betapa pula orang, yang banyak sedikit pun ada mempunyai akal.”
Hikayat Kalilah dan Dimnah
8. Salah satu karakteristik yang menonjol pada naskah sastra Melayu Klasik yang
terdapat pada kutipan hikayat tersebut adalah ....
A. penggunaan kata maka yang diulang-ulang
B. isi cerita tentang seorang raja yang lalim
C. tema dan alur terkait erat dengan petualangan
D. bercerita tentang raja dan keluarganya
E. menggunakan bahasa Melayu
9. Amanat yang terdapat dalam kutipan hikayat tersebut adalah . . .
A. Sudah selayaknya bawahan mengabdi kepada pemimpin.
B. Janganlah meremehkan orang yang tidak mampu.
C. Hendaknya pemimpin mendengarkan suara rakyat.
D. Jadilah warga masyarakat yang tahu menghormati pemimpinnya.
E. Hendaknya pemimpin menghargai kemampuan rakyatnya.
10. Perbuatan yang kurang lazim dalam kehidupan masyarakat saat ini yang tampak
pada kutipan hikayat tersebut adalah ...
A. Seorang pemimpin begitu kehilangan salah satu warganya yang telah lama tidak dilihatnya.
B. Seseorang rakyat kelas bawah setia menunggu perintah atau tugas dari pemimpinnya.
C. Seorang yang ahli secara berani dan terus terang menawarkan jasa kepada pemimpin negeri.
D. Memanfaatkan barang yang sudah tidak berguna menjadi sesuatu yang sangat bermanfaat.
E. Seorang pemimpin berkenan mendengarkan keluh kesah rakyatnya dan mencarikan jalan keluarnya.
11. Maksud kalimat yang dicetak miring, Bukankah, kata patik kepada diri patik, di penghadapan raja senantiasa timbul berbagai-bagai perkara, dan masakah di antara perkara yang banyak ragamnya itu tidak ada agak sebuah yang perlu tenaga seseorang yang tiada berharga sebagai patik ini sekalipun? pada kutipan hikayat tersebut adalah ...
A. Memohon kepada raja agar dia, sebagai rakyat kecil, diperkenankan membantu mengatasi salah satu masalah.
B. Setiap negeri memiliki berbagai masalah dan untuk mengatasinya pastilah memerlukan bantuan seseorang.
C. Seorang raja yang memiliki banyak masalah tentulah dapat menyelesaikan masalahnya seorang diri.
D. Warga masyarakat yang baik bersedia membantu menyelesaikan masalah yang dihadapi pemimpinnya.
E. Sekecil apa pun kemampuan seseorang, suatu ketika tentulah berguna bagi orang lain.
12. Kalimat pendukung watak Dimnah yang baik hati dan setia kepada raja adalah ...
A. ”Ampun, Tuanku, beribu ampun,” jawab Dimnah, ”adalah patik yang hina ini senantiasa jua duduk di pintu balairung Tuanku,...
B. ... menanti-nantikan kalau-kalau ada sesuatu perkara yang dapat patik jadikan jalan akan berkhidmat kepada Tuanku, ...
C. ... dan masakah di antara perkara yang banyak ragamnya itu tidak ada agak sebuah yang perlu tenaga seseorang yang tiada berharga sebagai patik ini ...
D. Tuanku pun lebih mengetahui bahwa sekali-kali orang, yang bagaimana rendah dan hinanya pun, ada perlunya juga kepada raja dan negeri.
E. Ranting yang kering yang tercampak di jalan raya pun terkadang-kadang ada gunanya, sekurang-kurangnya penggaruk gatal ...
Teks puisi berikut untuk soal nomor 13 dan 14
Cermati puisi berikut!
Kidung Akhir Tahun
Seorang tua jalan sendiri
Meninggalkan gerbang duniawi
Tak ada yang lain, kecuali pergi
Lewat jalan akhir dan sunyi
Slamet Sukirnanto
13. Maksud/isi puisi tersebut adalah ...
A. Akhir perjalanan hidup seseorang di dunia.
B. Kepergian orang yang sudah tua.
C. Orang yang sudah tua pergi seorang diri.
D. Seorang yang kesunyian ingin pergi seorang diri.
E. Kepasrahan seseorang yang siap menerima ajal.
14. Makna lambang, gerbang duniawi adalah ....
A. kekurangan
B. kepastian
C. kehidupan
D. kematian
E. kesempurnaan
15. Cermati penggalan novel berikut!
”Man, aku berhutang budi kepada ibumu,” katanya suatu kali. ”Ia amat banyak membantuku untuk dapat melanjutkan sekolah. Bahkan ia pulalah yang menganjurkanku untuk pindah saja ke sekolah yang lain ketika aku gagal di SMA. Tetapi ini tidak mudah, Man. Kalau aku bersekolah di tempat lain, artinya bukan di P, tentulah aku harus berpisah dengan orang kepada siapa aku berhutang budi. Ini tidak mungkin, Nak. Hutang emas bisa dibayar, hutang budi dibawa mati. Bukankah demikian? Aku bersedia bersekolah di tempat lain asal terlebih dahulu aku menyuntingnya,” ia melanjutkan secara jujur.
Bako, Darman Moenir
Nilai moral yang terdapat pada penggalan novel tersebut adalah ...
A. Tidak peduli apa pun yang diperbuat orang lain.
B. Kebaikan hati seseorang akan diingat selamanya.
C. Akibat perbuatan seseorang terbawa sampai mati.
D. Suatu perbuatan yang sudah telanjur tidak dapat dipebaiki.
E. Menyimpan rahasia seseorang dibawa mati.
16. Cermati kalimat berikut!
Aku juga rindu kepadamu
Penulisan kalimat tersebut ke dalam aksara Arab Melayu yang tepat adalah . . .
A. أ كوجوغ رندوكفدامو
B. أ كوجاغا رندوكفدامو
C. أ كوجوغا راندوكفدامو
D. أ كوجوغا رندواكفدامو
E. أ كوجوغا رندوكفدامو
17. Cermati kalimat berikut!
حوتڠ اي مس بي س دي بيا ر،حوتڠ بدي دي باومتي
Perbaikan penulisan kata yang salah (digarisbawahi) adalah ....
A. بوديا
B. بادي
C. بو دا
D. بودي
E. بديا
18. Cermati kalimat berikut!
ٲكو ۰۰۰لوكي سن ٳتودڠن سغنا ف ۰۰۰
Kata-kata yang tepat untuk melengkapi teks tersebut adalah ....
A. منوليس - فرس أن كو
B. ما م بوا ت - فرس أن كو
C. منڠي سي - حتي كو
D. من جوأل - حتي كو
E. ما م بوا - تنا غ
19. Cermati kutipan hikayat berikut!
مك بغين د كدوا لكي ٳس تري فون سن تا ف لح۰
Kalimat aksara Latin yang tepat untuk kutipan hikayat tersebut adalah ...
A. Maka baginda keduanya laki istri pun santaplah.
B. Maka baginda keduanya laki istri pun bersantap.
C. Maka beginda kedua lagi istri pun bersantaplah
D. Maka baginda kedua lagi istri pun santaplah
E. Maka baginda kedua laki istri pun santaplah.
20. Cermati kutipan hikayat berikut!
مك كد وا لكي ٳيس تري فون دودوق دي أتس فتران يڠ كٳي مسا ن دي أ تس سڠ غسنا كرجأ ن. مك غن دڠ نوبت فون دي فلو أورڠ لح ۰
Bunyi-bunyian (gendang) yang terdiri dari 9 buah = غن دڠ نوبت
Maksud kalimat pada kutipan hikayat tersebut adalah ...
A. Kedua suami istri pun menduduki kerajaan dan orang-orang membunyikan gendang penobatan.
B. Kedua suami istri pun duduk di singgasana kerajaan dan orang-orang memukul bunyi-bunyian.
C. Kedua suami istri pun duduk di singgasana kerajaan dan dinobatkan dengan gendang penobatan.
D. Kedua suami istri pun di singgasana kerajaan dan dinobatkan dengan bunyi-bunyian.
E. Kedua suami istri pun didudukkan di singgasana dan orang-orang memukul bunyi-bunyian.
21. Cermati kutipan puisi berikut!
Senandung Rindu
ketika kautapaki ruas jarak yang menuju ke puncak batas
. . . .
terhenti di luka waktu
maka ingin kuhanyutkan rona jiwa pada sungai
yang mengalir di malam lelapmu
Ahmad Subki
Larik bermajas yang tepat untuk melengkapi puisi tersebut adalah ...
A. aku inginkan selalu hadirmu
B. menyanyikan rindu tiap waktu
C. mimpiku tertambat di ceruk rindu
D. mimpiku bagaikan kalbu nan malu
E. kerinduan hati akan kehadiranmu
Teks untuk soal nomor 22 dan 23.
Cermati kutipan puisi berikut!
Lagu Sangsi
Hati lelaki yang terbagi
adalah daging dibajak sangsi
Hati yang hidup untuk dua bunga
adalah kali yang tersobek . . . (22)
Kali yang terbagi menjulur ke barat dan ke timur
Betapa lambat ia ngeluncur tanpa tidur
. . . (23)
Begitu tohor tapi tak berdasar
Rendra
22. Kata berima yang tepat untuk melengkapi larik (22) pada puisi tersebut adalah ....
A. lagi
B. rasa
C. raga
D. hati
E. dua
23. Larik yang tepat untuk melengkapi bagian rumpang (23) pada puisi tersebut adalah ....
A. Raga pergi tapi mata binar
B. Ragu di hati langkah pun gentar
C. Bagaikan rumah yang tak berlatar
D. Kali hitam tanpa buih dan sinar
E. Hati kosong tak bersinar
Teks untuk soal nomor 24 dan 25.
Cermati kutipan cerpen berikut!
Buat seorang janda yang sudah terlalu tua untuk itu, apalah yang dikehendaki lagi selain atap untuk berteduh dan makan serta pakaian yang cukup. Lagi pula anak tunggalnya yang tinggal di Surabaya dan menurut kabar hidup berkecukupan, tidak mau lagi berhubungan dengannya. Tarikan dan pelukan istri dan anak-anaknya rupanya begitu erat melengket hingga mampu melupakan ibunya sama sekali. Tidak apa, hiburnya. Di sini pun dia sering ditinggal pergi oleh majikannya. Tetapi waktu dia mulai merasa semakin renta, tidak sekuat sebelumnya, Mbok Jah merasa dirinya menjadi beban keluarga itu. Dia merasa menjadi buruh tumpangan gratis. Dan harga dirinya memberontak terhadap keadaan itu. . . .
”Mbok Jah”, Lebaran di Karet, di Karet ..., Umar Kayam
24. Peristiwa itu (yang dicetak miring) tidak sesuai dengan konteks. Kalimat perbaikan yang sesuai dengan kutipan cerpen tersebut adalah ...
A. Di rumah keluarga Mulyono ini dia merasa mendapat semuanya.
B. Di kota ini dia habiskan seluruh sisa hidupnya bersama keluarga Mulyono.
C. Kalaupun dia bersama anaknya di Surabaya belum tentu hatinya senang.
D. Mbok Jah mengisi waktu sepinya dengan bermain bersama anak asuhannya.
E. Sungguh dia tak mengerti mengapa anaknya begitu.
25. Kalimat peristiwa yang sesuai untuk melengkapi cerpen tersebut adalah ....
A. Dia pasrahkan hidupnya kepada keluarga Mulyono.
B. Dia sedih meratapi nasib malangnya ini.
C. Disampaikan kata hatinya kepada anaknya.
D. Diputuskannya untuk pulang saja ke desanya.
E. Dia bergegas meninggalkan rumah itu.
26. Cermati data buku berikut!
Meusyen karya Raysa Kamila, dkk. merupakan kumpulan cerpen yang ditulis oleh 30 anak muda yang berusia 14 sampai 25 tahun. Menggambarkan anak yang masih berusia sangat muda, tentu gejolak rasa sangat beragam dalam hati mereka. Meski beragam, semua temanya tetaplah meusyen.
Meusyen adalah kosa kata Aceh yang jika di-Indonesia-kan kurang lebih artinya rindu yang sangat mendalam. Rindu sebuah perdamian, rindu akan ayah pulang, rindu melihat mata hari terbenam, rindu melihat senyum ibu, rindu berkumpul dengan teman-teman, dan berbagai macam rindu dapat kita lihat dalam buku yang diterbitkan Aneuk Mulieng Publishing itu.
Kalimat simpulan resensi yang sesuai dengan data buku tersebut adalah . . .
A. Jika selama ini kita hanya mendengar pidato tentang perdamian Aceh, dalam buku ini, tidak terkesan seperti pidato.
B. Bagi mereka yang ingin tahu perasaan anak Aceh terhadap sebuah perdamaian, buku ini tentunya sangat layak dikonsumsi.
C. Membaca keseluruhan judul dalam buku ini, maka sebuah kepiluan anak Aceh akan dirasakan.
D. Damai boleh saja datang, tetapi kenangan di masa konflik tidak mudah lekang. Hal ini tergambar hampir pada semua cerita dalam buku itu.
E. Konflik Aceh dapat kita lihat dalam 30 naskah cerpen yang terkumpul dalam sebuah buku berjudul Meusyen.
27. Cermati kutipan drama berikut!
Endah : Yah, ... mudah-mudahan anak pertama kita terlahir selamat, ya, Mas.
Sukiman : Iya ..., ya ... ya! (gugup)
Endah : . . . .
Sukiman : Eee, ... apakah uang kita, maksudku bagaimana dengan tabungan di
celengan
Endah : Syukurlah Mas, setiap hari aku menyisihkan lima ratus rupiah, itu pun
kalau uang pemberian Mas tersisa.
Sukiman : Eee, kalau pada waktunya kau melahirkan kemudian uang tidak cukup kita
cari ke mana, ya?
Nak, Suara Itu Jadi Mentari, Shobir Poer
Kalimat yang tepat untuk melengkapi teks drama tersebut adalah ...
A. Jadi , Mas tidak tahu kita mesti gimana?
B. Masa bodoh, ah! Aku cape, mau tidur.
C. Kamu harus kerja keras cari tambahan.
D. Lho ... Mas kok terlihat gugup, ada apa?
E. Aduh! Aku jadi bingung!
28. Cermati kutipan esai berikut!
Rendra menulis Sajak Pulau Bali (1977), menegaskan bahwa kebudayaan rakyat ternoda/ digencet standar dagang internasional. Lewat sajak ini, selain menjadikan Bali sebagai senjata untuk mengecam Bank Dunia dan deru kapitalisme alias kolonialisme baru, Rendra juga menggambarkan kebudayaan Bali telah tercemar karena industri pariwisata. Penyair Radhar Panca Dahana lewat sajak Bali di Ufuk Teru Menyan (1994), menggaungkan suara lain yang melihat Bali dengan rasa kagum. Lewat sajaknya Radhar mengekspresikan bahwa Bali tetap kencana di tengah gerusan – globalisasi industri pariwisata.
Masalah yang diungkapkan dalam kutipan esai tersebut adalah ....
A. industri pariwisata
B. pencemaran budaya
C. permaslahan Bali
D. pariwisata Bali
E. budaya Bali
Teks berikut untuk soal nomor 29 dan 30.
Cermati kutipan kritik berikut!
(1) Kesulitan memahami sajak Toeti Heraty Noerhadi makin merepotkan ketika kita mencermati bentuknya. (2) Tampak di sini, Toeti mengabaikan begitu saja ketentuan bait atau korelasi antarlarik. (3) Ia lebih mendahulukan gagasan. (4) Boleh jadi, ia memperlakukan itu karena memang sengaja hendak membebaskan gagasan dari ikatan-ikatan bentuk. (5) Jadi, pemakaian enjambemen yang terdapat di sana-sini dalam sebagian besar puisi Toeti, tetap saja kurang begitu membantu ketika hendak menelusuri makna puisi bersangkutan.
29. Kalimat yang menunjukkan kritik terhadap karya sastra dalam kutipan tersebut terdapat
pada nomor ....
A. (1)
B. (2)
C. (3)
D. (4)
E. (5)
30. Unsur intrinsik puisi yang dikritik pada kutipan kritik tersebut adalah ....
A. tema
B. amanat
C. latar
D. makna
E. rima
Teks berikut untuk soal nomor 31 s.d. 34.
Cermati kutipan puisi berikut!
Akulah Si Telaga
akulah si telaga: berlayarlah di atasnya
berlayarlah menyibakkan riak-riak kecil yang menggerakkan
bunga-bunga padma;
berlayarlah sambil memandang harumnya cahaya;
sesampai di seberang sana, tinggalkan begitu saja – perahumu
biar aku yang menjaganya
Perahu Kertas, Sapardi Djoko Damono
31. Isi puisi tersebut adalah ...
A. keinginan menjaga
B. petualangan hidup
C. pengorbanan seseorang
D. pejalanan hidup
E. indahnya kehidupan
32. Makna lambang kata telaga pada puisi tersebut adalah ....
A. bersedia menjadi tempat berlabuh
B. rela berkorban untuk orang lain
C. tempat perahu berlayar
D. menjadi penjaga perahu
E. tempat tumbuhnya bunga padma
33. Amanat tersirat yang ingin disampaikan penyair adalah ...
A. Kita harus dapat menghindari semua godaan.
B. Bantulah orang yang sedang dalam kesulitan.
C. Hendaknya kita berani menghadapi tantangan.
D. Jadilah orang yang rela melakukan sesuatu bagi orang lain.
E. Hendaknya kita senantiasa berbuat baik kepada orang lain.
34. Nilai moral yang terdapat pada larik, biar aku yang menjaganya adalah ...
A. Mebiarkan orang lain berbuat sesuka hati.
B. Seseorang menyarankan orang lain berbuat baik.
C. Menghadapi semua rintangan yang henghadang.
D. Menghargai kebaikan yang telah diberi seseorang.
E. Seseorang yang rela berkorban bagi orang lain.
35. Cermati kutipan novel berikut!
Karena sudah biasa aku mengerjakan pekerjaan yang demikian itu, tiada pernah induk semangku yang baru ini bermasam muka kepadaku. Syukurlah aku kepada Tuhan yang sudah menurunkan rahmat-Nya kepadaku.
Makna ungkapan induk semang pada kutipan novel tersebut adalah ....
A. pemimpin
B. penguasa
C. majikan
D. sahabat
E. rekanan
36. Cermati kutipan novel berikut!
”Hapuskanlah perasaan itu dari hatimu, janganlah ditimbul-timbulkan juga. Engkau tentu memikirkan juga, bahwa emas tak setara dengan loyang, sutra tak sebangsa dengan benang.”
Di Bawah Lindungan Ka’bah, Hamka
Makna peribahasa emas tak setara dengan loyang, sutra tak sebangsa dengan benang. pada kutipan novel tersebut adalah ....
A. keadaan yang tidak seimbang
B. terpisah jarak yang sangat jauh
C. berbeda zaman berbeda cara
D. menyesuaikan dengan keadaan
E. seseorang yang pandai membawa diri
Teks berikut untuk soal nomor 37 s.d. 38.
Cermati kutipan berikut!
(1) Ayahmu yakin, pada waktu kau membaca nasihatku ini kau bisa jadi dan bisa kerja apa saja anakku. (2) Tetapi, janganlah kau bercita-cita jadi seorang pengarang macam aku ini.
(3) Mungkin sekali engkau pergi ke perpustakaan dan melihat cerita pendek di mana tertulis nama ayahmu, dan tergerak hatimu ingin berbuat yang sama.
(4) Aku mempunyai banyak alasan melarangmu, anakku. (5) Tetapi hanya beberapa alasan yang bisa kusebutkan. (6) Seorang pengarang yang baik selalu berusaha mencari kebenaran. (7) Tetapi kadang-kadang kebenaran dikalahkan oleh kenyataan, dan pada saat itulah para pengarang diuji. (8) Suatu kenyataan mungkin tidak benar, anakku. (9) Karena itu, ia harus berani disalib atau digantung untuk suatu kebenaran.
”Nasehat untuk Anakku” Motinggo Busye, Horison Sastra Indonesia 2 Kitab Cerita Pendek
37. Pendukung latar suasana haru terdapat pada kalimat nomor ....
A. (1), (2), (4), dan (6)
B. (2), (4), (5), dan (7)
C. (3), (6), (8), dan (9)
D. (4), (7), (8), dan (9)
E. (5), (6), (7), dan (8)
38. Pendukung sikap seorang ayah yang sayang kepada anaknya terdapat pada kalimat nomor ....
A. (1) dan (3)
B. (2) dan (4)
C. (5) dan (7)
D. (6) dan (9)
E. (7) dan (8)
Teks berikut untuk soal nomor 39 s.d. 40.
Cermati kutipan berikut!
(1) Ia berhenti sebentar, mengusap matanya lalu ia berkata lagi, ”Besok menjelang hari keempat puluh, Kang. (2) Engkau tahu? (3) Kita hendak mengadakan selamatan sebagai sedekah kiriman, dan seluruh kampung hendak kami undang. (4) Mereka telah menolong kami sejak engkau pergi lantaran mereka cinta kepadamu.”
(5) Mereka berdua lalu melangkah meninggalkan pusara ayahnya.
Pulang, Toha Mohtar
39. Pendukung sifat ia adalah seorang yang tahu menghargai kebaikan orang terdapat pada kalimat nomor ....
A. (1) dan (2)
B. (2) dan (3)
C. (3) dan (4)
D. (3) dan (5)
E. (4) dan (5)
40. Nilai budaya dalam cerita tersebut yang hingga kini masih lazim kita jumpai di
masyarakat adalah ....
A. memberi sedekah kepada orang yang telah mendoakan
B. mengirim doa bagi orang yang sudah meninggal dunia
C. membalas jasa orang yang berbuat baik kepada kita
D. mengenang kebaikan orang yang sudah meninggal dunia
E. mendatangi kerabat orang yang sudah meninggal dunia.
Selamat mengerjakan!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar