Senin, 15 November 2010

Sintaksis

POLA KALIMAT DAN VARIASINYA

Kalimat memiliki unsur-unsur fungsional yang disebut: subjek (S), predikat (P), objek (O), dan keterangan (K). Urutan unsur-unsur tersebut membentuk pola kalimat, misalnya :


1. Masyarakat pedesaan mendukung pembangunan jembatan itu. (SPO)
S P O
2. Di desa kami sedang diadakan penyuluhan gizi. (KPS)
K P S
3. Tugas kita sekarang adalah mengisi kemerdekaan. (SP)
S P
4. Oleh masyarakat gas bumi dimanfaatkan sebaik-baiknya. (OSPK)
O S P K
5. Hadiah Kalpataru diterima oleh penyelamat lingkungan. (SPO)
S P O
6. Bendungan Gajah Mungkur terdapat di Kabupaten Wonogiri. (SPK)
S P K
7. Ia mengetik laporan PKL di rumah temannya kemarin. (SPOKK)
S P O K K
8. Ibu membelikan adik baju baru. (SPOO)
S P O O

Macam-macam Objek (O):
A. Objek Penderita : tanpa kata depan, dan dapat menduduki subjek bila kalimat dipasifkan.
» Denny Gusti membersihkan kacamatanya dengan kain.
» Banjir bandang memusnahkan tanaman dan ternak Ardian.
B. Objek Pelaku : ditandai kata depan oleh.
» HP Fauzan telah dipinjam oleh Nasicha.
» Kupu-kupu itu ditangkapinya.
C. Objek Penyerta : ditandai kata depan kepada, bagi.
» Hadiah itu diberikan kepada ayahnya.
» Minyak bumi mendatangkan devisa bagi negara.

Macam-macam Keterangan (K):
A. Keterangan waktu : sekarang, kemarin, hari ini, tahun lalu, dll.
B. Keterangan tempat : di sawah, ke sekolah, dari rumah.
C. Keterangan cara : dengan baik, secara kasar, sebaik-baiknya.
D. Keterangan alat : dengan pisau, dengan pensil.
E. Keterangan tujuan : supaya pandai, untuk menulis.
F. Keterangan kesertaan : sambil menangis, sambil mendengar musik.
G. Keterangan kebersamaan : dengan ibu, dengan teman-teman.

Unsur-unsur S, P, O, K dalam kalimat dapat diubah-ubah urutannya untuk membuat variasi kalimat. Misalnya :

1. Ia mengetik laporan PKL di rumah temannya kemarin. (SPOKK)
Kemarin ia mengetik laporan PKL di rumah temannya.
Ia kemarin di rumah temannya mengetik laporan PKL.
Mengetik laporan PKL ia kemarin di rumah temannya.
2. Ibu memberi saya uang ribuan tadi pagi. (SPOOK)
Ibu tadi pagi memberis saya uang ribuan.
Tadi pagi Ibu memberi saya uang ribuan.

Dalam buku Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia ditambahkan adanya unsur Pelengkap (Pel). Perbedaan O dan Pel: O dapat menduduki S jika kalimat dipasifkan, sedangkan Pel tidak. Misal:
- Penjaga gawang menangkap bola. - Dia berdagang pakaian.
O Pel
=> Bola ditangkap penjaga gawang. => Pakaian ... dia.

- Negara Indonesa berdasarkan Pancasila.
S P Pel
- Kemarin Paman kecurian sepeda motor.
K S P Pel

KALIMAT MAJEMUK

Kalimat majemuk ialah kalimat yang memiliki setidaknya dua pola kalimat atau dua klausa. Hubungan antara klausa-klausanya dapat dinyatakan secara eksplisit (menggunakan kata sambung), dapat pula implisit (tidak menggunakan kata sambung).

 Ayah pergi ke pabrik, ibu mencuci di sumur. (implisit)
 Ayah pergi ke pabrik dan ibu mencuci di sumur. (eksplisit)
 Presiden mengatakan, kita harus menghemat energi. (implisit)
 Presien megatakan bahwa kita harus menghemat energi. (eksplisit)

A. Kalimat Majemuk Setara

Kalimat majemuk setara adalah kalimat majemuk yang terdiri dari pola-pola yang sederajat kedudukannya. Kalimat ini dibedakan atas :

1. Setara pertentangan/perlawanan.
» Gaji mereka besar, tetapi masih mendiami pondok.
» Ia hidup menderita, namum tetap tabah.
2. Setara gabung.
» Pak Guru keluar dan anak-anak mengikutinya.
» Ibu membereskan dapur dan Anya mengepel lantai.
3. Setara urutan.
» Tas itu diletakkan di meja kemudian mulailah ia belajar.
» Sekarang kita tiba di Salatiga dan dua jam lagi kitasampai di Sragen.
4. Setara memilih/pilihan.
» Engkau kuantarkan pulang atau menginap di sini.
» Kaian mau makan rujak atau makan bakso.
5. Setara penguatan.
» Ia panai, lagi pula rajin.
» Gadis itu tidak hanya cantik, tetapi juga pandai.
» Dia menangis, bahkan menjerit histeris.

B. Kalimat Mejemuk Bertingkat

Kalimat majemuk bertingkat adalah kalimat majemuk yang pola-polanya tidak sederajat kedudukannya. Yang tinggi kedudukannya disebut induk kalimat, dan yang rendah kedudukannya disebut anak kalimat.

Macam-macam anak kalimat:

1. Anak kalimat pengganti subjek.
» Diakuinya sendiri bahwa ia telah berbuat salah.
» Bahwa ia telah berbuat salah diakuinya sendiri.
2. Anak kalimat pengganti predikat.
» Orang itu tanahnya ditanami pohon jati.
» Anak itu ayahnya dibawa polisi.
3. Anak kalimat pengganti objek.
» Saya melihat mereka mengalami keceakaan di jalan raya.
» Dia mengatakan bahwa teman-temannya tidak menyukainya.
» Saya tahu di mana kamu bersembunyi.
4. Anak kalimat atributif/relatif/pewatas.
» Anak kecil yang bajunya merah itu sudah pulang.
» Kami menghibur teman yang pacarnya dibawa polisi.
5. Anak kalimat pengganti keterangan.

a) Keterangan Tempat
• Daerah pedalaman tempat ia lahir sekarang menjadi kota.
• Hotel tempat ia menginap dijaga polisi.
b) Keterangan Waktu
• Waktu saya datang ke rumah, ia sedang pergi.
• Sejak ia masih sekolah, ia sudah berdagang.

c) Keterangan Sebab
• Negeri kita bisa menjadi makmur karena sumber alamnya cukup potensial.
• Karena ia memakai sepatu putih, ia mendapat hukuman.
d) Keterangan Akibat
• Hutan lindung digunduli sehingga daerah sekitarnya banjir dan longsor.
• Ia malas ke sekolah sehingga tidak lulus ujian.
e) Keterangan Tujuan
• Pembalakan liar haarus dihentikan supaya bencana banjir dapat dihindari.
• Pak Lurah menghimbau masyarakat agar mereka hidup hemat.
f) Keterangan Syarat
• Bila bumi kita tetap hijau, anak cucu kita akan selamat.
• Kamu dapat mengerjakan soal dengan betul jika kamu cermat membaca soalnya.
g) Keterangan Konsesif/Perlawanan
• Meskipun cuaca tak menentu, anak-anak XII Bahasa tetap mengikuti les.
• Lia menderita walaupun hidupnya bergelimang harta.
h) Keterangan Pengandaian
• Andaikata kamu ikut ujian, kamu lulus ujian.
• Andaikan engkau jadi bunga, akulah tangkainya.
i) Keterangan Kesertaan
• Ia mengerjakan soal ujian sambil bersenandung kecil.
• Sambil menggendong adik, ibu menggoreng ikan.
j) Keterangan Cara
• Elya bertahan dengan kedua tangannya menutup muka dan dada.
• Ia siap siaga dengan telunjuknya melekat pada pelatuk senapan.
k) Keterangan Perbandingan
• Aku mencintaimu seperti aku mencintai diriku sendiri.
• Pendiriannya tidak tetap seperti air di daun keladi.

C. Kalimat Majemuk Campuran

Kalimat majemuk campuran adalah kalimat yang terdiri dari minimal tiga pola kalimat, dan hubungan antarklausanya ada yang setara dan ada yang bertingkat. Misal :

 Ketika saya pergi ke sekolah dan Ayah bekerja di pabrik, Ibu dibawa ke rumah sakit.
 Melihat adegan di TV itu, adik tertawa sedangkan Ibu terbengong.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar