Selasa, 14 Desember 2010

Perbedaan Fakta dan Opini

FAKTA DAN OPINI
Fakta adalah hal, peristiwa, keadaan, atau sesuatu yang merupakan kenyataan. Sesuatu itu benar-benar ada atau terjadi. Bila dikaitkan dengan soal bahasa Indonesia, yang dimaksud fakta adalah pernyataan yang tak terbantah lagi kebenarannya. Pernyataan itu berupa kalimat yang ditulis berdasarkan kenyataan, peristiwa, atau keadaan yang benar-benar terjadi secara objektif. Fakta adalah

Kamis, 25 November 2010

Proses Morfologis dan Nonmorfologis

Proses morfologis ialah proses pembentukan kata-kata dari satuan lain yang merupakan bentuk dasarnya. Bentuk dasar dapat berupa kata atau frasa.


Mengidentifikasi dan Menggunakan Kata yang Mengalami Proses Morfologis

Pembentukan kata berdasarkan proses morfologis sebagai berikut.

Bahasa Rakyat

0leh Erwan Juhara

INDONESIA sebagai negara dwibahasa umumnya memiliki bahasa ibu yang dikenal sebagai bahasa daerah. Selain bahasa ibu, dalam masyarakat hidup juga bahasa rakyat, yaitu bahasa yang hidup dan dikenal dalam suatu komunitas/masyarakat, baik yang lisan maupun tertulis sebagai bagian dari folklor. Secara etimologi, folklor adalah pengindonesiaan kata inggris/o/Wore, kata itu adalah kata majemuk dari dua kata dasar folk dan lore. Folk artinya sama dengan kata = kolektif (collectivity).

Rabu, 24 November 2010

Kisah-Kisah Mualaf

Petinju Afrika, Dari Gbodo Ygor Menjadi Ali Akbar

Awal Januari 2010, Gbodo Ygor, petinju asal Republik Afrika Tengah datang ke Pakistan mengikuti ajang Benazir Bhutto Boxing Tournament. Turnamen ini ternyata menjadi titik awal perubahan hidupnya, karena saat mengikuti turnamen itulah Ygor memutuskan untuk menjadi seorang muslim dan saat kembali ke tanah airnya, ia sudah menyandang nama islami, Ali Akbar.
"Meski saya tidak mendapatkan gelar juara, saya mendapatkan sesuatu yang jauh lebih besar. Saya, dengan rahmat Allah, sekarang menjadi seorang muslim," kata Ali Akbar.

Kisah-Kisah Mualaf

Sa'ad Laws: Pengalaman Haji Malcolm X Mengantarnya pada Islam

Ia memilih nama Islam "Sa'ad" ketika memutuskan untuk menjadi seorang Muslim. Terlahir dari keluarga Kristen--ayah Katolik asal Irlandia dan ibu seorang penganut Metodis--ia mengaku keluarganya bukan tergolong penganut agama yang taat. Pergi ke gereja pun hanya jika ada acara-acara khusus. Tak heran jika agama menjadi sesuatu yang asing baginya.
Meski demikian, Sa'ad Laws, dua saudara perempuan dan seorang saudara lelakinya serta kedua orang tuanya hidup rukun. Keluarga kelas menengah itu tinggal di kawasan terpencil di AS bernama Hamlet. Ketika kecil, saat melihat patung Yesus, Sa'ad selalu bertanya-tanya

Kisah-Kisah Mualaf

Dalam Islam, Madonna Menemukan Kedamaian

Kelahiran dan kematian putrinya menjadi titik perubahan dalam hidupnya. Ketika tahu dirinya hamil, Madonna Johnson tahu bahwa ia akan menjadi orang tua tunggal. Jika karena bukan rasa cinta, pengabdian dan dukungan dari ibunya, Madonna mungkin tidak akan pernah bisa melewati semua persoalan hidupnya.
Namun Madonna harus kehilangan putri yang baru dilahirkannya. Pada usia 5 bulan, bayinya meninggal akibat "Sudden Infant Death Syndrome" (SIDS) yang dalam dunia kedokteran dikenal sebagai kematian tiba-tiba pada balita yang tidak diketahui penyebabnya. Kematian putrinya yang mendadak, membuat Madonna sangat berduka.

Kisah-Kisah Mualaf

Lynette Wehner: Mengajar di Sekolah Islam Mengantarnya ke Cahaya Islam

Lynette Wehner mengakui terjadi pergulatan batin ketika ia pertama kali mendapatkan tugas mengajar di sebuah sekolah Islam. Wehner lahir dari keluarga Amerika yang menganut agama Kristen Katolik. Kedua mertuanya mengingatkan agar Wehner tidak terpengaruh dengan ajaran Islam meski ia cuma menjadi tenaga pengajar paruh waktu di sekolah Islam itu.
"Yang penting, kamu tidak masuk Islam," begitu kata ayah mertuanya.

Kisah-Kisah Mualaf

Mantan Anggota Klu Klux Klan yang Memilih Jalan Kebenaran Islam

Sejak kecil Clinton Sipes hidup dengan atmosfir kekerasan dalam keluarganya. Ia sering menjadi korban kekerasan fisik dan amarah ayahnya yang seorang pecandu minuman keras. Ia pun tumbuh menjadi seorang remaja yang memiliki perilaku anti-sosial dan senang melakukan kekerasan pada siapa saja, pada kakak lelakinya, pada teman sekelasnya, guru-guru bahkan pada hewan. Kekerasan yang dilakukan Sipes bahkan sudah dalam level sadis.

Kisah-Kisah Mualaf

Herrington, "Jika Menginginkan Kebenaran, Bergaullah dengan Muslim"

"Saya menyadari cara terbaik untuk merasakan bagaimana menjadi seorang Muslim adalah dengan menjalani hidup seperti mereka," kata Cassidy Herrington, seorang mahasiswi, non-Muslim dan wartawan di harian Kentucky Kernel, sebuah media yang dikelola oleh mahasiswa di Universitas Kentucky, AS.
Keinginannya untuk mengenal lebih dekat dan memahami kehidupan sebagai Muslim itulah yang mendorongnya untuk mencoba "menjadi seorang muslimah" dengan cara mengenakan jilbab selama satu bulan penuh.
"Selama sebulan saya mengenakan jilbab, bergulat dengan persepsi yang ditunjukkan orang asing,

Kisah-Kisah Mualaf

Hedley Churchward, Orang Inggris Pertama yang Menjadi Tamu Allah

Hedley Churchward tercatat sebagai orang Inggris pertama yang menjalankan ibadah haji. Churchward yang kemudian memeluk Islam dan berganti nama menjadi Mahmoud Mubarak, kemudian dikenal sebagai salah seorang cendikiawan muslim dan menorehkan prestasi di bidang studi Islam. Setelah belajar Islam di Universitas Al-Azhar, Mesir selama bertahun-tahun, Churchward atau Mahmoud Mubarak menjadi dosen Sirah terkenal di Akademi Qadi. Lalu siapa Churchward sebelum menjadi seorang muslim?

Kisah-Kisah Mualaf

Dokter Gigi Angkatan Laut AS yang Memilih Agama Islam

Heather Ramaha baru tiga bulan ditugaskan di basis militer AS Pearl Harbour, Hawai ketika serangan 11 September 2001 terjadi. Ia bersuamikan anggota pasukan Marinir AS, seorang muslim Palestina asal San Francisco. Meski suaminya muslim, Ramaha belum masuk Islam dan masih memeluk agama Kristen.
Peristiwa serangan 11 September 2001 membuat Islam dan Muslim menjadi pemberitaan dan pembicaraan masyarakat dunia, meski sebagian bersar pemberitaan itu bias dan mengandung kebencian terhadap kaum Muslimin dan Islam.Di sisi lain, peristiwa ini justru mendorong sebagian non-muslim untuk beralih memeluk agama Islam dan Ramaha

Kisah-Kisah Mualaf

"Mimpi Buruk" Mengeluarkannya Dari Kegelapan Menuju Cahaya Islam

Sejak kecil Angelene McLaren sudah membangun hubungan yang mendalam dengan "tuhan". Tentu saja "tuhan" yang diyakini dalam agama McLaren yang lahir dan dibesarkan di tengah keluarga penganut Katolik. Ia tidak pernah berpikir untuk pindah agama meski ajaran Katolik diakuinya membingungkan, kontradiktif dan ambigu. Bahkan ketika duduk di sekolah menengah atas. McLaren memutuskan untuk mengabdikan dirinya pada Katolik. Ia menghadiri misa dua kali sehari, melakukan pengakuan dosa sedikitnya seminggu sekali dan melaksanakan semua ritual yang diajarkan para pendeta, dengan satu keinginan agar ia lebih dekat pada "tuhan"nya.
Tapi semakin ia mengenal lebih dalam ajaran Katolik yang dianutnya,

Kisah-Kisah Mualaf

Kaligrafi Masjid Alhambra Mengantarnya Menjadi Seorang Muslimah

"Saya duduk di dalam Masjid Alhambra, Spanyol sambil menatap tulisan yang terukira indah di dinding-dindingnya. Tulisan yang paling indah yang pernah saya lihat. Saya lalu bertanya pada orang-orang di sekitar 'bahasa apa itu?' mereka menjawab bahwa itu bahasa Arab," kenang Karima Burns ketika pertama kali ia mengenal tulisan dalam bahasa Arab.
Tulisan Arab yang pertama kali dilihat Burns ternyata sangat berkesan di hatinya. Hingga keesokan harinya, ketika pemandu tur menanyakan soal pilihan bahasa buku panduan wisata yang ia inginkan, dengan mantap Burns menjawab ia menginginkan buku panduan wisata yang ditulis dalam bahasa Arab.

Sabtu, 20 November 2010

Soal Tryout UN Sastra Indonesia

PAKET 1

SOAL TRY OUT SASTRA

TAHUN PELAJARAN 2009/2010

Teks untuk soal nomor 1 s.d. 3
Cermati penggalan novel berikut!

(1) Wahai jantung hatiku, cahaya mataku! (2) Batapakah sampai hatimu meninggalkan aku seorang diri dengan nasibku yang malang ini? (3) Jika siang tiadalah lain yang kupikirkan, melainkan engkau dan untungku yang celaka ini. (4) Bekerja yang lain tiada dapat, karena pikiranku selalu melayang. (5) Walaupun badanku ada di sini, tetapi nyawaku tiadalah jauh daripadamu. (6) Wajah mukamu senantiasa terbayang-bayang di mataku. (7) Jangankan bekerja, sedangkan makan dan minum tiada ingin, karena nasi dimakan rasa sekam, air diminum rasa duri.
Sitti Nurbaya, Marah Rusli

1. Watak tokoh aku pada penggalan novel tersebut adalah ....
A. penyayang
B. pemalas
C. perayu
D. baik
E. setia

Kamis, 18 November 2010

Sintaksis

JENIS-JENIS KALIMAT
Kalimat adalah gabungan dari beberapa kata yang mengungkapkan suatu maksud. Secara lisan, kalimat diiringi dengan nada bicara, jeda dan intonasi. Secara tertulis, kalimat ditandai dengan huruf kapital dan tanda baca yang sesuai.

Sintaksis

UNSUR-UNSUR KALIMAT
Telah disinggung sebelum ini, bahwa kalimat terdiri dari dua unsur, yaitu subjek dan predikat. Hubungan subjek dan predikat dalam kalimat inti bagaikan hubungan proton dan elektron dalam atom. Tanpa kehadiran kedua unsur ini, subjek dan predikat, dalam suatu susunan kata, susunan itu tidak dapat dipandang sebagai kalimat. Walaupun demikian, tidak semua kata bisa dipandang sebagai subjek maupun predikat. Ada sejumlah syarat yang harus dipenuhi untuk subjek dan predikat. Berikut ini akan kita bicarakan secara panjang lebar setiap unsur pembangun kalimat terssebut.

SUBJEK
Subjek adalah sesuatu yang akan diinformasikan kalimat. Subjek adalah inti kalimat. Subjek harus bisa berdiri sendiri. Karena karakteristiknya seperti itu, yang bisa menempati posisi subjek hanyalah nomina.

Senin, 15 November 2010

Sintaksis

POLA KALIMAT DAN VARIASINYA

Kalimat memiliki unsur-unsur fungsional yang disebut: subjek (S), predikat (P), objek (O), dan keterangan (K). Urutan unsur-unsur tersebut membentuk pola kalimat, misalnya :

Minggu, 14 November 2010

Esei

BULAN CERAH BULAN KELABU
Oleh Muhlasin, S.Pd
Pernah sepulang solat maghrib dari masjid, saya menunjukkan bulan yang masih sabit kepada putriku. Saya membopongnya sementara isteriku membawakan tas mukenanya. Tapi komentarnya ternyata di luar dugaanku dan barangkali beberapa orang yang pulang bersama kami.
“Pak, bulannya rusak ya?” begitu celotehnya sambari menunjuk bulan sabit di ufuk barat kami. Kontan saja kami tertawa mendengarnya.
Memang, bulan sangat menarik untuk dibicarakan. Satelit bumi ini telah mengilhami penyair-penyair profesional maupun amatiran yang sedang belajar membuat syair sejak dulu dan mungkin kelak saat kiamat. Beberapa penulis lagu dan penyanyinya juga sering mendendangkan benda langit kuning itu.

Artikelku

SBI: SEKOLAH BERTARAF INTERVENSI
Oleh Muhlasin

Pada era sertifikasi ini, seorang guru pasti ingin disebut sebagai guru profesional. Tapi manakala profesionalismenya berhadapan vis-à-vis dengan kekuasaan jabatan dan uang, apa yang mesti dilakukan?
Sebagai ujung tombak dalam dunia pendidikan, guru memikul beban tanggung jawab yang tidak ringan. Seorang guru dituntut memiliki tiga profesionalisme sekaligus, yaitu profesionalisme pedagogik, profesionalisme kepribadian, dan profesionalisme sosial. Profesionalisme ini bakal tercapai manakala guru memiliki suatu idealisme.

Sabtu, 23 Oktober 2010

Cerpen karya siswa SMA

Oleh Annisa Harumni Arifah


“Ayah, ayo…! Sepatunya cepetan dipakai!!! Kata Bu guru, hari ini hari Ibu. Jadi kita tidak boleh terlambat…”, rengek Ahfa pada ayahnya yang tidak terlihat bersemangat hari itu.
“Ahfa, anak Ayah, hari ini tidak usah berangkat sekolah saja ya?” pinta ayahnya iba. Ahfa tidak mempedulikan perkataan ayahnya. Dia terus saja menarik-narik seragam ayahnya. Gadis cilik berseragam putih-merah ini terlalu polos untuk mengerti apa yang sedang dipikirkan ayahnya. Hari ini adalah hari Ibu, Ahfa gembira sekali menyambut perayaan hari Ibu di sekolahnya. Untuk anak kelas satu Sekolah Dasar, ini adalah untuk pertama kalinya dia merayakan hari yang diperingati setiap tanggal 22 Desember itu.
“Ayah, jam sembilan teng datang ya? Pak Kapten tidak boleh terlambat! Bunda sudah janji pada Ayah akan datang kan hari ini?”
Lelaki itu hanya mengangguk lemas dan berkaca-kaca matanya saat melihat puteri kecilnya berlari-lari kecil bersemangat menyambut hari Ibu. Di ruang kelas, Ahfa terus saja gelisah dan selalu memerhatikan jam hello kitty digital merah muda miliknya. “Kata Ayah tadi, kalau sudah angka sembilan titik nol nol berarti Ayah datang”, katanya dalam hati.

  

Di aula, orang tua siswa kelas satu sudah berkumpul. Ahfa gelisah menunggu ayahnya. Satu per satu siswa dipanggil berdasarkan nomor urut absensi.
“Nasyahfawi Puteri Prawira!”
Sontak Ahfa kaget mendengar namanya dipanggil sedangkan ayahnya belum datang.
“Ahfa, ayo maju.... Kamu kan sudah bilang mau membacakan puisi?” bujuk Ibu guru.
“Tapi Ayah dan Bunda Ahfa belum datang, Bu?” jawabnya gelisah. Bu guru kaget mendengar kata “Bunda” dari bibir mungil Ahfa. “Tunggu Ayah sebentar ya Bu?” pinta Ahfa. Anggukan Ibu guru membuat Ahfa sedikit tenang.
Sepuluh menit berlalu. Seorang lelaki tegap berseragam memasuki ruangan dengan raut muka gelisah.
“Ayah…!!! Katanya tadi tidak terlambat?” teriak Ahfa.
Lelaki itu berjalan mendekati Ahfa dan berkata, “Ahfa, kalau Ahfa tidak yakin untuk membaca puisi itu tidak apa-apa. Ahfa tidak usah tampil ke depan, Ayah tidak akan marah.”
“Ayah bercanda ya? Ahfa kan sudah latihan setiap hari? Jadi Ahfa harus yakin, Bunda terlambat ya, Yah? Nanti datangnya?” tanyanya polos. Lelaki itu terdiam tak berkata apa pun saat gadis kecilnya menyebut kembali kata “Bunda”.
Semua siswa yang maju bercerita tentang ibunya dan memberikan sesuatu untuk ibu mereka masing-masing. Ahfa ingin membacakan sebuah puisi yang dibuatnya sendiri. Semua temannya didampingi ibunya tampil di atas aula. Hanya Ahfa yang terlihat sendiri dan ayahnya duduk penuh cemas di kursi undangan.

BUNDA
Wanita yang menyayangiku
Wanita yang menyayangi Ayah
Dia sangat cantik
Dia baik dan lembut
Aku sayang Bunda
Kata Ayah, Bunda sedang pergi
Tapi hari ini Bunda pasti pulang,
Untuk merayakan hari Ibu bersama
Denganku…
Dan Ayah…

Itulah puisi dari seorang gadis cilik berusia 6 tahun untuk ibunya. Kemudian ada juga waktu tanya jawab dengan Ibu guru saat anak-anak berdiri di depan penonton.
“Ahfa, siapa nama ibumu?”
“Nahsyawindy Pratiwi”, jawabnya mantap. Ibu guru terlihat sangat bingung untuk menanyakan hal lain pada Ahfa, tidak seperti siswa-siswi lainnya. Kemudian dari kursi penonton, Natalia terlihat mengacungkan tangan ingin bertanya.
“Silakan Lia”, kata Ibu guru.
Gadis kecil berambut ikal itupun bertanya, “Ahfa, kok Mama kamu tidak datang sih? Kok Papa kamu yang datang? Padahal ini kan hari Ibu? Ibu kamu terlalu sibuk ya buat datang? Jahat banget sih? Mamaku yang baru punya adik baru aja bisa datang, masak Mama kamu tidak?”
Ahfa sangat kaget mendengar pertanyaan itu. “Bunda aku tidak jahat! Paling Bunda cuma telat kok!!” jawab Ahfa penuh luapan emosi.
“Bunda Ahfa jahat, Bunda Ahfa jahat…!” ejek Natalia terus menerus. Mata Ahfa berkaca-kaca. “Lihat di ruangan ini, semuanya sama Mama kan? Kamu sendiri yang sama Pap…?” Belum usai gadis ceriwis itu menyelesaikan kalimatnya, tiba-tiba Ibu Natalia membungkam mulutnya dan membisikkan sesuatu ke telinga anak tersayangnya. Tapi hal itu malah membuat Natalia kembali berteriak lebih keras. “Woy, temen-temen….!!! Ternyata Ahfa tidak punya Mama…. Mamanya sudah mati…!!! Tapi, kata Mamaku, jangan bilang siapa-siapa ya?” Ibu Natalia mencubit gemas tangan Natalia untuk menghentikan celotehannya.
Mulut Ahfa menganga tidak percaya. Air matanya menetes deras. “Bohong… kamu bohong, Lia…!!!” teriaknya meronta. Lelaki itu berdiri tidak sabar dengan segala emosi yang dipendamnya dan berlari menghampiri Ahfa yang tertunduk terhuyung-huyung. Digendongnya puteri kecilnya itu, dipeluknya erat-erat. Ahfa semakin meronta dan memberontak berusaha lepas dari pelukan ayahnya. “Ayah pembohong…!!!! Pembohong…!!!!!! Ahfa benci Ayah…!!!!!!!!” teriaknya sambil menangis sejadi-jadinya. Dia memukul-mukul dada ayahnya.
Situasi semakin tidak terkendali.. Ahfa berlari ke luar, malu pada teman-temannya. Lelaki itu mengejarnya. Dia masuk ke sebuah gudang kecil di sudut sekolah dan menguncinya dari dalam. Lelaki itu terus saja mengetuk pintu rapuh dan usang itu dengan segala permohonan maafnya. Ahfa menutup kedua telinganya rapat-rapat. Lelaki itu mengetuk semakin keras. Ketukan itu memberikan getaran pada ruang sempit yang berisi bertumpuk-tumpuk kursi dan meja. Ibu guru datang dan membantu Ayah Ahfa membujuk Ahfa keluar. Kini getaran semakin hebat karena ada dua orang yang mengetuk.
Tidak lama kemudian terdengar suara reruntuhan di ruang sempit itu. Ahfa menjerit. Dapat dipastikan sebagian kursi jatuh. Detik selanjutnya hening terasa. Tanpa pikir panjang lelaki itu mengambil ancang-ancang panjang dan mendobrak pintu usang itu. Dobrakan pertama tidak membuahkan hasil, mungkin karena terlalu banyak kursi di sisi pintu. Baru pada dobrakan kedua ia berhasil membuka pintu itu. Tidak terlihat apapun selain kursi yang berserakan dan tidak terdengar apapun selain kesenyapan.
“Ahfa…” panggil lelaki itu sambil mengangkat-angkat kursi yang runtuh. Seluruh tubuhnya terasa lemas mendapati Ahfa tidak sadarkan diri dan kepalanya berdarah. Diangkat dan digendongnya tubuh mungil tak berdaya itu lantas segera dimasukkannya ke dalam mobil. Dan dengan kecepatan penuh meluncurlah menuju Rumah Sakit. Tangan kirinya tetap mendekap Ahfa sementara tangan kanan pada kemudi. Matanya sering tidak konsentrasi pada jalur padat di hadapannya karena lebih kerap menatap puteri kecilnya.

  

Ruang tunggu ICU terasa sangat dingin. Sesekali tercium aroma obat-obatan yang terbawa oleh angin bercampur dengan bau karbol pembersih lantai yang cukup menyengat. Lelaki itu diam tertunduk. Teringat olehnya wajah Windy, wanita yang begitu dicintainya yang meregang nyawa saat melahirkan puteri kecilnya. Dalam hatinya dia terus memaki diri sendiri lantaran telah sekian lama pandai membohongi si puteri kecil tentang Bunda yang begitu dirindukannya. “Ayah macam apa aku ini? Kenapa aku bohongi Ahfa tentang Windy? Lihat sekarang akibatnya Erlang…!!! Puas kau mencelakakan puterimu sendiri? Puas kau membohonginya selama ini? Puas kau mempermalukan dia di depan teman-temannya?” makinya dalam hati.
“Pak, puteri Anda akan segera dipindah ke ruang rawat. Silakan selesaikan administrasinya”, suara lembut seorang perawat mengagetkannya.
Puteri kecilnya belum juga sadarkan diri. Memang hanya luka ringan, tapi untuk tubuh mungilnya, luka itu sudah terlalu menyakitkan. Ditambah lagi kenyataan pilu yang harus diketahuinya sehingga membuatnya tidak kunjung sadarkan diri. Lelaki itu tetap terjaga, tangannya terus menggenggam lembut tangan mungil puterinya. Di tengah malam, dia menghadap dan bersimpuh di hadapan-Nya. Menangis seperti bukan layaknya Kapten Erlangga Dwiansyah yang selalu tenang dan kuat. Setelah bersimpuh dan bercucur air mata di hadapan Tuhannya, dibacanya dengan lembut ayat-ayat suci Al-Quran di telinga mungil Ahfa hingga akhirnya ia ikut terlelap juga.

  
Seminggu berlalu, lelaki itu tetap di sisi puterinya. Menggenggam lembut tangan mungil itu dan membacakan alunan lembut ayat-ayat suci Al-Quran di telinga mungil itu. Dia tampak tak mempedulikan lagi keadaannya yang kotor dan berantakan.
Lelaki itu menutup kitab sucinya lalu mencium sampulnya. Ditatapnya wajah puteri semata wayangnya yang sangat mirip dengan almarhumah isterinya, Windy.
“Bunda…”, suara lirih Ahfa memecah kesunyian.
“Ini Ayah, Ahfa. Ayah mohon maaf”, suara lelaki itu lirih berkaca-kaca.
“Ahfa yang minta maaf, Ayah. Ahfa bikin Ayah sedih dan khawatir”. Lelaki itu memeluk puteri kecilnya erat-erat, mengucap beribu syukur pada-Nya, dan kembali meneteskan air mata.
  

Malam sebelum hari yang dinanti Ahfa datang, lelaki itu terlihat tertunduk tekun menumpahkan kekhawatirannya pada seonggok buku tuanya.

Windyku Terkasih…
Apakah kau tahu? Besok hari Ibu. Puteri kecilmu selalu bersemangat menyambut hari itu.
Namun, aku tak’kan tega bila harus melihat puteri kecil kita terguncang seperti setahun yang lalu. Tapi apa yang bisa aku lakukan untuk meredam semangatnya? Aku tak tega untuk melihat hari kelabu itu di mana dia tertunduk pilu. Windy, andai kau ada di sini, aku tak ‘kan selemah ini. Maafkan aku jika aku mengecewakanmu dan puteri kecil kita.
Erlangga
  
Esoknya, di tempat yang sama, di tanggal yang sama pula, bersama Ayahnya, dan puisi baru yang dibuatnya, Ahfa berdiri di depan hadirin, orang tua siswa kelas dua dengan senyum manis di bibir mungilnya. Namun ayahnya terlalu lemah untuk berani menatap puteri kecilnya. Dia tak ingin hari kelabu itu terulang kembali.

Hari ini…
Bunda tidak bisa hadir di sini, karena Bunda hidup sangat jauh dari sini.
Tapi, Ahfa tahu, Bunda berharap ada di sini bersama Ahfa..
Bila Bunda ada di sini, pasti Bunda akan mengajari Ahfa cara membuat kue, mengikatkan pita rambut yang lucu, bernyanyi, dan menceritakan dongeng sebelum Ahfa tidur.
Tapi, Ahfa seperti teman-teman semua.
Ahfa tidak berdiri di sini sendirian. Karena Bunda selalu bersama Ahfa.
Bunda,, hari ini memang hari Ibu, tapi Ahfa yakin Bunda tidak akan marah kalau Ahfa sebut hari ini hari Ayah.
Bunda,
Bunda selalu ada di hati Ayah dan di hati Ahfa.
Dan untuk ayah… Selamat hari Ayah, Ayah Erlangga…

Lelaki itu tertegun, tak percaya. Ia berdiri menatap puteri kecilnya dengan air mata. Hadirin bertepuk tangan dengan perasaan haru di hati mereka.
Gadis kecil itu berlari kecil menghampiri ayahnya. Memeluk ayahnya dan berbisik bahagia, “ Selamat Hari Ayah….”
***
BIODATA PENULIS

Nama : Annisa Harumni Arifah
Tempat, tanggal lahir : Salatiga,
NIK :
Alamat :
Asal Sekolah : SMA Negeri 3 Salatiga
Alamat Sekolah : Jalan Kartini 34 Salatiga Telp. (0298) 323300  50711
NIS : 4640
HP : 08
MATAHARI DI NEGERI DUA DIMENSI
Oleh Dina Ayu El Arifah
Derajat kita semua sama di sisiNya. Itu yang terpenting. Lalu apa yang dirisaukan? Bukankah ini cukup adil seperti nenek dulu membagi nasi untuk sembilan orang anaknya? Sekalipun tak jarang nenek sudah kenyang hanya melihat anaknya makan lantaran memang tak ada sisa nasi untuk dimakan.
Kalau sekarang Afandi ingin menambah dua roda di kendaraannya, Ratna senantiasa bersolek agar orang tak jenuh melihat rupanya, bukankah mereka sombong? Mereka tak ingin disetarakan dengan yang lain? Atau mungkin hanya aku yang merasa iri? Jangankan mobil, membeli bedak dan lipstik untuk bersolek pun tak cukup uang di kantongku.
Mungkin ini hanya soal keberuntungan. Setidaknya Afandi dan Ratna lebih beruntung dari Iskandar. Dia tak mampu membawa pulang anaknya yang baru dilahirkan lantaran biaya rumah sakit belum genap ia lunasi.
Sekarang di mana kata “sama”? Toh nasib setiap orang berbeda. Lebih ironis, cucuran air mata tak mampu membuat iba mereka yang di dalam mobil ketika melihat puluhan, ratusan bahkan ribuan mulut kelaparan di sepanjang jalan. “Ah, bukan urusanku,” kata perut gendut di dalam mobil itu.
Oh, begitu ku ingin membunuhnya. Banggakah dia dengan perut gendutnya sementara dia angkuh dengan penderitaan orang-orang yang tak seberuntung dirinya? Perlu suatu saat ku- sobek-sobek isi perutnya, lantas kubagikan pada mulut kelaparan di sepanjang jalan. Ketika ku- dapati bongkahan batu besar ingin kuraih segera, lantas aku hantamkan di kepalanya --kepala yang tak pernah segan ia tundukkan. Dan aku pun senang. Darah bercucuran dari kepalanya. Dan ketika hanya ada aku di sana, ketika dia meronta-ronta minta tolong, akupun dengan bangga akan berkata sama, “Ah, bukan urusanku!” Ooh, betapa puas hatiku saat itu dan aku sumringah. Tuhan, tinggikan derajatku karena mampu kubinasakan satu kafir di muka bumi ini.
Aku sepakat, orang perut gendut itu adalah si kaya yang kikir. Bagiku dia tak lebih dari jongos. Tidakkah dia mampu bayangkan, suatu hari perut gendutnya akan meledak oleh keberingasan naluri manusianya sendiri? Dan saat itu terjadi, orang-orang yang hidup bersama hartanya pun akan turut lenyap menjauh darinya. Karena sudah pasti, orang perut gendut itu tak mempunyai orang-orang yang benar mencintainya. Tapi sudahlah teman, orang perut gendut itu tak butuh welas asih kita. Tak perlu kita tinggi-tinggikan tempatnya. Tak perlu juga kita berkawan dengannya.
Si perut gendut itu komplotan Afandi dan Ratna, mengembarakan keagungan ataukah keangkuhan mereka. Dan aku ,tahukah engkau? Aku hampir sama dengan Iskandar, hanya aku lebih munafik, dan selalu ingin mengutuk setiap kafir yang meludah pada si miskin.
Dulu aku bangga menjadi seorang Harumi Latifa. Namaku. Sukses karier di usiaku yang baru 23 tahun. Setidaknya aku mampu menopang ekonomi keluarga yang hanya berasal dariku. Aku merasa memiliki arti di tengah penderitaan keluargaku. Ayahku lumpuh total sejak dua tahun lalu dan hanya mampu berbaring di tempat tidur. Sedangkan ibuku harus kuikhlaskan dirawat di rumah sakit jiwa setelah depresi atas kematian adikku yang hanyut di sungai. Setengah dari gajiku sepenuhnya untuk perawatan ayahku, separuhnya lagi untuk kebutuhan sehari-hari.
Semua masih berjalan lancar, sampai suatu hari nasib mengubah jalan hidupku. Kecelakaan maut memaksa aku harus merelakan kedua kaki indahku diamputasi. Tak ada yang mampu kulakukan. Tiada pula usaha untuk mendapatkan uang. Aku pun seperti membuat ayahku meninggal pelan-pelan.
Kini aku bukan lagi Harumi Latifa yang bangga dengan diriku. Kini aku tak lebih dari pecundang. Aku malu hanya membuat orang iba melihatku. Aku marah mereka mengasihaniku. Ingin kusembunyi agar para kafir tak berpesta melihatku, agar aku masih bisa munafik dan meludahi mereka.
Ya, kini aku bagian dari mulut kelaparan di sepanjang jalan. Aku juga ada di barisan perang melawan si perut gendut dan para kafir yang lain. Aku memberanikan diri menjadi komandan mereka. Memberi aba-aba anak buahku kapan mereka harus melesakkan bom tepat mengenai perut gendutnya.
Sungguh kubenci mereka sepenuh jiwa. Mereka tak berbudi. Mereka mendustai kodrat Tuhan. Mereka tak pernah mau berbagi.
Ah, tampaknya tak perlu aku secemas itu. Tak ada kaki untuk kuberlari, namun aku masih punya pedang di mulutku. Suatu hari nanti perlu kupakai untuk membuat para kafir tergapah-gapah. Membebaskan kawan-kawanku yang dibudaknya. Menjatuhkan tahtanya yang sanggup membeli kemerdekaan.
Di negeri dua dimensi ini kami dilukis begitu elok. Tatanan kota tak menampakkan kesemrawutan. Pohon rimbun menghijaukan hutan di belakang desa. Hutan yang masih alami tak terjamah tangan bagian keluarga kafir yang mematikan jutaan nyawa di hutan. Anak kecil pun larut dalam tawanya. Tidak seperti sekarang, kata orang.
“Anakku mati. Perutnya besar. Tapi, sungguh! ia lapar….” Ooh, tampaknya anak itu tidak mendapat makanan yang layak. Tiada cukup nutrisi untuk membuat tubuhnya berkembang.
Aku sedih, tak kupercaya ini bukan rekayasa. Aku tak mampu merasakan ruhku. Tubuhku lunglai. Lidahku terjepit tak mampu berucap. Kelu. Kaku. Satu lagi korban jatuh akibat para kafir. Sarafku menegang. Semangatku membara. Kita tak boleh semakin dijajah. Kita sudah cukup direndahkan.
Ah, sebaiknya sekarang kita buat perkumpulan “Asosiasi Orang Miskin” atau “Populasi Makhluk Teraniaya”. Dan setelah itu kita padukan teriakan. Kita semua maju perang. Kita berseru di hadapan orang yang duduk di kursi itu.
Dulu orang itu berikrar membela kita. Bersumpah di hadapan Negara. Dan tawa kita tujuannya. Beribu janji diobralnya. Hidup kita cukup aman bersamanya. Namun ternyata nasib kita mengenaskan. Tak hanya miskin harta, kita pun miskin ilmu. Cukup sudah orang di kursi itu memperdayai kita.
Bukan nasib kita diperjuangkan, tapi kita diperbudaknya. Kita seperti hidup di zaman Kompeni atau Romusya . Kita dipaksa menanam kopi, tapi tak sedikitpun hasil kita dapatkan. Semua uang panen raib di kantongnya. Ya, dia, orang di kursi itu. Dikurasnya semua harta kita seperti tikus rakus mengacak-acak isi dapur kita.
Jika mampu udara kugenggam, akan kusatukan mereka. Kuajak mereka pergi jauh dari orang di kursi itu hingga ia tak mampu bernapas, hingga tak mampu ia bertahan.
Namun aku masih saja munafik. Masih saja ingin kukutuk setiap kafir yang meludah pada si miskin. Di sini bukan negeri semut. Tapi kita dijadikan semut pekerja. Dan orang dikursi itu ratunya. Dia pun janjikan kita bersatu di negeri ini. Tapi kita dipersatukan oleh puluhan juta rantai. Dan rantai itu dikalungkan di leher kami. Kini tikus itu menjadi raja di antara puluhan juta anjing hearder yang siap melakukan segala titah tuannya.
Sungguh tragis! Kita bekerja untuk memberi makan si perut gendut seraya menyembah orang di kursi itu. Baginya, kita tak lebih seonggok sampah di pojok pasar kumuh.
Perut gendut tertawa bangga di dalam mobilnya. Sementara banyak ibu terus menjerit, “Anakku mati. Perutnya besar. Tapi, sungguh! ia lapar….“ Pasti di sana ingin bangkit anak itu. Menuntut balas si perut gendut dan orang di kursi itu. Mencabik-cabik isi perutnya, mengais remah-remah dari usus besarnya untuk menyelamatkan jutaan nyawa anak bergizi buruk.
Sementara ini marilah kita berjuang seraya bersujud agar esok kita bisa makan. Kita kuat dan bertenaga untuk maju perang menumpas tingkah laku para kafir di muka bumi. Pasti kita menang. Bisa kau lihat ketika seekor gajah dikerubuti jutaan semut. Sebesar apapun gajah itu, semut-semutlah yang menang. Oh…bukan negeri dua dimensi tempat kami yang layak. Bukan pula hanya sebagai semut pemula kami dilahirkan.
Kadang aku berpikir dunia ini sungguh tak adil. Kenapa nasib setiap orang berbeda? Tetapi lelaki bersorban di serambi surau selatan desa selalu berkata bijak, ”Takkan laku kain sutera kau jual jika kau dapati di sekitarmu barang yang sama mereka jajakan”.
Ini jawaban untuk kekonyolan benakku akan impian menjadikan semua orang kaya, hingga tak perlu ibu menjerit lagi,”Anakku mati. Perutnya besar.Tapi, sungguh! ia lapar….” Hingga tak perlu juga neraka dihuni tangan-tangan yang mematikan jutaan nyawa di hutan. Hingga tak perlu aku dan jutaan mulut kelaparan berbaris di halaman menenteng pedang bersiap maju perang. Hingga mungkin tak ada aku, aku yang munafik dan selalu ingin mengutuki setiap kafir yang meludah pada si miskin. Oh…sungguh elok negeri kami seperti dilukisan dua dimensi itu.
Ah…rupanya ini yang mereka minta. Genjatan senjata ini tak ada hasilnya. Kita sepakat. Segala bentuk argumennya tak lain untuk mengibarkan bendera perang. Kafir sudah harus dimusnahkan. Orang di kursi juga perlu dibinasakan dan si perut gendut itu kita buang untuk menjadi santapan harimau kumbang. Tak akan ada lagi perbudakan. Dan hasil panen kopi kita pakai untuk berpesta bersama keluarga, tak lagi raib di kantong para tikus.
Kini kita bisa memproklamimasikan kemerdekaan, melepaskan rantai di leher kita. Kita syukuri kemenangan. Tak ada lagi tikus pengendali jutaan anjing hearder. Tak ada lagi anak tanpa nutrisi. Tak ada lagi mulut kelaparan. Ya…perlu kusampaikan tuan tikus di kursi itu tampaknya hendak berlibur. Memesan 10 ribu juta malam menginap di hotel prodeo. Ratu semut pun telah mati dimakan usia. Tuhan tak akan diam, Dia hanya ingin tinggikan derajat kita.
Tak perlu kita menjadi budak matahari, toh sinarnya tetap ada untuk manusia yang rakus di alam bumi ini. Tuhan memang cukup adil, sangat adil. Si mulut kelaparan yang menderita di bumi ini mendapat tempat yang indah di sana, Oh…baru aku tahu, bukan menjadikan semua orang kaya untuk menjadi adil seperti yang nenek ajarkan. Melainkan bagaimana aku mau berbagi nasiku untuk si mulut kelaparan itu. Dan kita akan memiliki derajad yang sama di sisiNya. Tak perlu kutakuti hanya karena aku tak sanggup berlari. Tuhan telah menyiapkan kaki yang indah untukku yang mampu membawaku ke tempat yang indah. Keluar dari negeri dua dimensi ini.


Kota dingin, medio Juni 2009






BIODATA PENULIS

Nama : Dina Ayu El Arifah
Tempat, tanggal lahir : Kab. Semarang, 9 Juni 1992
NIK : 33.2201.490692.0001
Alamat : Sidomukti RT 004/005, Kopeng, Getasan, Kab. Semarang
Asal Sekolah : SMA Negeri 3 Salatiga
Alamat Sekolah : Jalan Kartini 34 Salatiga Telp. (0298) 323300  50711
NIS : 4687
HP : 087834166518


Oleh: Ajenx Ralph Ronea Cyber’Zt

Kejadian ini aku alami ketika aku duduk di bangku SMA tepatnya kelas XI. Ini bermula pada saat seorang cowok mengajakku berkenalan lewat SMS. Dan anehnya dia mengetahui namaku dan rumahku. Dia mulai mengirimkan SMSnya dan mengajakku berkenalan di malam hari ketika aku sedang belajar.
“Malam Anggelin……lagi apa nich???”Begitu awal kenalan yang dia kirimkan lewat SMS. Aku berfikir bahwa mungkin dia teman SD atau teman SMPku dan aku membalas SMSnya.
“Malam juga…maaf nie siapa ya???? Dan kamu dapat nomor hpku dari siapa????”balasku.
Tidak lama kemudian dia membalas SMSku. Dia mengatakan bahwa dirinya adalah Robert dan katanya dia mendapatkan nomorku dari temannya. Akupun tidak bisa percaya begitu saja padanya. Aku membalas SMSnya lagi. Kutanyakan kepadanya siapa dia sesunggunhnya.
Pada saat itu juga yang aku rasakan adalah rasa ingin tahu dan bingung yang menjadi satu. Siapakah Robert sesungguhnya??? Karena memang sebelumnya aku tidak mempunyai teman bernama Robert. Tapi mungkin memang dia adalah temanku SD atau SMP yang mengaku bernama Robert yang ingin mengerjaiku dan membuatku bertanya-tanya serta bingung.
“Maaf ya tapi ini bener Anggelin kan??? Dan maaf apabila aku tidak boleh menyebutkan siapa temanku yang memberikan nomormu padaku. Karena dia bilang kalau aku harus merahasiakan siapa dia. Sekali lagi aku minta maaf.”,jawabnya.
Karena menurut aku Robert membohongiku, jadi aku tidak percaya dengan apa yang dia jelaskan padaku. Menurutku dia itu basi banget. Mengapa dia bilang kalau dia dapat nomor hpku dari temannya dan dia tidak mau menyebutkan nama temannya itu? Mungkin itu hanya akal-akalan dia saja.
“Jujur aja dech kamu!!! Jangan bohongin aku donk…ngaku aja siapa kamu sebenarnya!!!!Dan apakah sebelumnya kita pernah bertemu???dan aku merasa aku tidak punya teman SD atau SMP yang bernama Robert…jadi tolong jangan bohong sama aku…”,Aku membalas SMS darinya dengan kesal.
Jujur aku adalah tipe cewek yang paling tidak suka kalau dibohongi. Apalagi menurutku dia adalah orang yang baru saja mengenalku, tetapi aku tidak mengenalnya. Yah,memang senang juga kalau punya banyak teman. Tapi kalau kita tidak pernah bertemu dengannya dan hanya berkenalan lewat SMS saja, kita juga perlu waspada. Memang,mungkin maksud dia hanya untuk sekedar berkenalan dan menambah teman. Tapi aku nggak bisa percaya begitu saja.
Aku berfikir bahwa Robert seperti penggemarku (kayak artis aja ya punya penggemar segala. Hehehehehe) yang misterius.
“Aku jujur kok ama kamu kalau aku dapat nomor hp kamu dari temenku. Tapi dia udah pesen kalau aku nggak boleh ngasih tahu ke kamu siapa dia sebenarnya. Kalau kamu nggak percaya, ya sudah…Tapi aku sudah jujur sama kamu. Yah memang aku bukan temen SD atau SMPmu…aku bisa ngerti kok…aku memang mungkin orang baru yang masuk dalam hidupmu…aku nggak bermaksud apa-apa kok…aku hanya ingin tahu lebih dalam tentang kamu dan aku juga mau nambah teman aku kok… yah udah lah kita bahas yang lain ja…BTW kamu lagi ngapain nich???” Begitu jawaban yang dia kirimkan.
Okelah kalau memang dia punya maksud yang baik untuk kenalan sama aku dan dia ingin menambah teman. Aku juga seneng kalau temenku tambah. Yah sudah lah nggak usah bahas masalah ini lagi, pikirku. Suatu saat nanti dia juga akan ketahuan siapa dia sebenarnya.
Aku menjawab SMSnya, “Lagi belajar nich…lox kamu???”
Tidak lama kemudian dia membalas SMSku “Sama dunk…tapi sorry ya aku ngganggu kamu…tapi aku sama sekali nggak bermaksud untuk ngganggu kamu lho…ya udah dech kita belajar dulu aja dan kita sambung besok aja ya SMSannya…okey good night…”
“Okey good night juga…”,Aku membalas SMS dari Robert.
Keesokan harinya, kira-kira pukul 5.00 WIB dia mengirimkan SMS padaku.
“Pagi chayank…ayo bangun…dah pagi nich…ntar telat lho sekolahnya…”,begitu tulisan yang dia kirimkan padaku.
Dengan seketika aku sangat terkejut membaca kata-kata yang dia kirimkan lewat SMS untukku. Kata-kata gombal itu membuatku sangat bingung dan ingin tahu apa maksudnya mengirimkan kata-kata gombal itu padaku. Lalu aku membalas SMSnya dengan penuh Tanya,“Chayank???maksudmu apa???aku bukan siapa-siapamu dan kamu juga bukan siapa-siapaku…Lagian kita juga baru kenal tadi malam…”.
“Memangnya aku nggak boleh manggil kamu Chayank ya???”Dia membalas SMSku tadi dengan sangat percaya diri.
“Ya nggak boleh dunk…kamu bukan siapa-siapaku dan aku juga bukan siapa-siapamu…Aku juga nggak kenal kamu.Aku juga nggak tahu siapa kamu sebenarnya…Jadi lebih baik kamu manggil aku Anggelin ja dech…okey???”jawabku.
Tidak lama kemudian di membalas SMSku, “Ya sebelumnya aku minta maaf dech sama kamu…Yah maklumlah aku kan penyayang cewek…hehehehehe…”.
Dari jawabannya itu aku berfikir bahwa dia itu penyayang cewek atau playboy?????OMG nggak masuk akal banget sich jawabannya dan gombal banget gitu jawabannya,pikirku.
“Oh ya???Masa’???Aku nggak bias percaya sama apa yang kamu SMSin ke aku…GOMBAL BOY YOU ARE…”itu jawaban yang aku berikan padanya. Dasar cowok gombal.
Robert membalas SMSku,“Ya kok aku nggak bohong sama kamu. Memang aku cowok penyayang cewek kok…Dan aku juga nggak nggombalin kamu kok…Kalau nggak percaya sama aku ya udah…”.
Aku tidak menggubris SMS yang terakhir dia kirim ke aku.Kemudian aku langsung mengambil seragamku dan langsung pergi ke kamar mandi. Setelah selesai mandi,dan pakai sepatu,berpamitan kepada orang tuaku dan siap berangkat ke sekolah, hpku bergetar. Dan ternyata Robert yang SMS. Aku buka pesan dari Robert dan dia menggunakan kata-kata gombalnya lagi.
“Chayank, udah mandi belum???”Robert mengirimkan SMS yang singkat dengan kata-kata gombalnya itu.
Aku membalas SMSnya, “Kok Chayank lagi tow???Kan aku dah bilang sama kamu kalau lebih baik kamu panggil aku Anggelin aja nggak usah pake’ panggil Chayank-chayank segala…Aku dah mandi dan nie aku dah OTW ke sekolah niech…”
Tapi SMSku tadi tidak terkirim. Sejak itu aku mulai curiga. Siapa sebenarnya Robert itu???Masa bodoh. Kalau dia bener-bener bohongin aku,,,,,hmmm tunggu aja pembalasanku.
Siang harinya dia mengirim pesan padaku. Tapi anehnya dia mengirimkan pesan ini padaku, “Siang…boleh kenalan nggak???”.
Aku kaget banget kenapa dia SMS aku kayak gitu. Bukannya dia sudah kenalan denganku tadi malam???Ini bener-bener aneh.
“Lho kamu tuh gimana tow???Bukannya tadi malam udah kenalan tadi malam ya???”balasku.
Dia membalas SMSku,“Namaku Monica…Lha kamu siapa???”
Monica??siapa dia sebenarnya??Monica atau Robert???Tapi nomor hp yang di pakai Monica itu adalah nomor hpnya Robert.
Dengan sangat bingung dan penuh penasaran ku balas SMSnya,“Katanya tadi malam namamu Robert???Kok sekarang ganti Monica sich????Siapa sich kamu sebenarnya???”
“Oh…Robert itu cowok aku…trus dia SMS kamu pa ja????”jawabnya.
Aku bener-bener bingung sama Robert. Dia udah punya cewek tapi dengan tanpa dosa dia memanggilku Chayank lewat SMS. Dan dengan PDnya dia bilang padaku kalau dia penyayang cewek. Bener-bener gombal Robert itu.
Aku bener-bener merasa kasihan sama Monica. Tapi aku juga harus tetap waspada. Jangan-jangan yang mengaku namanya Robert dan Monica itu bukan nama dia yang sesungguhnya. Jadi siapa dia???
“Dia cuma ngajakin aku kenalan doank kok…”itu kata-kata yang aku kirimkan untuk Monica. Yah meskipun aku nggak tahu dia itu bener-bener Monica atau bukan.
Tapi dia tidak membalas SMSku itu. Aku semakin curiga dengan Robert. Aku bener-bener nggak mau kalau dibohongi.
Beberapa hari kemudian orang yang mengaku bernama Robert itu mengirimkan pesan untukku. Dan semakin hari kami semakin dekat layaknya sahabat. Aku juga semakin terbiasa dengan kata-kata gombalnya yang dia kirimkan padaku. Kita sering curhat bareng,kita sering SMS untuk menanyakan kabar, dan masih banyak lagi yang kita lakukan setiap harinya.
Tapi setelah aku piker-pikir,aku merasa kasihan sama Monica. Kayaknya Robert mulai cuek sama Monica. Hingga pada suatu hari aku menanyakan hal ini pada Robert. Dia mengatakan bahwa dia dan Monica sudah putus. Katanya mereka putus hubungan karena Monica itu selingkuh dan sering cuek padanya.
Mungkin mereka putus juga karenaku,pikirku. Tapi setelah aku menanyakan semuanya tentang hubungan mereka kepada Robert dan dia menjelaskan semua itu padaku,aku bisa mengerti bahwa mereka putus memang benar-benar Monica selingkuh dan cuek padanya. Tapi bukan karena itu saja. Mereka putus juga karena mereka sudah nggak cocok lagi.
Berbulan-bulan aku bersahabat dengannya. Aku merasa bahwa kami berdua memiliki kecocokan dalam hal apapun. Pada suatu hari ketika aku sedang merayakan pesta ULTAHku bersama taman-temanku di halaman rumahku itu,tiba-tiba ada seorang cowok yang tak kukenal datang di acara pestaku itu. Semua orang yang datang di pestaku itu melihat ke arah cowok itu.
Cowok itu mengenakan pakaian yang benar-benar membuat wajahnya terlihat sangat tampan. Dia juga sopan. Dia membawa kado yang terbungkus oleh kertas kado berwarna pink.Ya aku adalah seorang cewek yang maniak banget sama warna pink. Oh ya dia nggak cuman bawa kado itu aja lho. Dia juga membawakan bunga yang sangat indah.
Dia mendekatiku dan mengucapkan HAPPY BIRTHDAY padaku dan memberikanku kado yang terbungkus kertas kado berwarna pink serta bunga yang indah itu. Lalu aku bertanya padanya,”Siapa kamu???”. Dengan suara lembutnya dia menjawab,”Apakah kamu tidak mengenaliku???Aku adalah Robert sahabatmu yang tidak akan lama lagi akan menjadi cowokmu.”
Dengan sangat terkejut aku menjawab,”Robert…bagaimana kamu bisa tahu rumahku,pesta ULTAHku,dan warna favoritku???”
Tapi dia tetap merahasiakan hal ini padaku.
“Anggelin…maukah di hari spesialmu ini aku menjadi orang yang spesial untukmu???Maksudku,untuk jadi cowokmu???”
Dia memang benar-benar bisa membuatku sangat terkejut dengan kejutan-kejutan yang dia berikan padaku. Aku merasa sangat bingung,senang,terkejut,dan terharu yang bercampur menjadi satu. Teman-temanku yang mendengar kata-kata Robert,mereka mendukungku dan menyuruhku agar aku menerimanya.
“Y…y…Ya…Aku mau kamu jadi cowokku…”jawabku dengan rasa yang masih bercampur-campur. Setelah aku menerimanya,terdengar suara teriakan dan kesenangan dari teman-temanku. Mereka semua sangat senang melihat kami berdua bahagia saat itu. Mereka semua berhamburan menghampiriku dan Robert untuk memberikan ucapan selamat pada kami. Ya hingga saat ini dia masih mendampingiku. Dialah suamiku. Dia yang selalu bisa membuatku bahagia dan sangat terkejut dengan semua kejutannya sampai saat ini. Kami akan hidup bahagia selamanya.



THE END


Oleh : Astri Atina

Sudah 15 menit aku menunggu angkot yang biasa aku tumpangi. Namun entah mengapa angkot itu tak kunjung datang. Butiran-butiran keringat mulai mengalir dari kulitku yang tersengat terik mentari.
“Hai, Nala!”
Kualihkan pandanganku ke arah suara yang memanggilku itu. Kulihat Nayla tengah tergopoh-gopoh menghampiriku.
“Hai, Nay! Belum pulang ternyata kamu,”
“Iya, tadi aku mampir fotocopy dulu. Untung kamu belum dapat angkot ya, jadi aku ada temennya,”
“Yeah, makanya kamu harus berterima kasih padaku!”
“Iya-ya, Nala yang cantik, makasih ya!”
“Sama-sama, Nayla,” jawabku sembari tersenyum kecil. “Eh, itu angkotnya datang. Kita ikut yang ini aja yuk!”
Nayla hanya menganggukkan kepalanya untuk menyetujui usulku. Tanpa pikir panjang aku bergegas menaiki angkot yang berhenti tepat di depanku. Tubuhku seperti disambar petir rasanya saat kulihat sesosok lelaki yang duduk diseberangku. Tubuhku mendadak lemas. Tulang-tulangku rasanya sulit untuk aku gerakkan. Ya Tuhan mengapa aku harus bertemu dengannya disini Tuhan?
“Nal, itu Rifki kan?” pertanyaan Nayla yang lembut mampu menyentakkan diriku yang sempat mematung.
“Eh…ya benar, Nay,”
Aku langsung mengalihkan pandangan ke objek lain. Aku memutuskan untuk tidak menyapanya jika Rifki tidak memulainya. Namun kami berdua hanya saling terdiam tanpa ada sepatah katapun yang terlontar dari kami berdua.
* * *
Aku tak tahu apa sebenarnya salahku padamu Rifki hinga kamu tega menyakitiku seperti ini. Ternyata hanya sedangkal itu rasa cintamu untukku. Ternyata semua janji-janjimu itu dusta. Entah dimana harus kucari jawaban dari pertanyaan yang selalu mengganjal batinku ini. Apakah pada Rifki aku harus bertanya?
Air mataku terus mengalir menahan pedihnya luka yang tergores oleh sebuah penghianatan yang tak pernah kuduga sebelumnya. Ingin rasanya aku berteriak meluapkan segala emosi yang kini menyelimuti hatiku. Namun kuurungkan niatku itu, karena tiba-tiba handphoneku menjerit. Segera kuraih HP yang tergeletak disampingku. Dengan masih terisak kubaca sebuah pesan yang masuk.
Dari: Alfa
Assalamu’alaikum, Nala. Apa kabar? Besok jadikan rapat buat persiapan reuninya?
Untuk: Alfa
Wa’alaikumsalam. Alhamdulillah kabarku baik. Ya jadi dong Fa, tapi undangannya sudah disebarkan?
Dari: Alfa
Ya sudah selesai kemarin penyebarannya. Ok gitu aja ya! Ku harap kamu bisa datang tepat waktu.
Untuk: Alfa
InsyaAllah. Akan aku usahakan.
Akhirnya tangisku reda setelah membaca SMS dari Alfa tadi.
“Seandainya dulu aku memilih untuk menunggumu Alfa, pasti keadaannya tidak akan seperti sekarang ini,” gumamku pelan.
Memang penyesalan selau datang belakangan. Dan aku terlalu cepat mengambil keputusan sehingga ini yang aku dapatkan sekarang, rasa sakit dan kekecewaan. Memang aku harus bertanggung jawab atas pilihanku sendiri. Sudah cukup aku memfonis diriku sendiri, toh itu tidak akan merubah keadaanku sekarang ini. Lalu kuputuskan untuk tidur saja agar bisa bangun pagi dan tidak terlambat menghadiri rapat esok hari.
* * *
Keesokan harinya aku datang tepat waktu. Masjid SMP Al-Islam tempat dimana aku, Alfa, dan anak-anak yang lain akan rapat masih terlihat sepi. Tapi kemudian kulihat Alfa datang menghampiriku. Aku tertegun melihat sosoknya dalam balutan kemeja berwarna biru polos. Dia tampak tampan dan gagah sekali, lesung pipinya yang nampak saat dia tersenyum membuatnya semakin manis.
“Assalamu’alaikum, Nala sudah dari tadi ya kamu disini?”
“Wa’alaikumsalam. Enggak kok aku baru aja datang,”
“Yang lain mana?”
“Belum datang. Mungkin sebentar lagi,”
Sambil menunggu teman-teman yang lain akau dan Alfa duduk di teras masjid. Entah mengapa aku merasa sedikti grogi. Apa mungkin karena jarang bertemu dengan Alfa. Untuk beberapa detik aku dan Alfa larut dalam kesunyian yang menggelitik. Sampai pada akhirnya Alfa memecahkan kebekuan antara kami berdua.
“Eh Nala gimana sekolahnya lancar-lancar sajakan?”
“Ya Alhamdulillah baik-baik saja, tapi masih dalam proses adaptasi juga sih,”
“Hemm, sudah hampir setahun masih proses adaptasi juga?”
“Ya, gitu lah. Soalnya inikan termasuk tahap metamorphosis dari anak ingusan menjadi remaja yang mulai matang,”
“Terus gimana kabarnya Rifki, masih sama dia kan?”
“Terakhir ketemu dia sepertinya baik-baik saja. Tapi kalau sekarang aku kurang tahu. Soalnya semenjak putus 6 bulan lalu aku udah jarang komunikasi lagi,”
“Oh, maaf ya aku belum tahu kalau kalian putus,”
“Nggak apa-apa. Orang putus nyambung itu kan udah biasa,”
“Aku ingin Tanya sesuatu tapi mungkin ini agak terlalu pribadi. Kamu keberatan nggak buat jawab?”
“Insyaallah, seandainya aku mampu untuk menjawabnya maka akan aku jawab. Sebenarnya mau Tanya apa?”
Alfa memandangku dengan lembut namun penuh konsentrasi.
“Gimana ceritanya kamu dan Rifki bisa putus? Karena menurutku kamu itu bukan orang yang suka bermain-main dalam menjalin suatu hubungan,”
Aku menghela nafas dalam-dalam, “Sebenarnya aku juga tidak menghendaki perpisahan ini, tapi mau gimana lagi dia memilih gadis lain dan memutuskan untuk mengakhiri hubungan kami. Bagiku yang namanya penghiatan merupakan sesuatu yang sulit untuk dimaafkan. Tapi aku anggap ini sebagai takdir yang harus aku jalani, meski sakit aku tetap berusaha menjadi orang yang berjiwa besar,”
“Ya , memang harus seperti itu, karena tidak semua kejahatan harus dibalas dengan kejahatan juga kan? Tapi aku salut sama kamu, kamu selalu berpikir positif dengan apa yang kini kamu alami,”
“Ah, malah jadi melo gini tah, ganti topic aja ya!”
Aku memang sengaja memotong pembicaraan Alfa dan mengalihkannya ke topic lain. Karena kau tidak ingin luka yang sudah mulai kering ini terkoyak kembali. Aku tidak mau jika air mataku tumpah dihadapannya. Dan nampaknya Alfa merespon maksud terselubungku. Dia segera mengganti topic pembicaraan kami. Dan tidak harus butuh waktu lama lagi Alfa berhasil menghangatkan suasana yang semula mengharu biru. Seketika itu aku larut dalam kekonyolan yang dibuat Alfa. Ternyata dia masih kocak dan ceria seperti dulu. Seandainya aku dulu mau menunggunya mungkin sampai sekarang aku sedang berbahagia bersama Alfa. Astagfirullah aku ini berpikir apa. Sangat kecil kemungkinan untuk mewujudkan khayalanku itu. Terlebih Alfa sekarang sudah punya pacar. Dan sepertinya gadis itu sangat cantik dan baik. Ya aku tahu tentang hubungan mereka lewat salah satu situs jejaring social yang cukup terkenal. Sebenarnya mumpung Alfa ada disini aku ingin mengorek lebih dalam tentang hubungan mereka. Namun rasa malu dan canggung yang besar ini membuatku mengurungkan niatku.
“Anak-anak kok belum datang ya? Padahal sudah 1 jam kita menunggu mereka,”
Pertanyaan Alfa membuatku sadar dari lamunanku tadi.
“Iya, ya kebiasaan deh jam karet. Kalau seperti ini gimana acara kita bisa sukses?”
“Itu Rifki kan? Panjang umur juga tuh anak, baru aja diomongin udah nongol anaknya,”
Aku tak sanggup lagi merespon pertanyaan Alfa. Pikiranku terpusat pada sosok Rifki yang tengah menghampiri kami. Jantungku berdegup sangat kencang, saraf-sarafku rasanya berhenti bekerja. Sulit begiku untuk mengendalikan diri dan menyembunyikan kegugupanku. Mukaku rasanya merah padam mungkin pipiku sudah semerah jambu saking menanggung malu yang begitu besar. Ya Tuhan mengapa aku jadi seperti ini, raga ini saperti tak bernyawa saja. Kemudian dengan segera kucoba menguasai diriku. Aku harus terlihat tenang dihadapan Rifki. Kusunggingkan senyum semanis mungkin saat aku membalaas senyumnya yang ditujukan untukku dan Alfa.
“Assalamu’alaikum , maaf ya aku telat. Kalian sudah nunggu lama?” tegurnya pada kami berdua seraya mengulurkan tangan menyalami Alfa.
“Waalaikumsalam. Yan kira-kira sudah 1 jam aku dan Mala disini. Trus yang lain mana?”
“Masing dibelakang, mungkin sebentar lagi sampai.” Jawab Rifki.
Kemudian dia berbalik ke arahku sambil mengulurkan tangan menyalami ku. Tanpa mengucap sepatah katapun. Kusambut tangannya yang hangat itu. Tubuhku panas dingin, wajahku merah padam saat menjabat tangan Rifki. Sesegera mungkin kutarik tanganku agar aku bisa menguasai diri kembali.
Aku tak pernah menduga kalu Rifki akan datang dalam rapat ini, toh sejauh ini Alfa tidak pernah memberitahku jika ternyata Rifki masuk dalam anggota kepanitiaan. Seandainya saja aku tahu kalau Rifki akan hadir pasti aku bisa mempersiapkan diriku sejak awal.
Rapat berjalan lancar walaupun mundur 1 jam dari rencana awal. Setelah rapat usai, Alfa bergegas memohon diri karena dia harus segera kembali ke Solo. Begitupun juga aku ingin cepat-cepat pulamg dan menghindar dari makhluk bernama Rifki itu. Namun langkahku terhenti ketika seseorang meemanggilku.
“Mala, tunggu!” teriak Rifki. Aku meemutar tubuhku menghadap ke arah RIfki yang tengah menghampiriku.
“Mala, bisa kita bicara sebentar?”
“Oke. Mau bicara apa?”
“Mala, aku mau minta maaf atas apa yang telah aku lakukan padamu. Aku menysal telah meninggalkanmu dami wanita yang sebenarnya tidak benar-banar aku cintai. Aku tahu kamu pasti benci dan marah sama aku, tapi aku harap kamu mau memaafkan aku dan memberi kesempatan bagiku untuk bisa menebus semua salahku padamu, aku mohon!”
Kutarik nafas dalam sebelum aku menjawab pertanyaan Rifki. “Ya, aku memang kecewa sama kamu dan jujur sampai saat ini aku belum sepenuhnya bisa memaafkanmu. Tapi selama ini aku selalu mencoba berjiwa besar untuk memeaafkanmu dan menerima semua keadaan ini, berat memang. Tapi toh ini kenyataannya.” Kutahan air mataku yang hampir menetes.
“Jadi tak ada kesempatan bagiku untuk memperbaiki semua dan kembali menjalin hubungan kita seperti dulu?”
“Sejak kau mengucapkan kata putus itu, aku memang berniat untuk merhenti mencintaimu dan menghempaskan semua perasaanku padamu. Jadi aku tidak bisa kembali padamu seperti dulu. Walaupun aku sudah memaafkanmu. Aku masih trauma dengan pengalaman itu dan aku tidak mau jatuh untuk kedua kalinya pada lubang yang sama. Jadi maafkan aku. ini sudah menjadi keputusanku.”
“Baiklah, aku bisa memahami alasanmu. Aku mamang bersalah besar karena telah menyakitimu. Tapi aku lega setidaknya kamu telah memaafkanku.”
Karena kurasa semuanya sudah jelas aku mohon diri pada Rifki. Aku sudah tidak sanggup lagi menguasai diriku, air mataku sudah tidak terbendung lagi. Sebanarnya batinku memberontak, aku masih mencintainya, aku masih ingin bersamanya. Tapi ini sudah pilihanku. Bagaimanapun juga luka yang ia torehkan lebih dalam dari rasa cintaku padanya.
Biarlah aku hidup seprti ini dengan pilihanku untuk meninggalkan Rifki. Seperti pelangi yang pada akkhirnya akan ditinggalkan oleh awan dan meninggalkan matahari yang telah menjadikannya ada. Begitupun juga aku. Aku akan menjalalani hari-hariku yang baru tanpa memperdulikan asmara atau masalah lainnya. Aku harus menjadi gadis yang lebih matang dan dewasa dan aku berjanji akan tetap indah dan menawan seperti halnya pelangi.

Aku mulai menggerakkan jari-jari tanganku. Sekilas gambar mulai muncul di otakku. Sekali, dua kali, tiga kali. Kubuka pelan-pelan kedua mataku. Ada sedikit cahaya yang aku lihat. Lama-lama, cahaya itu berubah menjadi putih. Perlahan, kulirik sebelah kananku. Kulihat ada seseorang yang duduk di kursi samping tempat tidurku dengah kepala menempel di kasur. Aku mulai melirik sebelah kiriku. Kulihat sebuah pintu. Mungkin pintu untuk keluar dari ruangan ini. Mataku mulai terbuka lebih lebar, hingga akhirnya aku bisa melihat sesosok wanita yang telah menegakkan tubuhnya disisi kananku.
Aku melihatnya tersenyum kecil kepadaku, manun penuh arti. Aku juga melihat kelelahan pada sorot matanya. Mungkin semalaman dia tidak bisa tidur karenaku. Dan air mata mengalir di pipinya. Apa ini semua salahku? Dia tidak berkata apa-apa. Tetapi, seakan-akan aku mengerti apa yang dia katakan lewat senyumannya.
Tidak lama dia memandangku, dia bergegas keluar. Mungkin dia mau memanggil seseorang. Tetapi aku tidak melihatnya melangkah. Dia tidak berjalan. Dia tetap pada tempatnya saat tersenyum padaku tadi. Aku melihat roda bahkan dua buah roda. Dia duduk dengan kedua roda itu. apa sebanarnya yang terjadi? Siapa dia?
Kurasakan sakit pada kepalaku. Kilat-kilat gambar mulai menyambar otakku. Sakit ini, sakit yang belum pernah aku rasakan sebelumnya. Terasa sangat sakit. Hingga aku tutup kembali kedua mataku.
“Ayo, dokter! Cepat!” suara itu sudah tidak asing di telingaku. Suara itu semakin jelas. aku merasakan sentuhan lembut di tanganku. Genggamannya semakin kuat. Seakan-akan dia tidak mau kehilangan seseorang yang sangat dekat dengan dirinya.
“Adik Anda sudah mulai siuman. Tolong jaga adik Anda dengan baik! Kalau ada apa-apa silakan menghubungi saya! Oya, saya akan memeriksa kaki Anda lagi. Semoga saja manjur dengan obat yang saya berikan sehingga tidak perlu dilakukan amputasi pada kaki kiri Anda.
Amputasi? Apakah aku tidak salah mendengarnya? Dan, adik? Siapa yang dia maksud? Di ruangan ini hanya ada aku selain dia dan seseorang yang dia panggil ‘dokter’.
Aku mulai merasakan sakit lagi di kepalaku. Gambar-gambar itu mulai berseliweran di pikiranku. Aku tidak tahu gambar apa itu. Tetapi seiring bertambahnya rasa sakit di kepalaku, kilatan-kilatan itu mulai jelas. Gambar itu mulai bergerak dengan perlahan. Gambar itu berubah menjadi sebuah film. Sebuah film sederhana dan sebentar. Gambar di film itu mulai jelas. Aku mulai bias melihat apa yang terjadi di dalam film itu.
Arghh! Rasa sakit itu makin menjadi-jadi. Aku tidak tahan. Aku tidak kuat. Air mataku mengalir.
* * *
“Bagaimana dengan kaki saya, dok?”
“Tenanglah, Nona! Untuk sementara ini kaki Anda masih bisa bertahan dengan obat yang selama dua bulan ini saya berikan. Saya juga akan mencarikan obat dari luar negeri untuk Anda.”
“Terimakasih, dokter! Saya harus kembali bekerja. Saya permisi.”
“Baik, silakan! Sebaiknya jangan terlalu sibuk. Anda belum pulih betul. Adik Anda juga membutuhkan Anda. Saya takut keadaannya kembali parah saat dia ingat apa yang telah terjadi.”
* * *

“Kamila! Kamu sudah sadar?”
Aku mulai membuka mataku dengan perlahan. Aku rasa aku sudar tertidur sangat lama sehinggga sulit rasanya membuka kembali mataku.
“Kak-Kak-Jas-mine… A-a-aku ma-mau pu-lang…”
“Kamu belum boleh pulang! Kamu belum sehat. Nanti kalu kamu sudah sembuh, kamu boleh pulang,” suaranya begitu lembut, dia juga mengganggam tanganku dengan erat.
“A-A-Ayah, I-I-I-bu… ma-ma-na?” susah payah kubertanya tetapi kak Jasmine hanya bungkam. Ku melihat raut kesediahan wajahnya. Tiba-tiba gambar itu muncul kembali beserta rasa sakit di kepalaku. Gambar itu mulai hilang perlahan.
“Permisi,”
“Oh, dokter! Silakan,”
Dokter itu mengahampiriku, dia mulai memeriksaku. Dia hanya mengatakan suatu hal kepada Kak Jasmine. Tetepi aku tidak jelas mendengarnya kerena rasa sakit ini yang kembali datang. Tetapi kumendengar. Tiga bulan.
Aku melihat lelaki itu serius berbicara dengan Kak Jasmine. Sepertinya sangat penting. Perlahan, mimik wajah Kak Jasmine berubah. Bukan ekspresi bahagia yang terlihat di wajahnya. Tetapi kebingungan dan shock yang lebih tepat terlihat. Aku memenga tidak tahu apa yang telah terjadi. Rasanya ingin sekali menanyakan apa yang sebenarnya terjadi. Tetapi mulutku susah sekali untuk mengatakan sesuatu. Belum lagi rasa sakit di kepalaku ini.
Lama-lama semakin sakit, sakit, dan sakit.
* * *
Aku mulai meneskan air mata. Gambar-gambar itu semakin jelas untukku. Aku melihat sesosok gadis, berambut hitam ikal kira-kira sebahu. Dia duduk dengan wajah penuh kekesalan.
“Kamila… Ayah dan Ibu akan pergi teapi kenapa kamu malah seperti ini? ibu tidak akan suka melihatmu seperti ini. Kami juga ingin kamu lebih mandiri saat kita pergi. Bukannya meminta orang untuk bekerja di rumah,”
Dia masih cemberut. Bahkan sekarang dia mulai berdiri, “Ibu! Aku tidak mau melakukan pekerjaan rumah sendiri. Aku tidak mau. Ibu itu masih masih menyayangiku atu tidak sih?” suaranya mengeras. Air mata seseorang yang dia panggil Ibu mulai mengalir.
“Kamila! Berani-beraninya kamu membentak Ibu! Lihat akibat dari perbuatanmu! Apa kamu tahu apa yang sudah kamu perbuat? Durhaka kamu!”
Aku sangat tersentak mendengar apa yang wanita berkerudung itu katakan. Ka-Kamila, wajah itu… Itu aku… Dan wanita yang tengah menangis itu…
Air mataku mengalir kembali.
Aku ingin meminta maaf kepadanya. Tetapi aku tidak bisa. Dia juga tidak mengucapakan terima kasih pada ibunya. Anak macam apa aku ini. dia hanya duduk terpaku.
‘Ibu! Tolong maafkan Kamila, ya! Kak Jasmine mulai memeluk Ibuku. Ingin rasanya aku memeluknya. Aku tidak bermaksud membuat Ibu sedih. Tetapi mungkin memang aku yang salah. Aku hanya tidak ingin Ibu dan Ayah pergi. Aku mau mereka bersamaku.
“Kamila… Ayah dan Ibu berangkat dulu, ya! Kamu Jasmine, tolong jaga adikmu! Jangan sampai adikmu kenapa-napa! Dia saudara kandungmu satu-satunya. Tolong jangan buat kami kecewa, Sayang!” lelaki tinggi berkumis itu, dia-dia ayahku!
Mereka pergi. Tetapi tidak sepatah kata pun kuucapakan.
Rasa sakit di kepalaku kembali datang. Gambar itu, banyak orang berlarian. Suasana berubah. Kak Jasmine segera menghampiriku. Dia seperti melindungiku. Rasa sakit itu kembali datang. Tidak jelas untukku apa yang terjadi selanjutnya. Tetapi rasa sakit ini, aku tidak kuat lagi! Ya Allah, tolong maafkan aku! aku ingin meminta maaf kepada Ayah dan Ibu. Aku ingin bertemu dengan mereka. Aku juga ingin mengatakan pada Kak Jasmine kalau aku menyayanginya dan terima kasih untuk semuanya.
* * *
“Kamila… Kamu kenapa menangis? Kak Jasmine menghapus air mata yang keluar dari mataku.
“Kamila… Tolong maafkan aku karena tidak bisa melindungimu! Aku tidak bisa menjalankan amanah dari Ayah dan Ibu. Aku tidak tahu harus bagaimana lagi. Setelah empat bulan, kakiku tidak bisa bertahan. Dokter sudah melakukan amputasi pada kakiku. Satu minggu yang lalu, gempa itu… Gempa itu membuat Ayah dan Ibu…” air matanya mengalir. “Sudahlah, tidak seharusnya aku menceritakan ini. Yang penting adalah kamu sembuh. Air mataku mengalir dan aku tidak merasakan apa-apa lagi.
* * *
“Selamat siang, Pemirsa! Berita hari ini. Telah tertabrak seorang wanita muda berkerudung di rel kereta api kota. Diduga karena kakinya telah diamputasi dan mengalami stress, wanita itu bunuh diri dengan menabrakkan dirinya....”


Oleh : Rosmarini DL

“Bagus ya Vi pemandangannya,” kataku pada Sevi sembari melihat hamparan danau yang indah.
“Iya Sa, karena itu aku mengajakmu ke sini. Sa, aku akan beli makanan dulu, kamu tunggu sini ya?”
Udara hari itu memang agak dingin. Aku hanya terdiam menunggu Sevi yang tak kunjung datang.
“Kemana Sevi?” Aku mulai khawatir dan aku memutuskan untuk mencari Sevi.
Di tengah jalan di pinggir danau, tiba-tiba seorang yang menyeramkan menodongkan pisau kepadaku. Aku sangat terkejut, tak bisa berbuat apa-apa.
“Serahkan apa yang kau punya! Cepat! Atau aku akan membunuhmu!”
Orang itu berkata dengan kasar, namun tak begitu keras sehingga tak ada orang yang menyadari apa yang ia lakukan.
“Apa-apaan ini?” kataku pada penodong itu.
“Aku berteriak tanpa memikirkan akibatnya. Penodong itu pun mendekatkan pisaunya kepadaku.
“Hei! Jangan ganggu dia!” ku dengar suara seorang lelaki, dia hendak menolongku.
Lelaki itu pun menantang penodong itu dan memukulnya. Tapi sayang, tangan kanan lelaki itu tergores pisau penodong. Aku segera berlari ke arahnya.
“Terima kasih, aku tak tahu apa yang akan terjadi padaku jika kamu tidak menolongku, tapi kamu terluka,” kataku sambil menunjuk luka lelaki itu.
Aku mengajaknya ke pinggir danau dan mengobatinya dengan tisu yang biasa ku bawa.
“Maaf, ini semua karena aku, kamu takkan terluka jika tidak menolongku.” Tuturku dengan tetap mengobati tangannya yang banyak mengeluarkan darah.
“Tidak apa-apa, ini sudah biasa.”
“Ee, maaf. Kita belum kenalan, aku Sena.” Kata lelaki itu.
“Oh iya, aku Salsa
“Sedang apa kamu di sini? Sendirian?” Tanya Sena padaku.
“Tidak, aku tidak sendiri aku bersama temanku.”
Aku menceritakan yang telah terjadi tadi kepada Sena.
“Salsa!“
Aku dengar suara Sevi memanggilku, aku menengok ke arah suara itu berasal.
“Sevi! Dari mana kamu? Aku mencarimu.” Kataku pada Sevi. Saat aku hendak memperkenalkan Sena pada Sevi, Sevi dengan tiba-tiba berkata.
”Sena? Sedang apa di sini?”
Ternyata Sena teman kuliah Sevi. Begitu sempit dunia ini serasa semua yang ada di dunia ini saling berhubungan.
∞∞∞
“Salsa, kuliah di mana?” tanya Sena padaku.
“Aku masih SMA, kelas 3,” jawabku.
“Oh, aku kira kamu teman kuliah Sevi juga,” kata Sena dengan senyum manisnya.
“Bukan, aku tetangganya, kebetulan aku dekat sekali dengan Sevi.”
Setelah pertemuanku dengan Sena yang tak disengaja itu, Sevi kerap sekali menceritakan sosok Sena kepadaku. Dan ternyata Sevi menyukai Sena. Tak heran jika Sevi menyukainya, Sena lelaki yang baik. Aku pun mengaguminya. Kami sering menghabiskan waktu bersama, sekedar jalan-jalan atau makan.
∞∞∞
Suatu hari, Sena menjemputku di sekolah. Ia mengajakku makan siang di suatu tempat. Setelah kami makan siang, Sena mengajakku ke danau.
“Iya. Sa, aku ingin bicara sesuatu, tentang kita Sa,” kata Sena padaku.
Suasana menjadi sangat hening. “Apa maksudmu?” tanyaku tak mengerti.
“Aku menyayangimu Sa, sejak aku pertama melihatmu, aku tak pernah merasakan hal seperti ini sebelumnya.”
“Tapi, Sevi menyukaimu sejak ia mengenalmu.” Kataku pada Sena.
“Tak apa Sa, aku tidak keberatan, aku sudah menganggapmu seperti adikku sendiri,” tiba-tiba suara itu datang tak jauh dari tempatku duduk bersama Sena, ternyata Sevi! Berdampingan dengan seorang lelaki yang tak lain adalah Andre.
“Sa, Sena hanya menyayangimu, aku tidak apa-apa. Aku akan senang bersama Andre.”
Atas persetujuan Sevi, aku dan Sena menjalin hubungan hingga satu tahun. Tak terasa sebentar lagi aku akan lulus dan meneruskan sekolahku di kota Bandung, kota yang telah lama ingin ku kunjungi.
∞∞∞
Ayah Sena sakit keras. Aku mengajak Sevi menjenguk ayah Sena. Sevi tampak khawatir. Sesampainya di rumah sakit, Sevi mendahuluiku masuk ke dalam kamar ayah Sena, Sevi terlihat sangat akrab dengan keluarga Sena. Aku merasa tersisih.

“Sa, aku ingin membicarakan sesuatu, tapi tidak sekarang. Besok aku akan menjemputmu,” tutur Sena dengan serius.
∞∞∞
Aku dan Sena bertemu di tempat dekat taman kota. Aku tak tahu apa yang membuat Sena begitu ingin bertemu, bukankah ia sedang sibuk menunggui ayahnya yang sedang sakit?
“Sena, ada apa? Sepertinya ada sesuatu yang penting?” Tanyaku padanya.
“Sebenarnya ini bukan waktu yang tepat, karena sebentar lagi kamu akan pergi ke Bandung,” jawabnya dengan suara agak parau.
“Ada apa sebenarnya? Aku tidak mengerti,” kataku penuh tanya.
“Kamu tahu kan, ayahku sakit keras? Ia memintaku untuk segera menikah!” Tutur Sena dengan tatapan yang sangat dalam.
“Lalu, apa maumu?” Tanyaku padanya lagi.
“Apa mauku? Tentu saja aku akan menikahimu, dalam waktu dekat ini.” Jawabnya tegas.
Aku hanya terdiam mendengar kata-katanya. Seharusnya aku memang senang, orang yang aku cintai akan menikahiku. Tapi aku tak bisa, bahkan aku belum genap dua puluh tahun, aku masih ingin kuliah, aku belum mewujudkan keinginan orang tuaku, dan Sena tahu semua itu.
“Pernikahan bukan akhir dari segalanya Salsa, tapi aku tidak akan mengekangmu. Semua terserah padamu,” kata Sena meyakinkanku.
“Sena, aku tidak bisa, orang tuaku takkan mengijinkan aku menikah sebelum aku menyelesaikan sekolahku.”
“Aku tahu itu, tapi kamu pasti juga tahu, bagaimana keadaan ayahku? Hanya ini yang bisa kulakukan untuk ayahku disaat-saat terakhirnya.”
Aku tak bisa berkata sepatah kata pun. Tanganku yang terasa sangat dingin terasa hangat di genggaman Sena, satu-satunya orang yang aku inginkan untuk menjadi pendampingku. Tapi tidak untuk saat ini.
“Sa, aku menunggu jawabanmu, aku tahu ini berat untukmu, pilihlah yang menjadi pilihanmu. Menikah denganku atau tidak... sama sekali.” Kata Sena.
Aku benar-benar hancur dan sangat kacau, apa aku harus melepas Sena? Atau menghianati orang tuaku sendiri?
Hanya satu tempat dimana aku bisa memikirkan semua itu, tengah malam yang dingin memaksaku bangun dari tidurku yang pulas. Bergegas aku mengambil air wudlu. Ya, hanya Allah tempatku meminta petunjuk untuk semua masalah yang kuhadapi.
“Aku ingin bertemu, ada sesuatu yang harus kukatakan padamu,” kataku pada Sena lewat gagang telepon rumahku.
∞∞∞
Di danau, di bawah pohon dengan bangku putih, kami berdua duduk. Dan aku pun mulai angkat bicara.
“Baiklah, Sena aku sangat menyayangimu.” kata-kataku terhenti, berat rasanya mengatakannya..
“Tapi aku tidak bisa menerima lamaranmu. Keluargaku masih membutuhkanku,”
Aku terdiam melihat wajah Sena penuh kekecewaan, dan aku tahu memang itu konsekuensi yang harus aku terima.
“Hanya kamu wanita yang aku cintai Sa,” tutur Sena tenang.
“Apa benar kamu mencintaiku? Apa kamu akan melakukan apa yang aku inginkan?” Aku menatapnya dalam.
“Pasti aku akan melakukannya Sa, semampuku hanya untuk kamu.” Jawab Sena, meletakkan tangannya di pipiku. Ku pegang tangannya dan memberanikan diri berkata,
“menikahlah dengan Sevi!”
“Apa maksudmu? Aku tidak mencintainya.” Seketika Sena beranjak dari tempat duduknya.
“Tapi dia mencintaimu, dan setidaknya ia telah siap menikah. Aku yakin kamu akan bahagia dengan Sevi.” Kataku dengan kepala tertunduk tak berani menatap mata Sena.
“Apa kamu yakin dengan perkataan konyolmu itu?” Tanya Sena dengan nada mulai tinggi.
“Iya.”
“Sa, dengarkan aku.” Sena berkata sambil memegang kedua lenganku. Aku menatapnya sangat dalam, tak pernah aku melihat Sena seperti ini sebelumnya.
“Jika itu maumu, aku akan melakukannya, bukan untuk siapa pun kecuali untuk orang yang benar-benar aku sayangi.”
Ia melepaskan tangannya kemudian meninggalkanku bersama hembusan angin yang dingin beserta linangan air mataku, menunggu seseorang mengusapnya.
∞∞∞
“Sa, hati-hati ya di sana! Baik-baik, jaga diri ya nduk. Kalau ada apa-apa langsung kabari Bapak sama Ibu, salam buat Budhemu ya nduk.” tutur Ibu mewanti-wanti kepergianku.
“Iya Bu, Salsa pasti hati-hati di sana,” kataku menenangkan ibu.
Sena tahu aku akan pergi hari ini, aku sudah mencoba menelponnya tadi malam tapi tak ada jawaban. Pikiranku semakin kacau, apa ia sedang menyiapkan pernikahannya? Mungkin begitu, tapi aku tak boleh seperti ini, aku bukan siapa-siapa lagi baginya. Aku hanya bisa mendoakan ia bahagia bersama Sevi. Mereka adalah orang-orang yang aku sayangi.
Dari hari ke hari aku mulai sadar, aku harus bangkit. Di Bandung aku harus fokus pada kuliahku. Dan berhenti memikirkan masa lalu yang akan membuatku semakin hancur dan menyesal.

2 Tahun berlalu.....

Aku sangat merindukan Semarang. Apalagi sudah 2 tahun ini aku tak menikmati lezatnya sayur lodeh buatan ibu. Aku memutuskan untuk pulang ke Semarang.
Seisi rumah terkejut melihat kedatanganku tanpa kabar. Setelah menceritakan semua pada ibu selama aku di Bandung, aku bersiap ingin pergi ke danau. Ya, danau tempat pertama dan terakhir aku bertemu Sena semenjak kepergianku ke Bandung.
Aku menyusuri jalanan menuju danau, aku terkejut, melihat sesorang yang bukan lain adalah Sena, Ia menggendong seorang anak kecil, gadis kecil yang sangat cantik. Di sebelah Sena terlihat seorang wanita, kurasa ia Sevi, tetapi ternyata bukan. Lalu siapa dia? Dimana Sevi?
Aku terpaku di tempat aku berdiri menatap mereka. Menyaksikan Sena yang kurasa bersama keluarganya.
Tiba-tiba, Sena menoleh ke arahku. Ia menatapku, aku segera membalik badanku berlari menjauh dari keluarga yang sedang berbahagia itu. Tanpa ku sadari, setitik air mata jatuh di pipiku. Langkahku terhenti saat sentuhan tangan yang tak asing lagi bagiku kurasakan menggenggan tanganku.
“Sena? apa yang kamu lakukan?” tanyaku dengan terbata-bata.
“Salsa, aku merindukanmu, aku hampir tak percaya kau ada di sini,” kata Sena.
“Di mana Sevi?” tanyaku singkat. “Apa kamu belum tahu?”
“Tahu tentang apa?” tanyaku penasaran.
Setelah Sena menceritakan semua tentang Sevi, aku terkejut dan sama sekali tak mengira. Sevi meninggal karena aborsi, Andre telah menghancurkan masa depan Sevi dan tidak bertanggung jawab. Sevi melakukan hal itu karena ia tak mau membuat orang tuanya dan Sena kecewa.
“Kenapa tak ada kabar untukku?” tanyaku.
“Semua itu serba ditutup-tutupi oleh keluarga Sevi, lagi pula aku tidak ingin mengganggu kuliahmu.”
“Lalu bagaimana denganmu?”
“Ayahku pergi hampir bersamaan dengan kepergian Sevi.”
Aku tak mengerti apa maksud perkataan Sena.
”Dengan siapa kamu menikah?”
Sena tersenyum, ”tidak dengan gadis mana pun.”
Mendengar itu, aku semakin bertanya-tanya siapa wanita dan anak kecil itu?
“Kamu pasti penasaran siapa wanita yang kamu lihat tadi kan?” tanya Sena.
“sebenarnya iya,” aku menjawabnya dengan senyum kecil.
“Dia bukan istriku, dia kakak iparku,” jawab Sena dengan senyum menggelikan.
“Oh ya? Lalu, apa ibumu tak memintamu tetap menikah?” tanyaku lagi padanya.
“Ibuku tak sekeras ayahku, lagi pula ibu tahu hanya kamu yang aku cintai.” Sena menatapku, seperti terakhir ia menatapku. Aku tertunduk, perasaanku campur aduk, ada rasa senang karena Sena masih mencintaiku. Tapi ada kesedihan saat aku kehilangan sahabat baikku.
“Sena, kamu mau kan mengantarku ke makam Sevi?” Pintaku pada Sena.
“Kenapa tidak, sekarang?”
“Iya” jawabku.

Di depan batu nisan Sevi, aku tak bisa menahan air mataku lebih lama. Sena menenangkanku, mendekapku dan mengusap air mataku. Aku tak tahu apa yang akan terjadi padaku jika Sevi masih hidup dan aku harus menyaksikan Sevi di samping Sena, mendampingi Sena.

Mungkin ini jalan hidupku, bersama orang yang memang aku cintai. Aku pun tahu apa yang aku relakan pasti akan dapat balasan yang terbaik dari Tuhan. Apa yang aku pilih adalah yang menentukan jalan hidupku sendiri. Apa pun itu, apa pun yang aku korbankan takkan ada yang sia-sia. Karena itu semua telah digariskan oleh yang Maha Kuasa.
Kini aku takkan melepas Sena, semua yang telah kami lalui telah cukup menguji ketulusan cinta kami yang abadi.

Hikayat

Hikayat Indera Bumaya


Syahdan Indera Bumaya pun besarlah, makin elok parasnya, budi bahasanya pun terlalu baik, serta fasih lidahnya dan bijak pula pada barang pekerjaan. Hikmat peperangan pun habis dipelajarinya. Pada suatu malam, Indera Bumaya pun bermimpi dibawa oleh seorang perempuan naik ke keinderaan untuk melihat gambar Puteri Kesuma Dewi. Sesudah melihat gambar itu, Indera Bumaya pun jatuh pingsan tiada khabarkan dirinya. Setelah genap tujuh hari dan tujuh malam barulah ia sadarkan dirinya.
Karena terlalu berahi akan rupa gambar itu, Indera Bumaya lalu memohon izin kepada ayahnya untuk mencari puteri yang dimimpikannya itu.
Tersebutlah perkataan Indera Bumaya mencari puteri idamannya di sebelah matahari mati, keluar masuk hutan rimba yang besar dan padang yang luas. Segala binatang yang buas sekaliannya menundukkan kepala seperti orang memberi hormat kepada raja, Indera Bumaya pun sampai di sebuah gunung yang terlau tinggi lagi besarnya. Seorang perempuan menyuruhnya pergi berguru pada Sri Maharaja Sakti dan belajar hikmat tipu perang dirinya. Dan untuk sampai kepada tempat Sri Maharaja Sakti, Indera Bumaya mesti bertemu dengan Maharesi Antakusa dulu. Sebelum berpisah, perempuan itu masih memberikan Indera Bumaya sebuah guliga yang boleh menjadikan diri berjenis-jenis burung atau guliga yang boleh menjadikan diri berjenis-jenis burung atau bunga melur.
Maharesi Antakusa menyambut kedatangan Indera Bumaya dengan hormat serta memberitahunya, kalau Indera Bumaya hendak beristerikan Puteri Kesuma Dewi ia mesti pergi kepada Maharesi Kesna Candra. Diingatkannya kepada Indera Bumaya supaya jangan jatuh cinta pada seorang perempuan cantik di sebuah rumah di tengah jalan. Sebelum bercerai, Maharesi Antakusa memberikan Indera Bumaya sebuah guliga yang dapat angin, hujan, guruh, petir, serta mengeluarkan rakyat beribu-ribu.
Tersebut pula perkataan Indera Bumaya sudah berjalan sampai di padang Antah Berantah yang terlalu permai rupanya. Di tengah padang itu, Indera Bumaya bertemu dengan serumpun bunga melur dan seekor burung bayan yang pandai berkata-kata. Seketika bermain di padang itu, Indera


Bumaya pun melihat seekor kumbang hijau menjadikan dirinya sebuah rumah dan di dalam rumah itu ada seorang perempuan yang terlalu elok parasnya. Indera Bumaya teringat pesan Maharesi Antakusa dan hendak berjalan keluar, maka dilihatnya padang itu sudah menjadi laut. Indera Bumaya marah dan mengancam akan membunuh perempuan itu. Perempuan itu takut dan memberitahu bahwa namanya ialah Candra Lela Nur Lela. Indera Bumaya lalu mengakuinya sebagai saudara. Puteri Candra Lela pula memberikan Indera Bumaya satu kemala hikmat yang dapat mengeluarkan empat orang jin dari dalamnya.

Hikayat Indera Bumaya


Syahdan Indera Bumaya pun besarlah, makin elok parasnya, budi bahasanya pun terlalu baik, serta fasih lidahnya dan bijak pula pada barang pekerjaan. Hikmat peperangan pun habis dipelajarinya. Pada suatu malam, Indera Bumaya pun bermimpi dibawa oleh seorang perempuan naik ke keinderaan untuk melihat gambar Puteri Kesuma Dewi. Sesudah melihat gambar itu, Indera Bumaya pun jatuh pingsan tiada khabarkan dirinya. Setelah genap tujuh hari dan tujuh malam barulah ia sadarkan dirinya.
Karena terlalu berahi akan rupa gambar itu, Indera Bumaya lalu memohon izin kepada ayahnya untuk mencari puteri yang dimimpikannya itu.
Tersebutlah perkataan Indera Bumaya mencari puteri idamannya di sebelah matahari mati, keluar masuk hutan rimba yang besar dan padang yang luas. Segala binatang yang buas sekaliannya menundukkan kepala seperti orang memberi hormat kepada raja, Indera Bumaya pun sampai di sebuah gunung yang terlau tinggi lagi besarnya. Seorang perempuan menyuruhnya pergi berguru pada Sri Maharaja Sakti dan belajar hikmat tipu perang dirinya. Dan untuk sampai kepada tempat Sri Maharaja Sakti, Indera Bumaya mesti bertemu dengan Maharesi Antakusa dulu. Sebelum berpisah, perempuan itu masih memberikan Indera Bumaya sebuah guliga yang boleh menjadikan diri berjenis-jenis burung atau guliga yang boleh menjadikan diri berjenis-jenis burung atau bunga melur.
Maharesi Antakusa menyambut kedatangan Indera Bumaya dengan hormat serta memberitahunya, kalau Indera Bumaya hendak beristerikan Puteri Kesuma Dewi ia mesti pergi kepada Maharesi Kesna Candra. Diingatkannya kepada Indera Bumaya supaya jangan jatuh cinta pada seorang perempuan cantik di sebuah rumah di tengah jalan. Sebelum bercerai, Maharesi Antakusa memberikan Indera Bumaya sebuah guliga yang dapat angin, hujan, guruh, petir, serta mengeluarkan rakyat beribu-ribu.
Tersebut pula perkataan Indera Bumaya sudah berjalan sampai di padang Antah Berantah yang terlalu permai rupanya. Di tengah padang itu, Indera Bumaya bertemu dengan serumpun bunga melur dan seekor burung bayan yang pandai berkata-kata. Seketika bermain di padang itu, Indera


Bumaya pun melihat seekor kumbang hijau menjadikan dirinya sebuah rumah dan di dalam rumah itu ada seorang perempuan yang terlalu elok parasnya. Indera Bumaya teringat pesan Maharesi Antakusa dan hendak berjalan keluar, maka dilihatnya padang itu sudah menjadi laut. Indera Bumaya marah dan mengancam akan membunuh perempuan itu. Perempuan itu takut dan memberitahu bahwa namanya ialah Candra Lela Nur Lela. Indera Bumaya lalu mengakuinya sebagai saudara. Puteri Candra Lela pula memberikan Indera Bumaya satu kemala hikmat yang dapat mengeluarkan empat orang jin dari dalamnya.




HIKAYAT MUSAFIR DENGAN TUKANG EMAS


“Sekarang” ceritakan pulalah perumpamaan orang yang berbuat kebajikan, tetapi tidak pada tempatnya,dan ia mengharap juga akan terima kasih.”
“Ampun, tuanku,adapun makhluk di dunia ini bertinggi rendah derajatnya. Sungguhpun demikian tidaklah dalam makhluk sebanyak itu, baik yang berkaki empat, baik bangs yang berkaki dua, maupun yang bersayap, yang terlebih mulia daripada mannusia. Akan tetapi tidak semuanya manusia itu tinggi budinya, ada pula yang jahat kelakuan. Binatang kadng-kadang ada yang lebih mulia budinya daripada manusia,lebih dapat dipercaya dan lebih pandai membalas guna. Oleh sebab itu wajib atas orang yang bijaksana, istimewa raja-raja, meletakkan kebajikan pada tempatnya jangan teperbuat hendaknya kepada orang yang tiada pandai menghargakannya, tiada pula tahu berterima kasih. Jadi ada gunanya menyelidiki budi pekerti tiap-tiap orang yang ada perhubungannya dengan kita. Jika ternyata seseorang pandai membalas guna, bolehlah kita berbuat kebajikan kepadanya, sekalipun ia bukan ahli pamili. Sebaliknya di antara ahli pamili sendiri ada yang tidak pandai membalas guna, dan tidak patut menjadi tempat meletakkan kebajikan.
Bukankah tak ada pandai obat yang mau mengobati orang sakit sebelum diketahuinya keadaan diri orang itu, tabiatnya dan penyakit yang dihidapkannya? Demikianlah maka arif bijaksana belum mau mendekatkan diri kepada seseorang, sebelum mengetahui tabiat kelakuan orang itu. Barangsiapa yang lekas percaya kepada kebaikan orang yang didengarnya dari mulut ke mulut saja, ia menjatuhkan dirinya ke dalam bahaya.
Sungguhpun demikian mungkin pula terjadi orang yang berbuat baik kepada seseorang yang lemah, yang belum diketahuinya budi pekertinya mendapat balasan kebaikan pula. Seperti orang yangmembawa burung rajawali di tangannya, lalu apabila burung itu dapat memburu dan menangkap perburuan,maka yang penya pun beruntunglah. Kata orang tua-tua tiada patut sesorang merendahkan lainnya, baik manusia maupun binatang. Tetapi baiklah dicobainya lebih dahulu, supaya dapat diketahuinya apa yang layak dilakukan kepada orang itu. Orang yang memperbuat perbuatan yang baik, tetapi bukan pada tempatnya, adalah perumpamaannya seperti musafir yang melepaskan tukang mas dari dalam sumur.”
“Ceritakanlah, hai Brahmana yang bijaksana!”
“Sekali peristiwa pada suatu tempat yang digali orang sebuah sumur. Maka pada suatu malam jatuhlah ke dalam sumur itu orang pandai emas, seekor ular, seekor kera dan singa seekor. Setelah sianglah hari, lalu di tempat itu seorang musafir. Demi kelihatanlah olehnya pandai emas bersama-sama dengan binatang-binatang itu dalam sumur, berikirlah ia. “Tak mungkin ada amal yang lebih berharga untuk akhiratku,” katanya dalam hatinya,



“daripada melepaskan orang itu darimusuh-musuhnya.”

Maka diulurkannya seutas tali. Mula-mula
bergantunglah kera, lalu ditariknya dan kera pun terlepas dari bahaya. Diulurkan sekalli lagi, dan terlepaslah ular. Sekali lagi diulurkannya, bergantung pula singa, dan ia pun terlepas pulalah. Ketiga binatang itu lalu mengucapkan terima kasih kepada musafir, seraya berkata, “Adapun orang itu janganlah tuan hamba keluarkan, karena mannusia tiada pandai membalas guna.”
Kemudian kata kera,”Adapun tempat hamba adalah pada sebuah bukit dekat kota yang bernama Nawadiracht.”
“Hamba pun di situ juga tempatnya,” kata singa menyela. “Dan hamba,” kata ular, “pun di situ.” “Oleh sebab itu,” kata binatang ketiganya, “kalau tuan hamba datang ke tempat itu, dan ada keperluan tuan hamba akan barang sesuatu, maka sebutah nama kami,niscaya kami datang, membalas jasa tuan hamba sedapat-dapatnya.” Kemudian binatang itu pun pergilah.
Nasihat binatang itu tiada dipedulikan oleh musafir. Diulurkannya tali sekali lagi dan dilepaskannya tukang emas. “Tuan hamba telah melepaskan jiwa hamba,” kata tukang emas. “Oleh sebab itu jika tuan hamba sampai ke kota Nawadiracht, tanyakanlah rumah hamba, mudah-mudahan dapat juga hamba membalas budi tuan hamba itu hendaknya. Hamba ini pandai emas.”
Pada suau ketika sampailah musafir ke kota Nawadiracht. Demi kera terlihat akan musafir itu,datanglah ia lalu sujud menjilat kaknya seraya berkata, “Adapun bangsa kera tidaklah mempunyai suatu apa pun jua. Sungguhpun demikian, sudilah tuan hamba menanti barang seketika di sini.” Maka pergilah kra, dan sesaat sudah itu kembali ia membawa buah-buahan yang lezat cita rasanya, diberikannya kepada musafir. Musafir pun makanlahdan terobatlah laparnya.
Sudah itu musafir berjalanlah pula. Sejurus antaranya bertemu ia de nga singa. Singa pun sujud menyembah sambil berkata, “Hamba berutang budi kepada tuan hamba. Oleh sebab itu sudilah tuan hamba menanti seketika di sini.”Lalu singa pun perg dari situ masuk ke dalam teman tempat anak raja bermain-main. Anak raja itu dibunuhnya, diambilnya kalung lehernya, dibawanya kepada musafir. Demi musafir melihat barang perhiasan itu, teringatlah tukang emas olehnya.
“Binatang ini sudah memberiku barang perhiasan,” katanya. “Alangkah baiknya kalau aku datang kepada tukang emas. Dia yang tahu berapa harganya barang ini. Kalau dia seorang miskin pula, biarlah diambilnya seperdua daripada penjualannya, cukuplah diberikannya kepadaku yang seperdua lagi.”



Maka pergilah ia ke rumah tukang emas. Tatkala bertemu sangat hormat tukang emas menyambut dia. Keudian ketika perhiasan itu diperlihatkan musafir kepadanya, tahulah pandai emas siapa yang empunya, karena barang itu ia yang membuatkan untuk anak raja dahulu. Maka berkata ia kepada musafir, “Istirahatlah tuan hamba barang seketika, hemba hendak pergi membeli makanan, karena di rumah tiada hamba menaruh makanan yang patut bagi tuan hamba.”
Kemudian keluarlah ia sambil berkata dalam hatinya, “Mujur aku. Sekarang terbuka jalan bagiku akan menjadi orang bear. Kuberitahukan kepada raja bahwa orang yang membunuh putra baginda dan merampas perhiasannya ada di rumahku. Tak boleh tidak aku diberi raja karunia yang besar.” Maka masuklah ia menghadap dan diadukannya musafir itu kepada baginda. Ketika itu juga raja pun bertitah menyuruh mmenangkap musafir itu. Demi baginda melihat perhiasan itu ada padanya,murkalah baginda, lalu bertitah mnyuruh memenjarakan dan menyiksanya, kemudian supaya diarak keliling kota, sudah itu dibunuh.
Mendengar titah raja demikian, musafirpun menangis seraya berkata, “Kalau nasihat binatang itu kuturuti dahulu barangkali tiadalah akan begini halku.” Maka merataplah ia hingga kedengaran oleh ular.Ular pun datanglah menemuinya. Karena kasihan melihat hal orang itu, ular pun berusaha hendak melepaskannya. Dipatuknya putra mahkota, lalu sudah itu ia pergi mendapatkan sahabatnya seorang jin. Disuruhnya jin mengganggu putra itu dalam tidurnya, bahwa ia akan sembuh sebelum diobati oleh musafir yang terpenjara karena teraniaya itu. Sudah itu pergi pula ia bertemu dengan musafir.
“Dahulu sudah juga kami larang tuan hamba melepaskan musuh itu,” katanya, “tetapi tuan hamba tiada mau mendengar kata kami. Sekrang jika datang tuan pesuruh raja menyuruh mengobati putra baginda, beri minumlah anak itu dengan air daun kayu ini, mudah-mudahan sembuh ia. Kemudian kalau ditanya raja hal ihwal tuan hamba, ceritakanlah kepada baginda dengan sebenar-benarnya. Mudah-mudahan terlepas tuan hamba dari hukuman.”
Demi raja melihat anaknya digigit ular, dipanggilnyalah semua tabib dari dalam negeri, disuruhnya mengobati. Tetapi berapa pun diobati tiada juga putra itu sembuh. Kemudian pada suatu malam putra itu bermimpi, serasa ada oarang datang kepadanya mengatakan, kalau ia hendak sembuh, haruslah ia berobat kepada musafir yang terpenjara itu. Ketika mimpi itu dikabarkan kepada raja, dipanggil bagindalah muafir itu, disuruhnya memanterakan annaknya.
“Patik tiada pandai bermantra, Tuanku,” jawab musafir itu. “Tetapi cobalah putra itu diberi minum air daun ini mudah-mudahan sembuh dia.”
Setelah putra raja diberi minum air daun itu, maka melihat izin Tuhan sembuhah dia. Sangatlah sukacita raja melihat ananda sembuh, dan musafir itu pun dikaruniai baginda anugerah besar. Kemudian baginda pun bertanyalah akan hal ihwalnya. Oleh musafir semua keadaannyadiceritakan kepada raja.


Mendengar cerita musafir itu murkalah baginda kepada pandai emas, lalu disuruh beginda tangkap dan sulakan. Maka disulakan oranglah pandai emas itu. Demikianlah kalau orang melakukan perbuatan yang keji, air susu dibalas dengan tuba.
Bagi cerdik cendikia hikayat di atas dapatlah menjadi peringatan, supaya hati-hati meletakkan kebajikan pada tempatnya yang berpatutan dengan dia, baik terhadap ahli pamili sendiri, maupun terhadap oarang lain semata-mata. Ketika itulah baru kebajikan yang ditanam itu dapat dipetik buahnya, dan sesal yang tiada berguna dapat disingkirkan jauh-jauh.”

Contoh proposal kegiatan siswa

PEKAN BAHASA
SMA NEGERI 3 SALATIGA
Jalan Kartini 34 telp (0298)323300 Salatiga

I. NAMA KEGIATAN
Pekan Bahasa SMA Negeri 3 Salatiga

II. TEMA
Cerdaskan Indonesiaku dengan Berbahasa


III. BENTUK dan JENIS KEGIATAN
 BENTUK KEGIATAN
Bazar
 JENIS KEGIATAN
1. Seminar
2. Musikalisasi Puisi
3. Drama
4. Band
5. Tarian Tradisional
6. Tarian Modern

IV. LATAR BELAKANG
Globalisasi yang sedang terjadi di dunia akhir-akhir ini mempunyai dampak dalam kehidupan manusia, khususnya dalam hal berbahasa. Seluruh penjuru dunia seakan-akan diwajibkan untuk bisa berbahasa universal, yaitu bahasa inggris. Akibatnya, banyak orang yang lebih mengenalkan mencintai bahasa universal tersebut daripada bahasa Ibu (bahasa Nasional). Hal ini menyebabkan bahasa Nasional tidak akan dihargai di negeri sendiri. Itulah yang sedang terjadi di Indonesia dewasa ini.
Indonesia juga sedang mengalami krisis berbahasa. Banyak masyarakat, khususnya kaum remaja, sudah tidak lagi peduli terhadap kaidah dan susunan tata bahasa sehingga banyak kalangan yang berbahasa sekehendak mereka dan tidak lagi menghargai norma-norma dalam hal berbahasa. Hal ini akan menyebabkan bahasa yang berkembang di masyarakat menjadi kacau dan tidak terkendali.

V. DASAR KEGIATAN

 Rapat kelas XII Ilmu Bahasa tanggal 7 Agustus 2010.
 Rapat OSIS SMA Negeri 3 Salatiga tanggal 28 Agustus 2010.
 Program kegiatan 2 tahunan kelas XII Ilmu Bahasa.

VI. MAKSUD dan TUJUAN
A. MAKSUD
Untuk meningkatkan kreativitas berbahasa siswa.
B. TUJUAN
• Untuk melestarikan budaya bangsa agar tidak tergeser oleh bahasa asing, seperti bahasa inggris.
• Untuk meningkatkan kemahiran berbahasa terutama dalam ketatabahasaan.

VII. SASARAN
Seluruh siswa terutama siswa kelas bahasa, guru dan karyawan SMA Negeri 3 Salatiga.

VIII. PENYELENGGARA
Acara Pekan Bahasa akan diselenggarakan oleh siswa XII Ilmu Bahasa (susunan panitia terlampir)

IX. WAKTU dan PELAKSANAAN
Acara Pekan Bahasa akan diselenggarakan pada :
Hari : Jumat – Sabtu,
Tanggal : 17 Desember 2010 – 18 Desember 2010.
Waktu : 08.00 – 15.00 WIB.
Tempat pelaksanaan : Lapangan Upacara SMA Negeri 3 Salatiga.
X. ESTIMINASI ANGGARAN
A. Pengeluaran
1. Perlengkapan
a. Dekorasi Rp .400.000,00
2. Peralatan
a. Sound System Rp .250.000,00
b. Kursi untuk Seminar Rp.100.000,00
100 orang x @ Rp 1000
c. Kursi untuk tamu undangan Rp .125.000,00
125 orang x @ Rp1000
d.Sewa tenda Rp.1.850.000,00
27 x Rp 50.000
e. Sewa panggung Rp .1.000.000,00
f. Perlengkapan panggung Rp 500.000,00
3. Konsumsi
a. Makan besar untuk panitia Rp 660.000,00
H-1 + Hari H
33 bungkus x @ Rp 10.000,00 (2 kali makan)
b. Snack Panitia Rp 230.000,00
H-1 + Hari H
33 bungkus x @ Rp 5000,00
c. Snack peserta seminar + stiker Rp.5.000.000,00
1000 bungkus x @ Rp 5000,00
4. Dokumentasi Rp 500.000,00
5. Publikasi Rp 200.000,00
6. Transportasi Rp 150.000,00
Total Rp10.965.000,00
B. SUMBER DANA
a. Kas XII Ilmu Bahasa Rp1.000.000,00
b. Bantuan OSIS Rp 500.000,00
c. Usaha Dana Rp1.500.000,00
d. Iuran peserta @ Rp 3000,00 Rp3.000.000,00
e. Audisi Dana @ Rp 2000,00 Rp2.000.000,00
Total Rp6.000.000,00
Jadi defisit anggaran sebesar Rp 4.965.000
Mohon kekurangan ditutupi oleh sponsor.
XI. Lain-lain
Jika ada perubahan akan di sampaikan di kemudian hari.
Salatiga,20 Oktober 2010
Ketua Sekretaris I





…………………….. ………..……………
Dayu Fahmil Falah Sayidatun Nafi’ah
NIS.4645 NIS.5076
Mengetahui
Kepala Sekolah



…………………………
Drs.Sujit Mudjirno, S.IP, M.Pd.
NIP.19530929 197903 1 009

SUSUNAN ACARA
Jumat, 17 Desember 2010
08.00 – 08.15 WIB : Pembukaan acara Pekan Bahasa SMA Negeri 3 Salatiga
1. Sambutan oleh Bapak Kepala Sekolah SMA Negeri 3 Salatiga
2. Ketua Panitia Pekan Bahasa
08.15 - 09.00 WIB : Seminar yang ditujukan untuk seluruh peserta
09.00 – 09.15 WIB : Istirahat
09.15 – 11.30 WIB : Menampilkan kreatifitas siswa-siswi, guru serta karyawan SMA N 3
Salatiga
 Band
 Paduan suara khusus lagu Kebangsaan
 Musikalisasi Puisi
 Drama
 Tari Tradisional
 Tari Modern
11.30 – 12.30 WIB : Istirahat
12.30 – 13.00 WIB : Pembagian Doorprize
13.00 - 14.30 WIB : Kreatifitas khusus guru dan karyawan SMA Negeri 3 Salatiga
• Band-Gamelan
• Sindhen
• Drama
• Musikalisasi puisi
14.30 – 15.00 WIB : Penutupan





Sabtu, 18 Desember 2010
08.00 – 10.00 WIB : Bazar
10.00 - 11.30 WIB : Pengenalan budaya
11.30 – 12.30 WIB : Istirahat
12.30 - 14.30 WIB : Dorprize
14.30 – 15.00 WIB : Penutupan acara dan sambutan-sambutan



















SUSUNAN PANITIA
Ketua Panitia : Dayu Fahmil Falah
Wakil Panitia : Dony Bagus Setyawan
Sekretaris I : Sayidatun Nafiah
Sekretaris II : Sonya Adi Pratiwi
Bendahara I : Ari Wahyu Martina
Bendahara II : Anna Aryani
Seksi Perlengkapan : Gono Tri Nugroho
Seksi Konsumsi : Fransiska Pertiwi Mustika S
Seksi Dokumentasi : Vicky Kooswartono Putri
Humas :
J Theodora Amy Christi
J Bagus Ranggah
J Ulfi Alfisnaini
Seksi Perlengkapan :
 Gono Tri Nugroho
 Satria Pinandita
 Yoseph Agung Kharis P
Seksi Konsumsi :
 Fransiska Pertiwi Mustika S
 Lydia Nuari Dewi
 Ruth Victoria Ima Y


Seksi Dokumentasi :
 Vicky Kooswartono Putri
 Ferry Doriano Septianis
 Rebeca Andari Rinarso


















































Oleh :
Anna Aryani /01
Ari Wahyu Martina /02
Dayu Fahmil Falah /07
Dony Bagus Setyawan /10
Sonya Adi Pratiwi /26
Sayidatun Nafi’ah /25

Kamis, 21 Oktober 2010

Contoh artikel siswa

PENDIDIKAN DI INDONESIA MEMPRIHATINKAN
Oleh: Pradipta Angga Saputra

Jika ada yang mengatakan bahwa tidak perlu UN karena yang mengetahui karakteristik siswa di sekolah adalah guru, pernyataan tersebut betul sekali, namun pada kenyataannya di lapangan, sering kali saya lihat nilai raport yang dimanipulasi, jarang bahkan mungkin tidak ada guru yang tidak memanipulasi nilainya dengan berbagai macam alasan, kasihan siswanya, supaya terlihat guru tersebut berhasil dalam mengajar, karena tidak boleh ada nilai 4 atau 5 di raport dan lain sebagainya. Mengapa guru bersikap demikian, mengapa nilai siswa-siswa banyak yang belum tuntas, salahkah guru?? Jawabannya bisa ya bisa tidak, bisa ya karena mungkin guru tersebut tidak memiliki kompetensi mengajar yang memadai, bisa tidak, karena sistem pendidikan Indonesia mengharuskan siswa mempelajari bidang studi yang terlalu banyak. Rata-rata bidang studi yang harus mereka pelajari selama satu tahun pelajaran adalah 16 bidang studi, dengan materi untuk tiap bidang studi juga banyak, abstrak dan tidak sesuai dengan kebutuhan siswa.

Terus terang dalam hal ini saya lebih senang menyalahkan sistem pendidikan Indonesia, sistem pendidikan kita terlalu memaksa anak untuk dapat menguasai sekian banyak bidang studi dengan materi yang sedemikian abstrak, yang selanjutnya membuat anak merasa tertekan/stress yang dampaknya membuat mereka suka bolos, bosan sekolah, tawuran, mencontek, dan lain-lain. Yang pada akhirnya mereka tidak dapat mengerjakan ujian dengan baik, nilai mereka kurang padahal sudah dilakukan remidi, dan supaya dianggap bisa mengajar atau karena tidak boleh ada nilai kurang atau karena kasihan beban pelajaran siswa terlalu banyak, kemudian guru melakukan manipulasi nilai raport. Nilai raport inilah yang kemudian dijadikan dasar untuk memperoleh beasiswa atau melanjutkan kuliah atau ikut PMDK dan lain sebagainya. Tahukah siswa akan kenyataan pahit ini? Lalu apakah UN solusi untuk melihat kemampuan siswa? Bukan, karena UN tidak adil, bahwa kemampuan siswa tidak dapat distandardisasi.

Saya yakin Allah menciptakan manusia tidak ada yang bodoh, yang ada adalah kita terlambat mengetahui kecenderungan kompetensi mereka, dari kecil mereka sudah dikondisikan kalau tidak boleh dibilang dipaksa, untuk melakukan atau mempelajari sesuatu yang tidak sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan psikologi mereka.

Menurut saya mendidik adalah mempersiapkan anak didik untuk menghadapi kehidupan nyata, kehidupan nyata adalah kehidupan dimana mereka sudah tidak lagi bergantung pada orang tua, kehidupan dimana mereka dapat menyelesaikan sendiri segala masalah yang mereka hadapi dengan bijaksana.

Kompetensi manusia tidak bisa distandardisasi dan di rangking, semua memiliki kelebihan dan kekurangan, kalaupun mau dipaksakan ada standardisasi, sistem pendidikan Indonesia diperbaiki terlebih dahulu, standardisasi dikenakan pada kelompok yang memiliki kompetensi dasar sama, itu baru adil.

Sesungguhnya banyak sekali pemerhati pendidikan di Indonesia yang sudah menyadari hal ini, banyak sekali tulisan-tulisan mereka, baik pada artikel-artikel pendidikan, bahkan buku-buku pendidikan, namun pemerintah seolah menutup mata akan ide-ide cemerlang mereka. Sistem pendidikan kita adalah alat pemuas kebutuhan pemerintah dan orang tua, bukan sistem yang dibuat sesuai kebutuhan siswa. Siswa secara tidak sadar dibelenggu oleh pemikiran-pemikiran yang ditanamkan orang tua dan pemerintah bahkan guru, padahal mereka manusia merdeka yang bebas menentukan nasibnya sendiri.

Ternyata banyak pilihan yang bisa dilakukan oleh seorang siswa, terlepas apakah orang tua bisa mengerti ataupun tidak keinginan putra-putrinya. Tidak bersekolah memang keputusan yang sangat berat, berbagai macam keberatan akan muncul, bagaimana dengan diskusi, bagaimana dengan penyamaan persepsi terhadap suatu permasalahan, jika tidak bersekolah, bagaimana dapat menemukan lingkungan yang kondusif untuk belajar., bagaimana dengan pekerjaan, jika tidak punya gelar. Sekolah hanya untuk mencari gelar.

Jika memang tetap sekolah yang akan dijadikan satu-satunya alat untuk mencerdaskan seseorang, maka sistem pendidikan Indonesia harus diubah, tidak boleh memaksakan siswa, kurikulum disesuaikan dengan kompetensi dasar masing-masing siswa, bidang studi yang diajarkan tidak terlalu banyak dan materi untuk tiap bidang studi disesuaikan dengan perkembangan siswa. Fasilitas pendidikan dan kesejahteraan guru mestinya ikut ditingkatkan. Subsidi pendidikan diperbesar, pungutan dan pemotongan dana dan lain-lain dihapuskan.

Bagi siswa yang berani mengambil keputusan untuk tidak melanjutkan sekolahnya, yang menyadari bahwa UN bukan segala-galanya, yang menyadari bahwa belajar bisa dimana saja sesuai dengan keinginan, minat dan kebutuhannya, salut buat mereka, percayalah gelar bukan jaminan keberhasilan seseorang. Banyak sarjana menganggur, belum menyadari apa keinginan dan minat mereka, karena selama ini disadari atau tidak mereka telah dijadikan robot sistem pendidikan Indonesia.

GOOGLE

Banyak masyarakat yang sudah mengenal media internetyang sapat membantu kita untuk mencari hal-hal baru dalam hidup ini. Salah satu media internet yang membumi adalah GOOGLE.
GOOGLE merupakan sarana pembantu bagi semua masyarakat, dari usia muda hingga usia tua. GOOGLE membantu menambah informasi-informasi yang kita butuhkan lewat dunia maya. Tanpa harus susah untuk mencari GOOGLE, cukup ketik “Google.com” dalam internet.
Sekarang media internet sudah menjalar ke semua daerah. Jika tidak memiliki computer bermodemkita bisa dating ke WARNET atau Warung Internet. diWarung internet barulah ansa bebas berekspresi pada GOOGLE.
GOOGLE menyediakan informasi-informasi dg konkrit, karena di GOOGLE kita dapat menelusuri pula gambar dari apa yang kita cari. Selain itu GOOGLE juga menyediakan buku atas apa yang kita telusuri.
GOOGLE sangat membantu kita dalam kehidupan, missal kita dapat mencari aplikasi-aplikasi yang dapat kita download untuk kondumdi pribadi. Dalam proses mendownload kita tidak perlu merogoh kocek dalam-dalam karena GOOGLE memiliki proses yang cepat dan instant.
GOOGLE juga dapat menolong kita ketika sedang dalam keadaan pikiran stress, misal kita bisa bermain game-game yang ada di GOOGLE atau kita dapat mendownload lagu-lagu terbaru untuk di nikmati.
Selain itu kita juga dapat melihat situs-situs yang kita butuhkan. Tapi jangan situs porno ya!!! Karena situ situ dilarang di Negara kita. Jika kita tetap membukanya sama dengan kita melanggar hokum Negara kita.
Masih banyak hal-hal seru lain yang ada di GOOGLE yang bisa ilmu, informasi dan wawasan kita tentang semua hal yang belum kita ketahui.
Mari kita manfaatkan media internet bseprti GOOGLE untuk hal-hal yang baik dan bermanfaat untuk semua. Jangan meggunakannya untuk hal-hal yang melanggar aturan yang ada. Terimakasih
NEGRI NGERI
(NEGERI PARA TIKUS BERDASi)
Oleh : Faizal Haryo W.
Sungguh nikmatnya jadi koruptor duduk bersantai menunggu remisi(pemotongan masa tahanan) dan grasi(pengampunan penahanan). Menjadi tersangka masih bisa tersenyum seakan tak ada problema apa-apa. Salah siapa ini? Pemerintah yang tidak becus atau para tikus-tikus berdasi yang tak punya hati nurani. Korupsi sering dilakukan pejabat publik baik politikus atau politisi maupun pegawai negeri yang secara tidak wajar dan tidak legal memperkaya diri atau memperkaya mereka yang dekat dengannya dengan menyalahgunakan kekuasaan publik yang dipercaya kepada mereka.
Banyak contohnya seperti Aulia Pohan,besan SBY saja juga melakukan korupsi. Padahal presiden adalah panuntan,tokoh idola masak besannya sendiri korupsi apa nggak malu-maluin Negara!. Kemudian Syaukani dengan pura-pura sakit mengajukan grasi(pengampunan penahanan di ampuni pula! Huuh… apa ada apa-apanya ini antara presiden SBY dengan Syaukani. Mungkin agar aib SBY tidak bocor di publik. Korupsi memang sulit sekali dihilangkan terkadang saat kita kekurangan(duit abisss….) korupsi menjadi jalan pintas menuju bahagia. Karena korupsi di negeri ini sudah membudaya. Sungguh malangnya bangsa ini.
Coba kita cerna sedikit tentang korupsi. Gara- gara korupsi timbul masalah misal perampokan,curanmor,pembobolan ATM,pembunuhan dan lain-lain. Yang jadi korban siapa lagi kalau bukan rakyat. Hanya mau makan sepiring nasi membunuh,mau sepeda motor membunuh lagi,ingin makan mencuri ayam akhirnya babak belur. Kenapa koruptor tidak! seharusnya mereka mendapat perlakuan yang lebih kejam. Tembak mati mungkin atau dihukum gantung seperti peristiwa G30S PKI. Dijadikan pidana saja mereka masih bisa tersenyum di balik jeruji besi apa mereka nggak malu! Orang jawa mengistilahkan rai ghedek(Tidak punya malu).
Dan juga akibat korupsi banyak para palajar yang karena tidak punya uang mereka menjual diri. Hanya demi beberapa lembar uang untuk kelangsungan hidupnya. Tindakan ini dapat memacu munculnya situs porno yang berpotensi merusak para pelejar di negeri ini. Sebaiknya uang dari korupsi itu dapat membiayai 200 juta jiwa bahkan lebih pentingnya sifat jujur,adil,dantegas membawa kita kepada kemakmuran dan kesejateraan rakyat. Pemberantasan korupsi harus dilakukan terus menerus agar tidak semakin bobrok(hancur) bangsa ini.
Penuh dengan tikus berdasi. Sungguh ngeri negeri ini. Dulu pahlawan rela berkorban untuk mengusir para penjajah. Mereka menharumkan nama bangsa Indonesia.bekerja keras membanting tulang,keringat tak pernah berhenti bercucuran smapai titik darah penghabisan tapi kehadiran tikus-tikus inimembuat negeri ini hancur menanggung malu. Rakyat menderita penuh kesengsaraan. Tak pernahkah para pejabat mengintip sejenak penderitaan ini. Hati nurani mereka sudah mati mungkin.
Dengan demikian mari kita harumkan bangsa Indonesia. Generasi muda jaman sekarang haruslah lebih baik lagi. Untuk memajukan kehidupan berbangsa dan bernegara. Terus maju pantang mundur tegakkan kejujuran,ketegasan dan keadilan.












Biografi Penulis
Penulis yang lahir pada 11 Mei 1994 ini merintis kehidupan sebagai pemerhati music Indonesia. Tinggal di kampung kecil di Kota Salatiga tepatnya di Ngaglik RT.02 RW. 11. Penulis merupakan putra pertama dari 2 bersaudara.
Penulis bersekolah di SMA Negeri 3 Salatiga,tepatnya di kelas XI Bahasa. Sebelumnya penulis berkelas di kelas X5.
Menyukai jenis music slow rock,seperti music yang di hasilkan band pujaanya “Andra and The Backbone”.Penulis mempunyai hobi bermain gitar dan bernyanyi. e-mai : www.faizalhawk@yahoo.coml




Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi dewasa ini telah melaju begitu pesat sehingga memudahkan penyebaran dan pengaksesan informasi tanpa mengenal batas fisik, waktu, dan jarak. Kemajuan ini makin dipercepat dengan hadirnya teknologi internet yang merupakan jaringan komputer global di seluruh dunia dengan berbagai fasilitasnya. Tahukah anda apakah internet itu? Apa saja kegunaan dan kerugian dari internet? Internet adalah gabungan dari beberapa jaringan dengan menggunakan peralatan berupa gateway untuk memungkinkan terjadinya pertukaran data dari komputer pada sebuah jaringan ke komputer pada jaringan yang lain.

Dari internet kita dapat berhubungan dengan orang-orang yang berada di luar kota ataupun luar negeri. Internet memiliki sisi positif dan negative. Internet akan berdampak negative apabila penggunaan internet disalah gunakan, namun internet juga memiliki dampak positif apabila digunakan secara wajar.

Beberapa dampak positif dari internet yaitu kita dapat dengan mudah mencari informasi, memperoleh banyak teman melalui situs pertamanan, melalui internet pula kita dapat menambah pengetahuan dengan mudah, cepat, dan murah.

Di sisi lain juga memiliki sisi negative. Dari internet orang dapat melakukan tindakan kejahatan seperti penipuan, carding, penculikan melalui jejaring sosial, dan masih banyak lagi. Anak-anak kecil pun dapat dengan mudah mengakses situs-situs porno.

Maka dari itu pergunakanlah internet dengan sebaik mungkin, berhati-hatilah pula pada situs-situs jejaring sosial. Para orang tua sebaiknya mengawasi anak-anaknya saat bermain dengan internet.
‘’Berkah Bersyukur’’
Oleh : Futria Ayu W

Pada kebanyakan orang tidak mempedulikan masalah kecil mereka, begitu masalah kecil itu
selesai atau menghilang , mereka lupa begitu saja , ya benar ! kita mungkin lupa untuk
bersyukur.
Apakah anda tahu arti kata “bersyukur “ ?
Kebanyakan orang menganggap remeh satu kata itu, jika kita tahu maksud didalamnya
“bersyukur’’ ialah “cukup “ , cukup dengan sesuatu yang telah kita peroleh, kita terima.
Mengapa kita lupa bersyukur ?
Berikut sebabnya :
Hal - hal tersebut antara lain :
Kita lebih memprioritaskan yang kita inginkan daripada yang kita miliki
Membandingkan sesuatu itu dengan milik orang lain
Hal diatas merupakan sebab orang tidak bersyukur .
Contoh cerita yang kita lihat di kehidupan masyarakat salah satunya adalah
Kita tidak pernah mensyukuri dengan apa yang kita miliki sekarang, selalu merasa kurang
dengan harta yang kita miliki sekarang. Bagaimana tidak merasa kurang terus kalau melihatnya
ke atas saja, sesekali coba melihat kebawah. Masih banyak pengemis-pengemis dijalanan yang
untuk makan saja susah, para tunawisma yang tidur dijalanan atau para buruh yang gajinya tidak
cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarganya.

Lebih jauh lagi terkadang kita lupa mensyukuri bahwa sampai sekarang kita masih dapat
bernafas, melihat dengan baik dan lain-lain.
Sifat tidak bersyukur biasanya berpasangan dengan
sifat kikir. Tidak bersyukur dan kikir.
Mari kita sama-sama membayangkan, bagaimana jika seandainya Zakat Fitrah, Zakat Mal,
shodaqoh, infaq dan lain-lain benar-benar telah dikeluarkan oleh semua muslim di Indonesia
yang mampu. Pasti tidak akan ada kelaparan.
Dari cerita diatas pernakah anda bersyukur?

Tahukah anda nikmat bersyukur ?
Rasa syukur itu memang sangat luar biasa dan teramat sangat indah dan membahagiakan hati

Rasulullah mengatakan :
bukan dari golongan kami orang yang tidur dalam keadaan kenyang sementara tetangganya kelaparan.
Amanat yang bisa kita petik antara lain :
-Marilah kita bersyukur, menolong sesama , tidak membanding-bandingkan kenikmatan Allah SWT yang telah kita peroleh .
-Perlu kita ketahui bahwa begitu besar berkah dari rasa bersyukur tersebut .
-Jangan pernah mengeluh dengan masalah- masalah yang kita hadapi , karena dibalik itu semua ada hikmahnya .
Sekarang kita tahu makna didalam kata “bersyukur”
Demikian yang dapat saya sampaikan melalui artikel ini semoga bermanfaat bagi banyak orang.
Terima kasih .

Penulis adalah siswa SMA Negeri 3 Salatiga

Pemerhati masalah sosial

¬¬¬¬Artikel

KIAMAT
Fenomena tentang hari kiamatpun kini sudah banyak bermunculan. Tidak hanya di Indonesia saja bahkan di setiap negarapun kini mengalami berbagai kiamat-kiamat kecil atau bias di sebut dengan kiamat ‘sughra’.Akankah semua kejadian ini bias memberikan fakta kepada umat manusia? Bahwa kiamat besar yaitu musnahnya semua alam semesta di bumi ini akan terjadi???. Mungkin sebagian manusia di bumi ini telah menyadari bahwa kiamat sudah dekat.

Contohnya saja kejadian gempa dan tsunami di kota Aceh pada tahun 2004 yang lalu, itu merupakan suatu kiamat kecil Pada saat itu kota Aceh telah di sapu rata oleh banyaknya air. Hanya ada beberapa bangunan yang masih berdiri.Orang-orang tak berdosa pun juga ikut terlenyapkan oleh gelombang tsunami. Bahkan anak-anak kecil malang telah di tinggalkan oleh ibinya, betapa kejamnya kejadian itu.

Namun Tuhan juga adil, masih bias membiarkan sebagian umatnya untuk hidup dan bertaubat memperbaiki semua perilakunya dan untuk lebih ingat koleh periswa epada sang penciptanya.
Tuhan berbuat seperti itu hanya untuk mengingatkan kita semua, bahwa kita harus mengingatnya dan memperbaiki semua perilaku kita di bumi ini, yang membuat Tuhan kesal akan semua ini.

Kejadian tsunami di Aceh pun tak berlangsung lama, Tuhan memperingatkan lagi dengan kejadian gempa di Yogyakarta yang tak kalah dahsyat. Semua bangunan di Jogja telah runtuh akibat goncangan yang sangat dahsyat. Mungkin bumi telah kesal kepada kita , karena kita tak bisa menjaganya dan merawatnya sesuai yang ada.


Kejadian gempa di Jogja itu pun juga tak berlangsung lama. Di susul oleh peristiwa gunung meletus yaitu gunung merapi. Peristiwa itu juga termasuk kiamat kecil, namun telah merugikan banyak masyarakat di sekitar kawasan gunung merapi, karena mereka harus mengungsi meninggaklan tempat tinggalnya agar tidak terkena semburan yang di keluarkan oleh gunung dan sebagainya.

Setelah kejadian semua itu berlangsung banyak di daerah-daerah lain mengalami musibah bencana alam. Bahkan tidak hanya di Negara kita saja bahkan di Negara-negara lainya. Dan bukan hanya musibah pun kini yang terjadi tetapi juga kriminalitas kini telah merajalela.

Semua itu termasuk akan tanda-tanda hari kiamat.
Tuhan telah berulang kali mengingatkan umatnya agar selalu ingat kepada-Nya,namun kita tanpa menyadari akan semua itu.
Apalagi pada waktu sekarang ini banyak orang-orang yang telah ,membicarakan tentang anak matahari dan mencairnya es di kutub utara yang telah terbukti nyata.
Bagi orang-orang beriman yang serius menanggapinya maka ia tak segan-segan meminta bantuan kepada Sang Maha Pencipta,karena mereka takut akan semua itu tetapi bagi mereka yanga tak takut akan semua itu mereka hanya melecehkan saja dan mengganggap hal sepele.
Kita sebagai umat beragama harus sadar akan tanda-tanda semua itu,jangan pernah sekali-kali melecehkan hak tersebut.
Mulai saat ini juga kita harus memperbaiki amal kita dan selalu ingat akan nama Tuhan Sang Pencipta alam semesta ini.
Oleh Nabella Y.S




Oleh
R.Osa.I


Tahuka anda ? ? ? ? Pernakah anda mendengar tentang “Si Parasit Internet”?Klau belum…..baca cerita dibawah ini….

Di era Zaman modern ini,banyak orang yang memili cara yang cepat dan instant(sederhana)…..Internet ! ! suatu al yang digunakan banyak orang,dalam berbisnis dan berinteraksi. Internet,juga merupakan hal yang sangat efektif dalam mencari sebuah informasi dengan cepat.tepat,dan jelas
Namun dibalik itu ada beberapa orang yang berniat buruk untuk merusak jaringan,merugikan pengguna internet,dan menghilangkan data di internet,juga mengganggu huungan interaksi antara penggunna dan pemilik layanan internet.
Hacker.!.!.!. itulah sebutan mereka,Hacker berarti “Penjahat Internet” istilah kerennya…Cybercrime….Mereka dapat melakukan apapun yang ingin mereka lakukan Diantaranya:

- Membuat virus-virus software computer untuk merusak
jejaring internet,bakan dapat menghilangkan data dikomputer
dan merusak software inti


- Merusak jaringan Internet
Si A dan Si B ngenet bersama di warnet,namun saat mereka
membuka Mozzila,kecepatan transfer data SI A lebih kecil
dari Si B,Si A 100kbps dan Si B 500kbps,dengan applikasi
Jammer Si A dapat menukar kecepatan transfer data menjadi
550kbps dan Si B menjadi 50 kbps
- Yang digemari para Hacker adalah…..mungkin didalam hati
anda semua sudah mengerti dan tahu,hal apa yang paling
digemari para Hacker…ya benar..hal yang paling digemari
adalah membobol rekening orang saat berbelanja Via
Interenet
dan memasukkan uang itu ke rekeningnya tanpa
sepengetahuan pemilik asli.


Astagfirulah hal’adzim…..Hari-hari yang dipilih ole Para Hacker juga bukan sembarang hari,mereka beraksi antara pukul 11.00 malam – 05.00 pagi,mereka juga melakukan Hacking di tempat tersembunyi,incaran mereka adalah situs-situs yang Low Guard “Pertahanan Situsnya Lemah”
Ada beberapa solusi agar aman dari Hacker:
1. Lebih baik bertransakasi dari computer sendiri
2. Jika memakai computer umum untuk betransaksi jangan lupa Log Out
3. Liat sekeliling saaat memasukkan kata sandi
4. Dan yang terakhir pentar-pintar memilih dan memilah situs web yang aman

Semoga tips diatas dapat berguna untuk anda semua(khususnya anda yang sudah membaca artikel ini),Hacker bukan hanya diluar negeri,dalam Negeri Indonesiapun,diKota anda,teman Anda,keluarga anda,….mungkin juga anda…..
Pesan dari saya Internet Bukan Tempat Untuk Main-main……trimakasih



Penulis Artikel
Siswa SMAN3 Salatiga
Pemerhati masalah IPTEK

Si Kecil Pembunuh Perlahan

Oleh : Seline Cinintya D.

Mungkin jika benda ini dapat berbicara, dia akan berkata,”Akulah si kecil pembunuh perlahan.” Pembunuh ini memang relative kecil, pembunuh yang banyak digandrungi, dikonsumsi dan yang membuat ketagihan karena taste yang dirasakan oleh masyarakat penikmatnya, pembunuh yang dapat dibeli denganmudah di warung atau toko-toko.
ROKOK! Ya, itulah si benda kecil pembunuh manusia dengan perlahan. Siapa yang tak tahu tentang benda kecil ini? Pasti jawabannya, semua orang mengetahui benda ini, mulai dari anak kecil sampai yang dewasa, wanita maupun laki-laki, dan dari pemululung, petani, guru, artis, pejabat bahkan presiden pun tahu.
Rokok yang biasanya dikonsumsi oleh “mereka” dalam artian kaum laki-laki, yang biasanya mereka anak-anak yang dalam masa puber hingga yang dewasa. Dan baru-baru ini sering kita dengar bahwa ada beberapa anak yang masih dibawah umur perlu perhatian khusus, karena rokok yang mereka hisap sangat berbahaya bagi kesehatan yang masih rentan. Kalau begini siapa yang akan disalahkan? Komnas perlindungan anak? Pabrik pembuat rokok? Orang tua dan lingungan sekitar? Atau si anak?
Apa yang sebenarnya membuat “mereka” untuk mengkonsumsi rokok? Dari hasil riset pribadi, banyak dari kaum muda dan para orang dewasa yang mengaku bahwa mereka sebenarnya hanya ikut-ikut temannya atau coba-coba dan kemudian mereka ketagihan dan menjadi ketergantungan. Ada juga beberapa yang mengaku agar terlihat lebih hebat atau lebih jantan dari teman-temannya. Tak sedikit juga wanita yang mengkonsumsi rokok, mereka beranggapan bahwa agar telihat lebih berani diantara temannya.
Apakah anda tahu bahwa rokok temasuk dalam narkoba? Di tengah maraknya kampanye anti-narkoba di masyarakat, ternyata tidak banyak yang menyadari hal ini. Narkoba dibagi dalam 3 kelompok zat aktif yaitu Narkotika, Psikotropika dan Bahan Adiktif lainnya. Rokok bersama dengan alkohol termasuk ke dalam kelompok yang terakhir. Nikotin yang merupakan salah satu komponen dari rokok merupakan zat psikotropika stimulan. Jadi sesungguhnya rokok itu adalah narkoba juga.
Rokok memiliki sifat-sifat utama layaknya narkoba lain yaitu:
1. Habituasi adalah suatu perasaan rindu, terus menerus melintas di pikiran untuk menggunaan zat, sehingga seseorang akan terus berkeinginan menggunakan zat tersebut saat berkumpul dengan sesama teman pemakai.
2. Adiksi merupakan dorongan kompulsif untuk menggunakan suatu zat diserta tanda-tanda ketergantungan.
3. Ketergantungan itu sendiri dapat berupa ketergantungan psikis (psychological dependence) maupun ketergantungan fisiologis (physiological dependence). Ketergantungan psikis adalah kompulsi penggunaan zat untuk memenuhi kebutuhan psikologis, seperti untuk menghadapi stress. Ketergantungan fisiologis adalah proses perubahan fungsional tubuh sedemikian rupa dikarenakan paparan rutin terhadap zat.
4. Toleransi adalah contoh bentuk ketergantungan fisiologis, yaitu seiring bertambahnya waktu penggunaan maka pemakaian zat berikutnya diperlukan dosis yang lebih besar dari sebelumnya untuk mencapai efek kenikmatan yang sama.
Selain menyebabkan ketergatungan, rokok juga menyebabkan penyakit, diantaranya adalah penyakit saluran pernafasan ,darah tinggi, serangan sakit jantung, batuk kering, Hepatitis B, radang paru-paru, penyakit kulit seperti ekszema, penyakit mata yang menyebabkan buta seperti katarak dan degenerasi makular pada selaput retina, penyakit tulang.
Dampak negative dari merokok antara lain rambut cepat beruban, kulit cepat berkerut, luka lambat sembuh, tenaga kelamin berkurangan terutama lelaki, kesuburan berkurangan, merusak perkembangan janin dalam kandungan,dapat merusak perkembangan intelektual anak-anak,menyebabkan wanita cepat putus haid.
Betapa kurang pintarnya “mereka” yang mengkonsumsi rokok padahal pada bunkus rokok terdapat tulisan yang sama yaitu “MEROKOK DAPAT MENYEBABKAN KANKER, SERANGAN JANTUNG, IMPOTENSI, DAN GANGGUAN KEHAMILAN DAN JANIN”
Maka dari itu Say No To Smoke!
Penulis adalah siswa SMAN3 Salatiga
Pemerhati Masyarakat Sosial
BAU NAGA??? OH NO!!!
Oleh Selvi Windiastuti

Merasa minder waktu ngobrol sama temen? Atau justru kamu yang illfeel saat dia ngomong? Tenang! Ada solusi yang tepat buat ngatasin bau naga dari mulut kamu .
Penyebab bau naga dari mulut kamu biasanya karena ada lubang pada gigi. Hal ini disebabkan oleh sisa makanan yang menempel pada gigi dan tidak dibersihkan. Tapi bisa juga disebabkan karena karang gigi.
Bau naga ini bisa bikin kamu kurang pede bahkan gak pede saat ngomong. Untuk itu, kita harus cari solusi yang tepat buat ngatasin hal yang bikin kita gak pede. Solusinya gampang kok!
1. Gosok gigi kamu sehabis makan minimal 2 kali sehari
2. Kurangi makanan atau minuman yang bikin bau mulut. Misalnya bawang, petai, jengkol, alkohol, dan lain-lain
3. Hindari permen yang menyebabkan bau mulut setelah permennya habis
4. Rawat gigi kamu ke dokter dan check-up minimal 6 bulan sekali
5. Minum air putih yang banyak dan cukup
6. Bersihkan lidah dengan sikat lidah
7. Makanlah makanan yang berserat seperti buah-buahan dan sayuran
8. Rajinlah berkumur menggunakan mouthwash (inggris: obat kumur) sekitar 30 detik, lalu muntahkan dan jangan ditelan !
Mouthwash yang dijual di pasaran tersedia dalam berbagai rasa. Mouthwash mampu membunuh bakteri dan mencegahnya untuk melekat di gigi. Mouthwash yang mengandung fluoride mampu melawan kerusakan pada gigi dengan cara meningkatkan lapisan luar email (mahkota gigi). Sedangkan, mouthwash yang mengandung antiplaque mampu melepas plak dari permukaan gigi dan plak yang terdapat pada garis gusi.
Tapi ingat ! Ada beberapa mouthwash yang banyak mengandung alkohol. Alkohol dalam mouthwash dapat menyebabkan mulut terasa kering dan lebih beresiko terkena kerusakan pada gigi. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa penggunaan mouthwash yang dilakukan tanpa perencanaan yang tepat dapat menyebabkan timbulnya kanker mulut.
Memang mouthwash itu dapat membantu masalah bau naga dari mulut kita, tapi berhati-hatilah dalam menggunakan mouthwash karena bisa juga memberikan dampak yang buruk buat kita. Jadi, kita harus pintar-pintar memilih dan memilah mouthwash yang berdampak positif buat kita.

Ketombe, Siapa Takut??
Oleh Shevy P. Evandriyani

Kulit kepala gatal, rambut lepek dan berminyak adalah gangguan yang sering kita alami ketika rambut kita kotor. Bahkan si putih menampakkan dirinya di kulit kepala dan membuat kita jadi hilang kepercayaan diri. Apalagi saat harus tampil di depan umum.
Berbagai macam cara sudah dilakukan untuk memberantas koloni si putih. Dari cara yang paling alami sampai cara yang berbau kimiawi, dari cara yang instan sampai cara yang rumit, dari cara yang murah sampai cara yang cukup menguras kantong, bahkan mungkin sampai melakukan cara yang haram sekalipun sudah dijajal. Namun, si putih tetap saja bersarang dan tidak mau pergi.
Ketombe adalah pengelupasan kulit mati yang menumpuk dalam jumlah yang besar, yang tampak sebagi serpihan-serpihan kecil berwarna putih atau kelabu di kulit kepala yang disertai dengan rasa gatal. Munculnya Pityriasis capitis (nama ilmiah ketombe) adalah penumpukan sel kulit mati dalam jumlah yang besar. Jika pada umumnya siklus pergantian kulit pada orang tanpa ketombe berlangsung setiap satu bulan sekali, maka berbeda dengan siklus orang berketombe yang berlangsung kira-kira setiap 2 minggu sekali.
Penyebab munculnya si putih selain karena masalah nutrisi buruk adalah sebagai berikut:
1. Kulit terlalu kering. Keringnya kulit kepala dapat menyebabkan kulit mengelupas dan membentuk serpihan-serpihan kulit.
2. Kulit terlalu berminyak. Minyak yang berlebihan pada rambut dapat menjadi sumber makanan jamur yang berkembang di kulit kepala, di mana jamur akan merangsang pengelupasan kulit kepala berlebihan dan menyebabkan ketombe.
3. Terlalu sering atau terlalu jarang keramas.
4. Stres.
5. Penggunaan kosmetik rambut yang berlebihan atau tidak cocok.
6. Konsumsi makanan berlemak secara berlebihan.
7. Malassezia (jamur yang dapat menyebabkan seborrheic dermatitis yaitu radang pada kulit).
8. Psoriasis (akumulasi sel kulit mati yang membentu sisik perak yang tebal).
9. Craddle cap (seborrheic dermatitis pada kulit kepala bayi).
10. Dermatitis (radang kulit) akibat sensitivitas terhadap produk perawatan rambut tertentu atau pewarna rambut.
Mungkin sudah habis akal kita mengatasi penyakit yang mengganggu rasa PD kita yang satu ini. Tak perlu kawatir, ada beberapa cara yang bisa dicoba untuk memberantas ketombe.
1. Bersihkan kulit kepala dengan sampo yang lembut untuk menurunkan kadar minyak pada kulit kepala.
2. Hindari meminjamkan sisir pada orang lain dan begitu pula sebaliknya.
3. Jaga barang-barang pribadi agar senantiasa dalam keadaan bersih, seperti sisir, handuk dan sarung bantal.
4. Jaga agar kulit kepala dan rambut tetap bersih. Cucilah rambut secara teratur dan lakukan pemijatan pada kulit kepala.
5. Kurangi makan makanan yang berminyak dan berlemak serta memperbanyak makanan yang mengandung zinc (seng).
6. Jika jenis sampo biasa gagal, gunakan sampo atau krim antiketombe yang dapat dibeli bebas di toko atau apotek.
7. Jika Anda telah keramas sesuai anjuran dengan menggunakan produk-produk tersebut namun masih terdapat ketombe maka kunjungi lagi dokter atau ahli dermatologi. Mungkin Anda memerlukan sampo yang lebih kuat atau perawatan yang lebih dengan lotion steroid.
Nah, apakah Anda masih merasa pesimis untuk dapat menghilangkan masalah yang sudah seringkali menghantui kulit kepala kita? Sekarang tidak ada alasan lagi untuk berkata: “semua cara sudah dicoba”.






KOMPETISI MERAIH LABEL RSBI

Pernahkah anda mendengar RSBI ? Yah,RSBI adalah Rintisan Sekolah Berbasis Internasional. Sering kita melihat sekolah-sekolah berlomba untuk meraih label tersebut. Sebenarnya apa yang di inginkan sekolah-sekolah setelah berlabel RSBI? Prestasi sekelas Internasional atau proyek pendidikan? Apa bedanya dengan regular? Kenapa dibedakan?
Tahun ajaran baru merupakan lahan uang bagi sekolah-sekolah. Ya,kita tahu lewat penerimaan siswa baru,sekolah-sekolah memanen pendapatan mereka melalui pendaftaran,atau bahkan terdapat pungli atau pungutan liar. Lalu kita tengok dengan adanya RSBI. Dari adanya RSBI terjadi perbedaan tarif antara kelas RSBI atau kita kenal dengan kelas immerse dengan kelas regular.
Kita tahu,sebelumnya orientasi sekolah adalah meningkatkan taraf pendidikan bangsa sesuai dengan semboyan Bapak Pendidikan kita,Ki Hajar Dewantoro. Tapi setelah kita telaah lebih lanjut apa tujuan dari adanya RSBI?
Dari adanya RSBI,cenderung menimbulkan suatu perbedaan yang tentu kita telah mengetahuinya. Dilihat dari kata RSBI,kita tahu bahwa RSBI hanya diperuntukan untuk anak-anak dari orang tua berduit,anak-anak pejabat atau mungkin minimal anak dari keluarga dari kelas menengah ke atas.
Mari kita perhatikan dari fasilitas yang ada di RSBI. Terlihat terdapat perbedaan yang amat mencolok dari kelas ini. Dari adanya AC,laptop,LCD,ruang kelas dengan alas karpet,bahkan di lengkapi fasilitas hot spot guna mendukung jaringan internet. Selain itu staff pengajar juga di tuntut dapat berkomunikasi dengan siswanya menggunakan bahasa Inggris. Selain itu efek dari adanya kelas ini mengakibatkan ketimpangan sosial antar kelas. Menjadikan penghuni kelas RSBI lebih berkelas di banding dengan kelas regular.
Efek lain juga mengakibatkan timbulnya rasa gengsi yang besar di kalangan anak-anak kelas RSBI. Terkadang mereka hanya berteman dengan kalanganya,merasa bahwa kelasnya adalah kelas terbaik. Efek adanya RSBI juga berakibat pada kelas regular. Kelas regular juga merasa bahwa mereka kalangan umum yang tak mungkin bergaul dengan anak kelas RSBI. Bahkan dari kelas regular terdapat rasa benci dengan adanya kelas RSBI.
Dalam kasus lain,kelas RSBI cenderung di peruntukan dengan kalangan berduit. Tapi akankah kelas ini dapat di huni anak-anak kurang mampu namun berprestasi? Akankah kelas ini dapat di huni oleh anak-anak dari orang tua yang bersusah payah mencari uang untuk anaknya? Akankah anak-anak kurang mampu dapat menikmati fasilitas kelas RSBI? Apakah RSBI hasil semboyan Bapak Pedidikan kita? Dimana semangat pendidikan bangsa kita?
Sebaiknya sekolah-sekolah di Indonesia mencari anak-anak yang berbakat. Yah… walau mungkin tidak mampu,tentunya lebih baik anak-anak bangsa kita di bekali ilmu daripada harta. Akankah lebih baik anak-anak bangsa kita kaya ilmu daripada kaya harta. Dan dari upaya ini,mungkin kita sudah dapat di anggap berhasil melaksanakan tujuan Undang-Undang Dasar 1945 yang berbunyi “Mencerdaskan Kehidupan Bangsa”.
Kalau kita telaah lebih lanjut,RSBI mempunyai kepanjangan Rintisan Sekolah Berbasis Internasional. Atau mungkin dapat di ubah menjadi Rintisan Sekolah Bercat Ijo. Atau mungkin Rintisan Sekolah Berbadan Indah? Atau mungkin kita sepakat menyebut RSBI sebagai Rintisan Sekolah Banyak Iuran. Mungkin untuk mendapatkan banyak iuran dari wali murid banyak sekolah mengejar label RSBI (Rintisan Sekolah Banyak Iuran). Yah,terserah persepsi anda mengenai RSBI,yang jelas bila tujuanya baik marilah kita berikan dukungan untuk rintisan sekolah ini.
Selayknya pembaca pandai memilih antara RSBI dengan regular yang menpunyai kelebihan dan kekurangan msing-masing. Ibarat kata-kata yang sering di ucapkan pada Pemilu “Pilihlah sesuai hati nurani anda!” maka,tak ada salahnyakan apabila kita memilih sesuai kata hati nurai kita?












Biografi penulis
P
enulis yang baru pertama kali menulis artilkel ini lahir di Salatiga, 2 Desember 1993. Ia lahir dari keluarga tidak miskin,kurang kaya tapi sederhana. Study pertama di TK Aisyah 03 Nanggulan. Lalu melanjutakn ke SDIT Nurul Islam Tengaran. Lanjut ke jenjang yang lebih tinggi di MTs Negeri Salatiga. Lalu lulus pada tahun 2009 dan melanjutkan study ke SMA Negeri 3 Salatiga. Yang hingga kini telah melanjutkan di jurusan bahasa.
S
elain itu penulis ini juga aktif di Gerakan Pramuka dan SKI (Sie Kerohanian Islam). Menjabat wakil ketua SKI SMA Negeri 3 Salatiga dan telah ikut berpartisipasi dalam acara SKI yang lebih dari 5 acara.
M
engawali kehidupan dengan keterbatasan dan tetap semangat melalui kehidupan yang penuh rintangan dengan senyuman. Motto hidupnya “Kekuatan semangat tuk gapai impian” adalah kata motivasi andalanya.



Mengupas masalah Indonesia Malaysia
Oleh Wesley Valentino

Beberapa waktu yang lalu saya melihat kartun upin dan ipin, yang di siarkan di sebuah setasiun televisi swasta di Indonesia,film ini menceritakaan tentang kehidupan dua orang anak kembar.

Film buatan Negara tetangga ini memang sangat popular di Indonesia, tapi pernahkah anda meperhatikan background musik film tersebut? saya sangat kaget waktu itu karena background lagu di suatu episode adalah lagu rasa sayange, bukankah rasa sayange adalah lagu dari daerah Maluku??

Hal ini memang sangat sering terjadi antara Malaysia dan Indonesia, sampai sekarang ini sudah ada lebih dari 50 budaya kita telah dicuri oleh Malaysia bahkan tari pendet yang berasal dari bali pun di akui oleh Malaysia sebagai miliknya padahal kebudayaan Malaysia dan bali jauh berbeda, ini tentunya memancing emosi banyak pihak

Di internet pun banyak forum Malaysia yang menjelek-jelekan Indonesia, mereka memanggil orang indonesia dengan sebutan indon, indon sendiri memiliki arti sebagai jongos atau budak ,apakah anda tidak naik darah ketika mendengar nya?? belum lagi pelecehan terhadap angkatan laut Indonesia yang dilakukan oleh angkatan laut Malaysia,
Banyak pihak yang tidak terima akan hal ini meraka mendesak pemerintahan sby untuk menyerang Malaysia, tapi sby seakan menjadi anak baik yang tidak tau apa-apa.

Ini tentunya manjadi pertanyaan besar untuk kita, kenapa sby tegas terhadap bangsa sendiri tetapi menjadi pengecut di mata Malaysia, seperti contoh saat ada yang tertidur swaktu sby berpidato dengan suara yang lantang sby mengatakan “keluarkan saja orang yang tidur itu” tetapi sewaktu lagu rasa sayange di klaim oleh Malaysia sby diam saja, sewaktu tv pemantu jalan yang digunakan sby untuk memantau jalan mati dikarnakan kesalahan jaringan, dengan nada tegas pak sby berkata”ini kenapa bisa mati ,pangil direktur utama Telkom dan telkomsel” tetapi waktu wayang diakui oleh Malaysia, sby tidak semarah waktu tv nya mati, bukankah hal itu sangat aneh??

Tidak heran banyak orang Indonesia yang bertindak sendiri, seperti para hacker yang menghancurkan semua website buatan Malaysia, dan para seniman di solo yang melakukan sweaping terhadap orang Malaysia, hal ini adalah bentuk kekecewaan warga Indonesia terhadap pemeritah.

Apakah Indonesia akan terus seprti ini, menjadi bahan cemooh bangsa lain, padahal menurut data yang saya lihat di www.globalfire.com kekuatan militer Indonesia berada di posisi 13 dunia sedangkan Malaysia tidak masuk 40 besar dunia, bahkan pasukan khusus Indonesia yaitu kopassus menempati urutan ke 3 dunia, pasukan kita berada di atas spetnaz pasukan khusus rusia.




Tapi mengapa sby tidak berani melawan malysia??mungkinkah sby takut berhadapan dengan Five Power Defense Agreement (FPDA), FPDA adalah suatu organisasi yang beranggotakkan inggris, selandia baru, autralia, dan Malaysia, organisasi ini bertujuan untuk melindungi anggota tim nya.

Mungkin malaysia memang sengaja membuat Indonesia marah agar Indonesia berhadapan dengan Negara-negara tersebut jika sudah berhadapan dengan negara-negara tersebut secara tidak langsung Indonesia telah memusuhi dunia.

Belum lagi jika nanti kita berhadapan dengan inggris, pasti para anggota NATO ikut membantu, sedangkkan Negara-negara kuat seperti amerika serikat dan jerman adalah anggota NATO, apa jadinya Negara kita jika di serbu negara-negara raksasa.

Apakah mungkin ini hanya permainan politik amerika agar bisa menguasai Indonesia, mungkin saja amerika menyuruh Malaysia mambuat Indonesia menyerang nya, jika Indonesia perang dengan Malaysia tentunya PBB tidak akan tiggal diam dan akan mengirimkan amerika sebagai polisi dunia ke Indonesia, mungkinkah jika sudah terjadi seperti itu Indonesia akan menjadi seperti irak yang sampai sekarang masih dikuasai oleh amerika, mungkin juga terpilih nya presiden obama adalah karena masa lalu obama yang tiggal di Indonesia, hal itu bisa dijadikan sebagai sarana pendekatan yang sempurna.

Jadi sebagai warga negara Indonesia ,kita harus bisa menjaga,dan melestarikan budaya kita,jangan sampai budaya kita dicuri lagi, dan jangan lupa lita harus menjaga persatuan antar ras, jangan ada perpecahan diantara kita karena sebagai negara yang memiliki ras paling banyak di dunia kita harus memperkuat persatuan jangan sampai politik adu domba manyerang kita lagi, karena dengan bersatu kita bisa menjadikan Indonesia negara yang kuat.
¬¬By:wesly.V
Kls:XIib
No:35

MASYARAKAT MODERN YANG KUNO

Sekian banyak insan yang telah lupa siapa dirinya. Hanya mementingkan kehidupan sendiri, egois, dan tidak lagi memperdulikan orang lain.

Waktu berputar seiring zaman. Teknologi semakin maju dan pesat. Kehidupan pun semakin modern. Pola pikir dan cara hidup manusia juga semakin berkembang. namun sayangnya, perkembangan pola pikir dan cara hidup itu bukan menuju ke arah yang baik, tapi sebaliknya.
Orang-orang di zaman ini hanya memikirkan dirinya sendiri, memikirkan kehidupannya sendiri, dan menomorsatukan kepentingannya. Bahkan tak jarang dari mereka melupakan keluarganya. Meninggalkan istri atau suaminya dan menelantarkan anak-anaknya dengan alasan bekerja untuk keluarga. Hal itu mengakibatkan hal-hal tak mengenakkan seperti kekerasan dalam rumah tangga, istri pergi dari rumah dan meninggalkan anaknya, atau seorang anak yang mau melakukan apa pun demi mendapat perhatian orang tuanya meski itu adalah tindakan buruk yang seharusnya tak dilakukan.
Mereka sudah tidak mempedulikan orang lain. Tak acuhkan kehidupan sekitarnya bila tak menguntungkan diri sendiri. Mereka, orang-orang yang bahkan tak mengindahkan keluarganya sendiri yang ada di depan mata, bisa dipastikan bahwa mereka telah melupakan penciptanya, Allah SWT yang telah memberian mereka nyawa untuk hidup. Orang-orang seperti itu sudah tidak lagi mengingat adanya akhirat dan lupa keadilan sesungguhnya. Mereka hanya tahu cara mengumpulkan uang untuk kepuasaan duniawi.
Orang-orang layaknya mereka telah melupakan cara untuk membalas segala kebaikkan Tuhannya. Mereka tak pernah bribadah dan memohon serta berdoa kepada Tuhannya karena mereka merasa telah diberi berbagai hal mereka perlukan dalam hidup mereka. Namun mereka sengaja memakai uangnya dan memberi sumbangan dalam jumlah besar untuk membangun tempat-tempat ibadah atau menyumbangkan pada yayasan-yayasan agar mendapat pujian dan snajungan dari orang lain.
Selain itu, banyak orang seperti mereka yang beragama Islam yang menunaikan ibadah haji hanya untuk menambah embel-embel "H" atau "Hj" pada namanya. Ada pula yang melaksanakannya dengan tujuan agar orang lain menghormati mereka. Tak sedikit pula yang menunaikannya hanya untuk memamerkan betapa dia mampu pergi haji. Mereka menunaikan haji bukan karena Allah tapi karen nafsu mereka memperoleh kepuasaan duniawi.
Apakah kita sebagai orang-orang yang sudah maju mau disamakan dengan mereka, orang-orang bodoh yang hanya tahu tentang uang?
Jawabannya tentu tidak. Kita tentu juga tidak mau menjadi orang-orang seperti mereka. Oleh karena itu, kita sebagai insan yang mengetahui keberadaan Tuhan, harus selalu beribadah kepada-Nya agar kita tidak menjadi orang-orang tersesat seperti mereka, dan kita bisa menjalani hari dengan tenang serta selamat dunia akhirat.

Ditulis oleh Wening Indriyati
Siswa SMAN 3 Salatiga pemerhati sosial
¬

Motor Lenyap di Salatiga
Oleh Fath Anissa H.


Pada saat ini benyak terjadi kasus motor lenyap di Salatiga. Apakah Anda termasuk korban dalam kejadian ini?

Di jaman sekarang ini, warga Salatiga banyak yang memiliki dan mengendarai sepeda motor. Hampir satu kepala keluarga mempunyai sebuah motor. Bahkan tak jarang yang memiliki tiga atau empat buah motor. Karena sepeda motor terhitung irit bahan bakar, serta perawatannya yang cukup mudah.

Akan tetapi dalam kasus ini, keteledoran dalam memarkirkan sepeda motor dapat menjadikan ppeluang untuk terjadinya curanmor.

Walaupun begitu, tak jarang saat kita memarkirkan sepeda motor, kita dilarang oleh tukang parkir untuk mengunci stang. Ataupun memberi kunci tambahan untuk kendaraan kita, juga dilarang.

Dan tak jarang pula ketika kita memberi kunci tambahan (gembok, dsb), beberapa orang berkomentar “Disini aman ,Mbak. Tidak usah digembok” ujar seorang lelaki ketika saya menggembok motor saya.

Namunucapan orang tersebut tidak sya hiraukan. Apa jika terjadi curanmor dan motor saya hilang pria itu mau bertanggung jawab? Tebtu tidak bukan?

Curanmor memang sering terjadi di Salatiga. Terutama di desa Kemiri, kelurahan Salatiga. Disanalah tingkat kriminalitas curanmor sangat tinggi, ungkap Kapolres Salatiga.

Tak hanya itu, dikota kota besar pun juga sering terjadi. Seperti Semarang, Pati, Jogja dan masih banyak lagi.

Karena banyaknya rakyat miskin di Indonesia, seta minimnya lapangan pekerjaan, sehingga banyak yang memilih melakukan tindak kriminal.

Tak heran, jika beberapa dari pelaku curanmor hingga tega menganiaya bahkan membunuh pemilik kendaraan yang mereka rampas maupun curi.

Hal ini, diperlukannya kewaspadaan masyarakat dan kehati-hatian dalam memiliki kendaraan.

Apabila tidak berhati-hati dan tidak memberi kunci tambahan atau alat pengaman lain, bisa-bisa kendaraan kesayangan kita lenyap begitu saja. Karena polisi telah menghimbau masyarakat untuk memberi kuncitambahan pada kendaraan kita. Baik sepeda motor, maupun mobil.

Jangan hiraukan ucapan orang lain ataupun tukang parkir, saat mereka melarang kita untuk memberi pengaman pada kendaraan kita. Toh jika hilang, kitalah yang rugi.

Waspadalah dimanapun Anda berada. Dan berhati-hatilah ketika memarkir kendaraan.
Jangan biarkan Anda menjadi korban berikutnya!!!



Penulis adalah siswa SMA N 3 Salatiga
Pemerhati masalah kriminalitas
BIAYA PENDIDIKAN MAHAL
Oleh : Erni Supriyanti

Persoalan pendidikan kali ini mengenai mahalnya biaya pendaftaran masuk sekolah dan perguruan tinggi. Hampir semua orang tua membicarakan masalah mahalnya biaya pendidikan baik dari tingkat SD hingga Universitas. Persoalan ini memang persoalan yang selalu hadir dari tahun ke tahun saat tahun ajaran baru akan dimulai. Tapi persoalan besarnya biaya pendidikan yang timbul tidak bisa dianggap persoalan yang remeh, karena hal ini menyangkut keadilan dan hak bagi seluruh anggota masyarakat untuk bersama-sama mendapat pendidikan yang bermutu dan berkualitas.
Tahun ajaran baru menjadi kegelisahan tersendiri bagi orang tua yang akan memasukkan putra-putrinya ke sekolah yang baru. Hal ini karena biaya pendidikan yang dinilai semakin mahal oleh banyak kalangan masyarakat. Banyak masyarakat yang memang tidak memiliki kemampuan untuk membayar biaya pendidikan putra-putrinya karena rendahnya kehidupan ekonomi mereka, meskipun putra-putri mereka mempunyai daya pikir yang mencukupi.
Perluasan akses pendidikan yang dicanangkan pemerintah sering berhadapan dengan kenyataan adanya keinginan untuk meningkatkan akses sumber daya ekonomi lembaga pendidikan yang terus terjadi. Di tengah realitas seperti itu, dirasakan sangat mendesak untuk merumuskan berbagai kebijakan pendidikan yang berpihak kepada kaum miskin tetapi cerdas.
Pendidikan adalah hal yang penting bagi masyarakat, karena semakin tinggi kualitas pendidikan, semakin besar pula peluang untuk mendapatkan kesuksesan masa depan. Tetapi, masih ada juga sebagian masyarakat yang mengabaikan hal tersebut. Contohnya adalah masyarakat yang tinggal di daerah pedesaan. Selain biaya pendidikan yang semakin mahal, mereka juga menganggap bahwa orang-orang desa nantinya hanya akan menjadi petani di desa. Maka, banyak dari mereka memutuskan untuk tidak melanjutkan pendidikan. Bahkan ada yang langsung menikah.
Pendidikan memang menjadi prioritas bagi pengembangan sumber daya manusia (SDM). Kualitas SDM yang sangat baik tentu berdampak positif pada kualitas bangsa secara umum. Maka sudah seharusnya pendidikan menjadi prioritas dalam pembangunan bangsa.
Melalui kebijakan anggaran pendidikan seperti dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), anggaran untuk pengabdian masyarakat, bantuan operasional kantor, beasiswa pendidikan, dan program – program lainnya, semestinya biaya pendidikan menjadi lebih murah. Namun, kenyataannya, biaya pendidikan yang harus ditanggung masyarakat ternyata jauh lebih besar. Sekolah-sekolah yang memiliki kualifikasi unggul kemudian bisa menarik biaya pendidikan yang jauh lebih tinggi. Untuk memasuki program eksistensi, misalnya, murid dikenai biaya penidikan yang berlipat-lipat. Atau untuk pembelian buku-buku baru yang lebih mahal yang lebih memenuhi standar kompetensi (SK) yang ditetapkan pemerintah setempat.
Di tengah suasana semakin mahalnya biaya pendidikan tersebut, banyak pemikiran yang menginginkan pendidikan lebih memihak kepada rakyat. Yaitu, biaya pendidikan yang terjangkau oleh masyarakat secara umum. Dengan demikian, yang dibutuhkan adalah penetapan struktur tarif pendidikan yang lebih menihak kepada kemampuan ekonomi masyarakat.
Tetapi, selama ini yang diatur pemerintah hanyalah pungutan SPP dan praktikum untuk program regular. Sementara itu, pungutan lainnya diserahkan sepenuhnya kepada masing-masing lembaga pendidikan. Semakin berkualitas lembaga pendidikan, bisa saja semakin tinggi biaya pendidikan yang dipungut dari masyarakat.
Di tengah suasana seperti itu, sudah selayaknya pemerintah meremuskan peraturan atau kebijakan untuk penetapan tarif pembiayaan pendidikan. Artinya, pemerintah sesuai dengan fungsinya adalah memberikan perlindungan dan membantu peningkatan kesejahteraan rakyat, termasuk dalam praktik penyelenggaraan pendidikan.

Penulis adalah siswa SMA N 3 Salatiga
Kelas XI Bahasa

Dilema Haramnya Rokok Terhadap Buruh
Prahasdhika Dimas Yoga
IX IB/20
Merokok dapat menyebabkan kanker, serangan jantung, impotensi, gangguan kehamilan dan janin. Pernahkah anda membaca kalimat peringatan tersebut?
Ya merokok memang sangat tidak sehat bagi tubuh kita, karena terkandung berbagai macam racun di dalamnya. Mulai dari pembersih lantai sampai zat dalam asap kendaraan bermotorpun ada.
Belum lama ini MUI mengeluarkan fatwah haram terhadap rokok. Mungkin karena memang merokok itu sangat mengganggu kesehatan, bahkan bisa menyebabkan kematian.
Memang bagus bila para perokok bisa berhenti melakukan kebiasaan buruknya tersebut dan yang tidak merokok tidak mencoba-coba untuk merokok. Tapi coba kita kaji ulang dan kita lihat dari perspektif lain. Andai saja peminat rokok berkurang, tidak menutup kemungkinanakan terjadi pertambahan pengangguran. Mengingat bahwa Indonesia merupakan negara penghasil tembakau yang cukup besar.
Kita lihat saja, banyak pabrik rokok yang berdiri di Negara ini, mulai dari kelas teri sampai yang kelas kakap. Dan tidak sedikit tenaga kerja yang dibutuhkan oleh pabrik-pabrik tersebut. Kalau peminat rokok berkurang, bisa kita tebak apa yang akan terjadi. Pasti akan dilakukan perampingan besar-besaran dalam tubuh perusahaan rokok.
Bisa dibayangkan bagaimana nasib para buruh. Mereka adalah orang-orang golongan ekonomi lemah, mau makan apa mereka kalau mendapatkan PHK? Belum lagi rokok juga menyumbang asset cukup besar bagi devisa Negara.
Jadi sebelum mengeluarkan fatwah haram terhadap rokok, seharusnya MUI bisa memikirkan dampak-dampak yang akan terjadi ke depannya nanti. Mungkin mereka bisa menyiapkan relokasi terhadap para buruh yang terancam kehilangan pekerjaannya. Atau dengan melakukan pelatihan kerja secara gratis, agar mereka bisa mendapat pekerjaan lain dengan kemampuan yang telah mereka miliki

MODERNKAH ANDA??
Dwi Sri Lestari


Modern, mungkin sebuah kata yang tidak asing lagi bagi kita. Namun sudahkan Anda pahami tentang arti dari modern?? Pasti yang ada di benak Anda adalah tentang trendpakaian, make up, tatanan rambut, gaya hidup, dan apa saja yang dianggap sudah sesuai dengan perkembangan mode di negara ini.
Ternyata, modern / modernisasi itu bukan dalam hal mode yang menyesuaikn dengan perkembangan jaman. Namun pola hidup dan berpikirlah yang menyesuaikan dengan perkembangan jaman. Seseorang yang sudah menyesuaikan mode dengan perkembangan jaman namun pola hidup dan berpikirnya tidak menyesuaikan, maka orang tersebut belum dapat dikatakan sebagai orang yang modern. Lawan dari modernisasi adalah Westernisasiatau pola hidup yang kebarat-baratan.
Seseorang dapat dikatakan sebagai orang yang modern apabila orang tersebut dapat menghargai waktu.
Lalu, seseorang tersebut hidup dengan perencanaan yang matang. Maksudnya, seseorang telah di anggap modern apabila memiliki pandangan atau rencana untuk menjalankan kehidupannya di hari , bulan , atau bahkan tahun berikutnya.
Orang modern memiliki pola berfikir yang rasionalistis atau masuk akal. Tidak berfikir atau bahkan percaya pada hal-hal gaib yang tidak lazim. Sebagai contoh santet , pelet , dan dukun.
Kemudian, menghargai karya orang lain. Meskipun karya orang lain tersebut kurang baik di mata kita , kita harus tetap menghargainya bukan malah mencelanya. Karena apabila suatu saat karya kita di cela orang lain , kita juga akan merasa sakit hati. Dengan kata lain , kita harus menjaga perasaan orang lain.
` Menghargai martabat seorang wanita dan orang yang lemah. Orang yang modern tidak akan memiliki pikiran untuk melecehkan seorang wanita. Tetapi selalu memiliki pemikiran untuk menghargai dan meninggikan martabat wanita dan juga tidak menginjak-injak orang yang lemah.
Memberikan hadiah bagi mereka yang berprestasi bukan karena suka atau tidak suka. Dengan kata lain tidak pilih kasih terhadap siapa pun.
Percaya pada Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK). Maksudnya, selalu percaya pada sesuatu yang memiliki bukti atau alasan yang kuat dan tidak percaya pada sesuatu yang mustahil.
Orang yang modern bersedia menerima pengalaman baru atau memiliki sikap hidup yang terbuka. Orang modern memiliki sikap pantang menyerah. Apabila tidak berhasil melakukan sesuatu dan mendapat celaan dari banyak orang , maka orang tersebut akan terus berusaha untuk berhasil dan menjadikan celaan dari orang lain sebagai support atau pendukung untuk menjadi orang yang lebih baik. Selain itu , orang modern selalu menerima pendapat orang lain dan selanjutnya mempertimbangkan pendapat tersebut agar hidupnya lebih maju.
Tidak mementingkan masa lampau, melainkan memikirkan masa kini dan masa yang akan datang. Seperti, apabila kita telah mendapatkan kegagalan di masa lalu , harusnya pengalaman itu tidak menjadi penghambat bagi kita untuk memiliki kehidupan yang lebih maju. Justru kita harus memikirkan bagaimana cara untuk mendapatkan keberhasilan di masa yang akan datang.
Hal-hal yang telah di sampaikan di atas merupakan ciri-ciri orang modern. Jadi orang modern tidak di pandang dari penampilan, melainkan dari pola hidup dan berpikirnya.


BATIK INDONESIA NEVER DIES


OLEH : FEBRIANA CHRISTIANI
XI IB/11

Sebagai Warga Negara yang baik, sudah semestinya kita menjaga dan melestarikan warisan budaya leluhur kita. Agar tidak punah ataupun hilang, sehingga hasil karya artistik yang bernilai tinggi itu dapat diwariskan ke anak cucu kita, supaya generasi kita selanjutnya dapat memahami dan mengerti bahwa karya tersebut merupakan hasil cipta dari masyarakat bangsanya, bukan hasil karya bangsa lain.

Banyak karya seni yang diciptakan menurut cipta, rasa, dan karsa manusia sejak zaman dulu. Sebagian besar karya tersebut masih ada sampai saat ini. Contohnya saja batik. Karya seni yang merupakan warisan bersejarah nenek moyang ini, awalnya hanya digunakan untuk keluarga keraton atau bangsawan dalam pemakaian kehidupan sehari-harinya. Namun, sekarang berubah penggunaannya menjadi pakaian rakyat, seperti yang digunakan pada saat upacara adat atau acara resmi, menggantikan penggunaan jas, dipakai dalam acara pernikahan dijadikan seragam identitas pegawai dan pelajar, bahkan dijadikan pakaian sehari-hari.

Jenis batik tradisional di Indonesia amat banyak, dengan corak ,warna,dan variasi yang berbeda-beda tiap daerah. Di Indonesia, batik punya ragam corak yang terbatas. Namun, setelah adanya pengaruh dari luar, lambat laun ragam corak dan warnanya menjadi berkembang. Warna-warna cerah pada batik,corak bebungaan (bunga tulip), bentuk gedung atau kereta kuda diambil dari corak luar. Tetapi batik tradisional tetap mempertahankan corak khasnya.

Beberapa tahun yang lalu, pernah terjadi pengeklaiman batik yang dilakukan pihak Malysia terhadap Indonesia. Ini patut dijadikan perhatian olah kalangan masyarakat manapun, terutama pemerintah. Pemerintah seharusnya lebih memperhatikan hasil karya-karya Indonesia, terutama batik ini, agar tidak lagi ditiru bangsa lain. Dengan cara mengambil lagi apa yang menjadi hak Indonesia untuk dipatenkan, walaupun cukup sulit untuk memperjuangkan pengakuan hasil karya-karya yang telah diklaim tersebut. Jadi kita harus memulai untuk menjaga nilai budaya dan sejarah batik Indonesia dari berbagai sudut pandang.

Di zaman ini, batik sudah semakin berkembang tiap tahunnya.Sekarangpun batik yang bermotif modern sudah bermunculan dimana-mana. Jadi apa salahnya kalau kita memakai batik, toh batik kan kata Agnes truly Indonesia, dan sekarang menjadi tren mode. Malah lebih populer dari pakaian glamor atau yang seksi. Batikpun bisa dibuat glamor dan seksi. Harganya juga terjangkau. Bisa dibeli dan dipakai oleh siapa saja, baik kalangan atas maupun bawah, juga yang tua maupun yang muda. So, sudahkah kita mengenakan batik dengan bangga?

Penulis adalah siswa SMAN3 Salatiga,
seorang WALKERHOLIC